
Beriringan dengan roda yang berputar di lantai putih berserta tenaga medis itu, tampak wajah khawatir, bingung dan sedih bercampur jadi satu. Mereka tampak berbondong-bondong menuju ruangan gawat darurat, mendengar kabarnya saja sudah membuat mereka kaget bukan kepalang terlebih lagi dengan melihat secara langsung yang berada dihadapan mereka.
Sekarang pintu yang terbuka itu mulai menutup dan mereka hanya bisa berbaris menunggu dengan harapan. "Bagaimana bisa begini?"
"Apa yang terjadi?" Begitulah pikir mereka.
Diantara mereka, terlihat salah seorang pria bertubuh tinggi dan tegap menuju ke arah mereka. "Aku tau, ini mungkin bukan waktu yang tepat. Kalian bisa lihat sendiri, apa yang terjadi." Tampak sebuah ponsel berlabel mahal menghiasi dibelakang, sebuah video mulai diputar jika dilihat lebih jelas lagi itu adalah rekaman cctv.
Berbagai reaksi wajah mulai ditunjukkan ketika rekaman itu diputar hingga selesai.
"Kenapa dia melakukan ini?" Tanya salah satu diantara mereka.
"Dibalik itu semua, ada satu lagi." Terjadi keheningan sejenak beriringan ia menarik nafas.
"Beberapa hari sebelum pernikahan, Zee mendapatkan kiriman paket misterius dengan cairan merah yang menghiasi nya." Sontak saja membuat semua nya kaget serentak.
"Bisa jadi bukan dia, tapi tetap saja ada indikasi untuk mencurigai Alta."
__ADS_1
Alta, gadis itu tersengat listrik dan tertimpa beberapa karung berisi bahan makanan yang berlebih membuat ia langsung dibawa kerumah sakit.
Tidak tau apa yang dilakukan oleh gadis itu disana, saat orang lain tengah menikmati acara dan jamuan, ia justru memilih ke arah gudang dan tempat pusat listrik yang mengakibatkan ia berada di rumah sakit.
Sekarang mereka hanya bisa menunggu dengan harapan yang besar dibalik apa yang tujuan Alta. Jika dirumah sakit tengah terjadi penantian kabar Alta, di kediaman dengan lampu serta bunga yang harum tepatnya di kamar tertutup itu terlihat sepasang pengantin, tepatnya sang pria tengah membantu istrinya melepaskan perhiasan yang begitu banyak menghiasi istrinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dibalik itu , sang pengantin wanita hanya tersenyum kecil melihat kerepotan suaminya mencopot berbagai bentuk hiasan di kepala itu.
"Apa sakit?"
"Begitu banyak hiasan, pasti berat."
"Hmm, tapi hanya sehari saja. Aku bisa tahan, orang bilang hiasan dikepala ibarat nya ujian dalam rumah tangga nanti."
Sekotak persegi itu sudah dipenuhi oleh perhiasan yang membuat netra Richard langsung mendarat sempurna di sana.
__ADS_1
"Baru dari kepala saja sudah segini, bagaimana dengan leher hingga kaki?" Zoya akhirnya tertawa juga mendengar kepolosan Richard mengenai masalah perhiasan ini.
"Terima kasih, aku bisa melepaskan yang lainnya sendiri." Zoya mulai melepaskan kalung yang melingkar di leher nya.
"Aku bisa bantu, apalagi yang lainnya." Zoya membulatkan matanya membuat Richard terkekeh.
"Aku aku melihat double Z." Zoya mengangguk setuju karena cukup menghabiskan waktu melepaskan semua ini.
Richard membuka pintu yang menampilkan double Z dengan Mama dan kakeknya. Terlihat double Z begitu riang gembira menikmati makanan tepatnya manisan yang belum pernah mereka jumpai dan rasakan.
"Papa!" Mereka langsung sadar saat pintu itu baru terbuka memperlihatkan Richard dengan baju tradisional pernikahan.
"Wah.... Sepertinya enak sekali."
"Iya, kami sangat senang. Tapi apa Papa tau kenapa Daddy dan yang lainnya pergi? Bukankah mereka seharusnya menginap?" Rich menatap Kakek dan Mama nya meminta penjelasan karena ia baru menyadarinya, terutama sekali tidak terlihat juga keberadaan papanya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak