Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Perbincangan mantan


__ADS_3

Ranjang rumah sakit itu masih di duduki oleh Zoya. Sekarang ia melihat mantan mertuanya duduk dihadapannya. Belum ada pembicaraan selain keheningan beberapa saat, Zoya ragu untuk bicara dan entah mengapa lidahnya terasa kelu. "Syukurlah, kau sudah sadar." Akhirnya Indra yang memulai pembicaraan.


"Apa kabar ayah?" Pria paruh baya itu tersenyum mendengar panggilan itu lagi.


"Baik, tapi mungkin yang lain tidak." Ujarnya dengan kekehan.


"Kapan ayah datang?"


"Semalam." Kembali terjadi keheningan, ruangan yang luas itu tidak terdengar lagi suara percakapan selain angin yang berhembus dari jendela dan alat yang menyambung kehidupan double Z.


"Maaf atas perlakuan istriku. Aku suami yang gagal." Zoya menggeleng mendengar penuturan Indra, bagaimana pun Indra menyayangi dirinya seperti sosok ayah yang tulus bukan buatan seperti Erna.


"Tidak, itu bukan salah ayah." Jawab Zoya dengan tersenyum.


"Aku tidak tau api dendam dan kebenciannya masih menyala dan aku juga turut serta karena tidak bertanya lebih lanjut mengenai orang tua mu."


Ada rasa penyesalan di hati pria itu, seharusnya ia mengetahui lebih lanjut siapa nama asli Yusuf yang sebenarnya. Sehingga mungkin hal ini tidak akan terjadi, tapi mau dikata apa. Semuanya sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi.


"Jangan merasa bersalah Ayah. Semua yang terjadi, itu adalah garis takdir kita hanya menjalaninya."


Tatapan Indra yang awalnya tertuju pada jendela yang berada di dekat Zoya langsung teralihkan dengan tirai yang cukup terbuka memperlihatkan sosok di sana. "Siapa...."


Mengerti ketidaktahuan itu. Zoya menatap ke arah yang dituju dan tak lama tersenyum dengan air mata yang turun seketika. "Cucu ayah, mau temui?" Tawar Zoya.


Tentu saja Indra langsung mengangguk karena ia belum sempat bertemu dengan kedua cucunya karena masalah yang terus berdatangan.


Perlahan Indra melangkah dan membuka tirai itu memperlihatkan Zain di urutan pertama tengah tertidur pulas dan disebelahnya Zian dengan posisi yang sama. Wajah Indra yang mulai mengerut tersenyum bahagia melihat cucu yang sudah besar tanpa ia ketahui.


"Mereka kembar dan persis seperti Alan." Ujarnya dengan tangan yang terulur pada rambut hitam itu.

__ADS_1


"Iya, mereka kembar dan hanya mewarisi gen ku sepuluh persen. Aku merasa kesal karenanya."


"Cucuku sayang, bangunlah segera. Kakek datang dan menemukan kalian."


Tentu saja tidak ada jawaban dari keduanya karena tidurnya nyenyak mereka. Dalam hati Indra, ia sungguh tidak menyangka Erna mengambil tindakan yang kejam, bukankah darah miliknya jauh mengalir pada double Z.


'Setan apa yang merasuki mu erna.' Setelah dirasa cukup, ia kembali ke tempat Zoya.


"Alan masih belum sadar, sepertinya ia nakal kembali dan tidur seperti kedua putranya. Mungkin mereka janjian." Zoya cukup terkejut dan tiba-tiba ingin tau cerita yang lebih lengkap.


"Apa jadi parah ayah? Karena Zain membutuhkan transfusi darah saat itu."


"Lumayan, tapi ia akan sadar segera."


"Zoya, ayah sungguh benar-benar meminta maaf akan hal ini. Bagaimanapun tindakan ini tidak akan ayah benarkan dan Erna akan mendapatkan hukuman. Tapi ayah harap kau bisa memaafkannya, meskipun sulit."


Indra menunduk pada Zoya membuat wanita itu tidak bisa menerimanya. "Ayah, tidak perlu begini. Aku mencoba,tapi mungkin luka itu akan tetap berbekas. Jujur saja hatiku mengumpat dirinya. Kedua putraku tidak bersalah, tapi ia melakukan tindakan keji itu. Aku tidak tau akan masa lalu yang terjadi, tapi kenapa harus putraku? Bukankah darahnya sama?"


"Aku minta maaf, aku pergi tanpa mengatakan pada siapapun, bahkan saat kehamilan double Z. Tapi ayah sekarang tau kenapa aku melakukan nya, bahkan tidak ada yang tau akan sosok Ibu padaku yang sebenarnya. Bagaimana mungkin aku katakan pada kalian? Tentu itu tidak akan mudah."


Indra paham akan alasan Zoya yang meninggalkan putranya saat keinginan Erna menikahkan Alan kembali. Wanita mana yang mau akan itu, ia semakin bersalah karena tidak bisa membantu putranya atau mengarahkan Erna pada hal yang benar.


Terdengar suara langkah dari luar dan tak lama terlihat Richard masuk dengan tatapan sedikit kaget melihat Indra disini. "Maaf, aku tidak tau." Ujarnya.


"Masuklah, kau putra Manesh?" Tanya Indra langsung.


"Paman mengenal Papa ku?"


"Iya, kami satu kampus."

__ADS_1


"Senang bertemu dengan Paman." Richard memberikan salam dan menyentuh kaki Indra seperti cara salam di negara ayah nya.


"Terima kasih, kau menyelamatkan cucu dan putriku." Richard mengangguk sambil tersenyum.


"Itu kewajiban ku."


"Aku dengar kalian akan menikah, boleh aku mengatakan keinginan ku?" Baik Zoya dan Richard saling memandang.


"Apa Ayah?" Tanya Zoya.


"Double Z." Dua kata itu membuat Zoya kaget dengan perasaan yang cemas seketika.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!!



Novella Moraletta tahu dia bukan anak kandung Endro Herminanto sang daddy, oleh karena itu dia minta Endro menikahinya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 17


Banyak rahasia yang Endro sembunyikan, dia tak mungkin mau menikahi putrinya sendiri


Ashoery Rustamaji adalah sosok calon dokter yang mencintai Vella dengan tulus bahkan saat dia tahu gadisnya tak ber nasab

__ADS_1


Rahasia Vella terkuak ketika dia harus mengalami dilabrak Titie istri dosen nya yang cemburu pada Vella karena Baskoro suaminya mempunyai banyak foto tentang Vella


Akankah cinta Ashoery berakhir manis?


__ADS_2