Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Hasil Sidang


__ADS_3

Bukan hanya Zoya yang berpikir, Richard juga melihat sosok Erna dengan mata satunya yang diperban dengan wajah yang mengalami memar seperti kekerasan.


Apa terjadi sesuatu padanya selama di dalam sel tahanan. Tidak ingin menduga-duga mereka segera duduk dan tak lama terlihat kedatangan hakim dan jaksa penuntut.


Sidang terlihat segera dimulai, petinggi keadilan itu sudah duduk di tempat mereka begitu juga dengan yang lain. "Baiklah, saudari Erna telah melakukan tindak penculikan, kekerasan bahkan pembunuhan berencana dengan empat korban yang mengalami luka-luka dan trauma. Apa itu benar?"


"Ya, saya melakukan nya. Atas kesadaran dan juga tidak dibawah siapapun." Semua yang ada di sana langsung terkejut dan saling melirik.


Tidak ada yang menyangka, pelaku kejahatan mengaku dengan baik dan tidak terlihat rasa bersalah apapun. "Hukum saja yang berat!"


"Tidak ada rasa malu dan kemanusiaan!"


Sidang menjadi ricuh dan membuat ketukan palu kembali terdengar. "Semuanya diharapkan tenang!"


Indra menatap istrinya yang duduk di tengah dengan cemoohan orang-orang. "Anda melakukannya dengan bantuan orang lain dan juga melibatkan komplotan yang dicari oleh pihak kepolisian. Apa itu benar?"


"Ya, saya membayar mereka." Sangat enteng sekali, Erna mengatakannya tanpa beban apapun.


"Ada bukti dan juga rekaman yang memperlihatkan perbuatan anda." Erna seperti tidak mendengarkan tuntutan yang menjerat dirinya ia melirik Zoya tidak duduk bersebrangan dengan nya dengan tatapan kematian.


"Dengan ini, saudari Erna Wati Bexxa dijatuhi vonis seumur hidup dan tidak bisa kembali ke negara asalnya dan tidak ada jaminan pembebasan apapun!" Palu akhirnya diketuk dan tidak ada terdengar penolakan disana, justru hanya tatapan dan wajah yang menggambarkan hal itu.


Setelah keputusan dibacakan, Erna kembali dibawa oleh aparat, tidak terlihat raut kesedihan di sana. Zoya dibantu Richard melangkah keluar disusul yang lain, berbagai macam reaksi dan pemikiran menepati masing-masing tubuh itu.


"Ibu...." Merasa seseorang yang memanggilnya ia menoleh dan terlihat wajah yang ia besarkan hingga sekarang.


"Apa? Aku ini penjahat. Kau tau bukan? Apa kau menyesal aku lahirkan?" Wajah Alan yang tadinya menunduk mengumpulkan kata-kata yang tidak membuat ibunya tersakiti justru merasa terpancing emosi.

__ADS_1


"Tidak! Tapi, aku hanya ingin tau apa yang membuat ibu begitu melakukan ini? Bukankah kedua putraku adalah cucu ibu juga? Atau ibu tidak memikirkan aku dan ayah bahkan yang lainnya? Apa dendam menutupi hati ibu? Katakan Bu! Kau seperti iblis!"


"Kalau begitu kau anak iblis, atau setengah iblis karena ayahmu sangatlah bodoh dengan kebaikannya. Asal kau tau Alan, aku menyayangimu seperti yang lainnya tapi ketika mengetahui wanita yang kau nikahi itu adalah korek api dalam minyak kehidupan ku. Aku harus menyingkirkan nya, kau sudah dengar yang ingin kau dengar, aku tidak perlu mengatakan yang lainnya karena itu tidak berguna atau aku bisa menghabisi orang lagi." Kata orang itu bertepatan dengan kemunculan Zoya bersama Richard.


"Aku tidak tau apa yang terjadi di masa lalu, tapi dendam tidak membuat hidup bahagia dan tentram. Aku minta maaf jika ada kesalahan yang dilakukan oleh kedua orang tua ku, tapi jika sejak awal Ibu katakan aku akan mundur..."


Erna langsung meludah membuat Zoya terhenti bicara. "Aku akan melupakan nya ketika kau mati! Kau dengar? Mati! Karena kau, aku dipenjara dan kehilangan semuanya, tapi aku senang setidaknya kau tidak akan pernah bahagia karena putra cacat dan apa yang aku lakukan!"


Zoya melihat dengan jelas api dendam dan kebencian yang semakin menjadi di mata Erna untuknya. "Erna...." Panggil Indra yang membuat senyum sungging nya muncul.


"Aku tidak membutuhkan mu lagi, kau bebas akan kebodohan cintamu. Meskipun aku harus mati di sana, aku tidak akan pernah menyesal melakukan ini." Tidak ingin meladeni orang-orang yang seolah tidak berarti baginya ia segera pergi menaiki mobil pemilik sel tahanan itu.


Semuanya hanya diam dengan hati yang berdetak tidak menyangka ucapan yang diekspresikan Erna. "Ayah..." Alan menatap wajah ayahnya yang terus mengeluarkan air mata tanpa diminta meskipun ia tahan tapi tidak bisa.


"Tidak apa, kita berdoa semoga ibumu sadar akan hal itu. Dan Zoya, ayah minta maaf tidak bisa membuat mu mendapatkan kasih sayang Ibu mertua yang seharusnya dan... D-dan..."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Zoya mendekati Alice dan bicara dengan wanita Belanda itu dan juga Alan, sedangkan Indra terlihat mendekati Richard. "Jika ayahmu datang, mungkin ia akan menghajar atau mengatai ku karena ini. Aku minta bahagiakan Zoya dan juga cucuku. Zoya sudah seperti anak perempuan ku, sejak ia menikah dengan Alan aku menyayangi nya, mungkin kebahagiaan yang tidak diberikan oleh putraku bisa kau berikan." Richard hanya tersenyum dan mengangguk tak lama memeluk pria itu yang sekarang rapuh.


Richard tau, meksipun Indra terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya ia hancur karena melihat perbuatan wanita yang dicintainya bahkan ia pilih dibanding ibunya sendiri. "Aku juga Anak Paman dan seorang pria. Ibuku bilang pria boleh menangis, tidak baik ditahan dan bukan berarti terlihat lemah, tapi melepaskan rasa sesak di sana agar nanti bisa bernapas dengan lega begitu juga menjalani hidup kedepannya."


Sekarang kuda besi roda empat itu tengah berjalan beriringan menuju kediaman Zoya dan Double Z. Terlihat Rosa dan Zian menyambut kedatangan semuanya dengan senyuman manis mereka.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Hari ini hari terakhir keluarga Alan di Singapura dan akan kembali ke Indonesia ada yang harus diurus apalagi dengan rentetan peristiwa ini. "Daddy akan pulang?" Tanya Zian yang berada di pangkuan Alan.

__ADS_1


"Iya sayang, tapi Daddy akan datang mengunjungi kalian dan kita akan menghabiskan waktu bersama."


"Hmmm, dan dengan Zain juga. Ia akan tersenyum dan berebut mainan atau tayangan televisi lagi denganku."


Semua disana tidak tau mengatakan apa mendengar penuturan Zian.


Ketika mesin mobil baru dinyalakan terdengar kericuhan di dalam bangunan yang baru saja mereka masuki itu. "Apa yang terjadi?" Tanya Alice dengan bingung dan dengan raut wajah Alan dan Indra yang menoleh ke jendela mobil yang mereka buka.


Dan seketika Alan membuka pintu mobilnya dan berlari kencang masuk disusul yang lainnya setelah melihat apa yang terjadi.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!!



Aileen yang ingin menikah, hancur karena calon suami kecelakaan tepat di hari pernikahan, hal itu memicu Trauma berat pada Aileen, dimana kecelakaan suaminya melibatkan mobil yang ia tumpangi menabrak kekasihnya secara tragis.


Hingga saat itu, Aileen menutup dirinya untuk tidak pernah jatuh cinta.


Tapi siapa sangka, sosok dua kembar ceo, membuat hidup Aileen berubah, terlebih salah satunya memiliki jantung dan kornea mata milik calon kekasih Aileen.

__ADS_1


Akankah Aileen menghindar, pada dua ceo yang punya sisi masa lalunya.


__ADS_2