Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Masalah yang bertubi-tubi


__ADS_3

Dengan tubuh yang masih lemah, Zoya hanya bisa berbaring sambil menyiapkan tenaga untuk mengucapkan sesuatu. "Putraku..." Richard yang mengerti kegelisahan wanita itu, langsung menggenggam tangannya.


"Jangan khawatir, mereka disini. Satu ruangan bersama mu." Zoya memejamkan matanya bersyukur putranya ada bersama dirinya.


"Cepatlah sembuh. Aku dan Double Z membutuhkan mu. Aku sangat takut, aku tidak ingin kehilanganmu atau terjadi sesuatu padamu. Maafkan aku..."


"Tidak, aku berterima kasih padamu. Terima kasih." Meskipun sulit, Zoya tetap bicara ingin mengungkapkan perasaannya.


"Setelah kalian sembuh, kita akan menikah. Aku ingin bersama dan menjaga kalian." Senyum kecil yang terbit dari wajah Zoya langsung berubah menjadi datar dan matanya terlihat bergerak seperti mengingat sesuatu.


Genggaman tadi yang terasa lembut langsung dilepaskan oleh Zoya membuat Richard terkejut. "Ada apa? Kau merasakan sakit?" Tanya Richard tapi hanya gelengan kepala yang Zoya berikan.


"Aku sudah kotor." Zoya memalingkan wajahnya segera setelah mengucapkan itu.


Ingatan mengenai tindakan yang tidak bermoral itu terngiang-ngiang di kepalanya bagaikan kaset rusak. Air matanya menetes, bahkan ia masih dapat merasakan sakit akibat kejadian itu.


"Hei..." Tangan Richard membuat wajah mereka kembali bertemu.


"Lihat aku." Zoya masih memejamkan matanya tidak berani menatap Richard.


"Zee, aku tidak peduli akan hal itu. Bagiku kau tetap suci, aku pastikan itu."


"Sungguh? Kau tidak disana, kau tidak tau." Mata Zoya mulai memerah dan bertatapan dengan manik Richard.


"Bahkan aku masih bisa merasakan tangan jahat itu!"


"Lalu kenapa? Kalau aku memang mencari apa yang kau pikirkan. Maka aku tidak akan disini, aku sudah pergi dan tidak perlu mencari mu. Kejadian itu tidak akan merubah keinginan ku, persenan cintaku justru semakin bertambah untukmu." Sekarang tangan yang tengah diinfus itu berada di debaran jantung Richard yang dapat dirasakan oleh Zoya.


"Kau dengar? Aku mencintaimu Zee. Dan itu tidak akan berubah apapun yang terjadi, jangan berpikir kau kotor. Kau bersih, kau tetap sama. Bukankah kau mengatakan masa lalu tidak perlu diingat? Kita tetap melangkah ke depan."

__ADS_1


Air mata itu kembali turun tanpa diminta, sekarang terdengar isak tangis yang keluar dari bibir Zoya. "Aku mencintaimu." Ungkapan Richard kembali terdengar membuat tubuh Zoya gemetar dan lidahnya terasa kaku.


Tiba-tiba saja Richard memeluk wanita itu dan isak tangis Zoya semakin terdengar dan rasanya air mata itu sudah membasahi pakaian Richard. Pelukan hangat Richard perlahan masuk ke dalam tubuh Zoya hingga ke hatinya.


Zoya berpikir, dirinya tidak pantas bersanding dengan pria itu. Mungkin menjadi janda dengan dua anak masih bisa ditoleransi tapi jika sudah ternodai siapa yang akan bisa menerimanya. Pikiran buruk menghantui benak Zoya, tapi Richard mematahkannya.


"Aku akan mengisi kenangan yang indah di hati dan pikiran mu. Tidak ada lagi kesedihan. Sekarang aku disini, tidak akan meninggalkan mu. Kau boleh menangis tapi ini yang terakhir, setelah ini hanya ada senyuman karena double Z membutuhkan itu."


Zoya tidak bisa berkata-kata, ia hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Richard.


Beberapa saat kemudian, Zoya terlihat sudah tenang. Richard tengah menyuapi dirinya. Tirai pembatas itu dibuka dan terlihat kedua putranya masih terlelap, tubuhnya yang masih lemah membuat ia tidak bisa bergerak dulu.


Richard yang melihat tatapan Zoya, mengelus rambut hitam itu dan membuat Zoya menoleh padanya. "Mereka akan segera sadar, karena Mommy mereka sudah bangun."


"Aku ingin melihat lebih dekat." Pinta Zoya.


Richard bukannya menjawab tapi justru pergi dengan mangkuk yang baru saja isinya dihabiskan. Zoya yang melihat itu merasa berkecil hati, tentunya sekarang ia tidak diizinkan begitu juga dengan pikiran Richard.


"Ayo, hanya sebentar." Senyum yang terbentuk di wajah Richard membuat hati Zoya merasa bahagia.


Ternyata pria itu membawanya dengan menggendong tubuhnya yang tidak ada apa-apanya dengan tubuh kekar itu. Meskipun sebentar Zoya merasa cukup melihat kondisi kedua putranya.


"Cepat bangun sayang, Mommy menanti kalian."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Di ruangan lain, terlihat Indra baru saja datang dengan keadaan yang lebih segar menunggu putranya sadar. Setelah berbincang dengan Jim, ia duduk di sofa empuk itu. "Tuan, siang nanti Nyonya Erna akan diperiksa dan nyonya Alice serta Nona kecil akan bersiap kembali ke Indonesia."


"Apa? Apa yang terjadi?" Tanya Indra bingung, bukankah Alice seharusnya disini menemani Alan yang tengah sakit.

__ADS_1


Jim tidak menjawab, ia menunduk memikirkan darimana ia harus mulai. Ada rasa tak tega di sana, melihat Tuan besarnya mendapatkan masalah bertubi-tubi. "Tuan, sebenarnya...."


Jim akhirnya memutuskan bercerita tanpa menutupi apakah, dimulai dari pertemuan Alan dengan double Z dan pertengkaran yang terjadi antara Alan dengan Alice membuat wanita itu merasa lelah.


"Dan nyonya Alice belum mengetahui keadaan nyonya Erna begitu juga dengan besan Tuan. Maaf sebelumnya tapi sepertinya nona kecil tidak suka akan kenyataan ia memiliki dua saudara dan tidak tau juga dengan besan Tuan."


"Kau bilang Zoya juga dirawat disini."


"Benar Tuan. Dan syukurlah, ia sudah sadar."


"Antarkan aku padanya." Jim mengangguk mengantarkan Indra pada mantan menantunya itu.


"Richard kau kembali lagi....." Zoya tidak melanjutkan ucapannya melihat siapa yang datang.


"Ayah...."


Apa yang akan dikatakan oleh Indra?


Bersambung...


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya juga vote ya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!


__ADS_1


Rania Putri Sejagad, seorang gadis yang memiliki kekuatan khusus melihat makhkuk tak kasat mata. Semua berawal saat Rania pindah ke Desa Rawa Belatung, dan meski sudah meninggalkan Desa itu, Rania selalu berurusan dengan hal-hal gaib. Penelusuran gaib yang terus membawanya bertemu dengan sosok astral, yang terkadang ingin meminta pertolongan darinya. Karena beberapa dari mereka mati penasaran dan menjadi arwah gentayangan. Akankah Rania mampu menyelesaikan berbagai misteri yang ada, untuk mengantarkan para makhluk tak kasat mata itu kembali ke alamnya? Untuk lebih lengkapnya, yuk ikuti dan baca novel Penelusuran Gaib Rania.


__ADS_2