
Sejak Richard datang dan mereka sudah dalam perjalanan menuju festival, wajah cantik itu hanya terlihat diam, tidak ada pembicaraan satupun membuat Richard penasaran. Dengan menyenggol salah satu lengan double Z membuat ketiga pria itu saling memberi sinyal.
"Apa yang terjadi dengan Mommy kalian?"
"Tidak tau." Itulah pembicaraan mereka lewat sinyal wajah dan bibir.
"Zee, kau sakit?" Zoya yang merasa dipanggil langsung memperbaiki posisi duduknya.
"Tidak, kenapa?"
"Kau diam saja, apa terjadi sesuatu?"
"Aku hanya sedikit mengantuk, semalam setelah pulang dari festival aku membantu nenek Ning." Richard langsung mengangguk tidak bertanya lagi, Zoya langsung menormalkan ekspresi nya itu hanyalah alasan saja dari fakta yang sebenarnya.
Sorak dari double Z langsung mengisi mobil itu, keduanya tampak senang akan melanjutkan festival ini. "Let's go!" Ujarnya dan diikuti oleh Zoya dan Richard.
Begitu banyak orang yang datang menikmati festival ini, sepanjang jalan begitu banyak pameran seni, teater dan pawai budaya. Bahkan tarian serta pesta kostum juga turut ada di sana, hal itu menarik mata siapapun baik dari kalangan dewasa, remaja bahkan anak-anak. Tak terkecuali Rosa yang melihat festival ini tak henti-hentinya bicara dan Alan tersenyum menjawab pertanyaan putrinya, sungguh terlihat keluarga yang bahagia di mata siapapun. "Papa, lihat ada yang memakai kostum Barongsai!" Telunjuk kecil Zoya menunjuk ke arah kumpulan orang-orang dengan kostum.
Seluruh panca indera double Z telah dipuaskan oleh atraksi tanpa perlu mengeluarkan uang untuk menikmatinya. "Tidak ada yang menjadi ikan badut Nemo kita." Ujar Zain yang terdengar oleh Zian.
__ADS_1
"Iya, seharusnya ada. Itu sangat bagus, apalagi bersama Daddy kita. Pasti sangat lucu!" Richard yang mendengarnya terdiam, meksipun ia berusaha tapi sepertinya sosok Daddy double Z tidak akan tergantikan. Tapi ia tidak masalah, ia akan terus berusaha untuk menjadi sosok pelindung bagi keduanya meskipun tidak bisa menggantikan sosok tersebut.
"Zee, teh?" Tawar Richard yang langsung diterima oleh Zoya dengan senyuman manisnya.
"Terimakasih, sangat cocok. Kau benar-benar terbaik Dokter." Zoya berhenti minum saat mendengar suara tawa Richard.
"Ada apa? Apa ada yang lucu?" Tanya Zoya bingung.
"Iya, kita sudah menjalin hubungan. Tapi, panggilan mu belum berubah juga, begitu banyak panggilan. Kenapa harus dokter? Seolah-olah aku sedang mengobati mu saat ini."
"Tapi seorang dokter mengobati luka bukan? Jadi..... Mata Zoya teralih dari festival ia menatap langit dengan bintang yang bertaburan.
"Aku.....
"Mommy, kita ke sana!" Adegan keduanya langsung terputus oleh permintaan double Z yang tidak berhenti menunjuk ke pertunjukan kembang api.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Papa, kita kesana! Mama ayo!" Rosa menarik kedua tangan orang tuanya yang langsung mengikuti langkahnya. Bukan hanya mereka, tapi juga yang lainnya, pertunjukkan kembang api yang menerangi langit Singapura.
__ADS_1
Semua orang sudah memegang kembang api masing-masing beragam bentuk dan ukuran. Hingga kembang api besar tengah dikelilingi oleh orang-orang untuk menyalakannya. Semua menunggu aba-aba menyalakan bersama begitu juga dengan double Z yang diawasi oleh Zoya serta Richard.
"Tiga! Dua! Satu!" Kembang api langsung menyala menyinari langit dan kerumunan. Dibalik kemeriahannya, entah mengapa Zoya merasakan detak jantungnya berdetak kencang.
"Rosa!" Alan mengejar putrinya yang berlari ke arah kumpulan kembang api besar yang meledak di langit.
Rosa yang terus menerus menatap langit tidak sadar ke mana jalan yang ditempuh oleh sepasang kaki kecilnya. Hingga ia hampir terjatuh dan "Papa!" Tubuhnya ditangkap oleh sepasang tangan dan Alan yang mendengar teriakkan putrinya segera ke sana.
Booomm! Booomm
Kembang api besar kembali menyala dengan sinar matahari lebih terang, pemilik tangan yang menangkap tubuh Rosa membuat Alan yang tadinya panik tak karuan membeku seketika dengan jantungnya tengah berpacu.
"Zoya.....
"Mas?" Zoya merasakan kakinya tidak dapat bergerak seolah ditahan oleh apa yang ia pijak. Dua pasang mata saling bertemu setelah empat tahun berpisah, dengan tubuh dan hati yang berbenturan.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1