Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Nota hitam


__ADS_3

Sungguh hari ini menjadi penuh warna bagi Zoya, putranya Zain sudah berinteraksi kembali meskipun sedikit selain dengan dirinya dan saudara kembarnya. "Mommy..." Panggil Zain membuat Zoya yang tengah mencuci piring menyahut seruan putranya tanpa menghentikan pekerjaannya.


"Ada apa sayang? Zain butuh sesuatu?" Terlihat ada keraguan dari wajah tampan itu serta bibirnya berusaha terbuka untuk mengatakan sesuatu.


Zoya yang melihat putranya begitu, merasa khawatir dan membersihkan tangannya dari busa sabun. "Ada yang sakit? Katakan ada apa sayang?" Zoya menatap lembut putranya dan Zain yang ditatap begitu seperti mendapatkan kekuatan.


"Daddy dimana?" Tanyanya membuat Zoya semakin menatap lekat wajah putranya.


Saat ini Indra tengah duduk sambil melihat laporan perusahaan nya yang terlihat baik, tidak ada masalah sejauh ini. Selain masalah hati nya, yang ditusuk oleh pedang tajam yang tidak bisa hilang begitu saja.


Saat wajah yang mulai menua itu tengah berpikir, ia tidak sadar ada seseorang yang datang menuju ke arah nya. Indra tersadar saat melihat sosok itu sudah berada dihadapannya dengan mengambil satu map.


"Ini sangat bagus, kenapa belum Ayah tangani?" Tanyanya membuat Indra mendaratkan tatapannya pada sosok putranya. Mata pria itu tidak lepas dari wajah putranya, entah apa yang ia pikirkan, tapi yang jelas ada raut bahagia disana.

__ADS_1


Sedangkan sosok yang ditatap hanya cuek saja dan berniat melangkah pergi. "Ayah senang, kau yang menanganinya. Kenapa masih berpura-pura Aron? Ayah bahagia melihat mu seperti ini."


Aron menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya membuat Ayah dan anak itu bertatapan langsung. "Aku hanya membantu ketika ayah tidak ada, bukankah itu kewajiban ku? Jika Ayah sudah kembali aku tidak melakukan nya lagi. Sungguh, itu sangat melelahkan."


"Tapi kau berhasil nak, Ayah bahagia sekali." Indra tak henti-hentinya merasa bahagia, seperti ada tetesan obat yang mengobati luka hatinya ketika melihat putranya yang terpuruk sudah kembali seperti semula.


"Alan ada, aku tidak mau mengurus perusahaan. Aku tidak suka! Ayah tau benar." Ya, sejak dulu putra sulungnya itu tidak mau menjadi pengusaha atau mewarisi perusahaan milik keluarga nya. Aron menyukai bidang design dan sayang impiannya terhenti karena peristiwa itu.


"Kau bisa mengurus sambil menggeluti dunia impianmu. Atau menjadi designer, ayah mendukung nya." Ada senyum yang terbit di wajah pria berusia hampir 35 tahun itu. Hanya ibunya yang tidak pernah menyetujui keinginan nya dengan dalih tidak berguna dan membuang waktu.


"Tapi ia pasti menginginkan kau maju dan meraih impian mu. Tidakkah kau merasa? Ia pasti sedih dengan keadaan mu nak, ia berharap kau menjadi designer yang sukses seperti keinginan mu dan bukankah ia menjadi alasan mu? Meksipun dia sudah tidak ada tapi dia masih duduk kuat dihatimu. Dia tidak tiada Aron, Ayah tau itu."


Aron tidak menjawab lagi, ia hanya perlahan melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja Indra. Sejenak Indra mengambil napas melihat kepergian putranya, ia berharap Aron tidak terpuruk lagi dan bisa bangkit melangkah ke depan.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Alya yang tengah bersiap ke kampus, justru berpapasan dengan kakak tertuanya. Ia ingin menyapa melihat ekspresi wajah Kakak sulungnya tapi karena sudah terlambat ia menepis hal itu dan melangkah pergi.


Lain lagi dengan Alta, setelah bicara dan mendengar penjelasan ayahnya. Ia tidak bisa menerima hal itu, sungguh batin nya bergejolak. "Omong kosong! Ibu tidak mungkin begitu! Aghhhh! Tidak mungkin!" Untung saja kamarnya ada kedap suara kalau tidak amukan dan gerutunya akan terdengar oleh yang lain.


Kecewa, marah dan kesal serta benci menjadi satu menghiasi diri gadis itu, ia merasa kecewa akan sikap Ayah dan kakaknya yang tidak membela atau membantu ibunya untuk bebas.


Dan ia benci karena dalang semua ini adalah mantan kakak ipar nya yang tidak ia sukai sejak dulu. Wanita itu mengambil kasih sayang kakaknya, waktu kakaknya dengan kepolosan dan juga keudikan nya.


"Zoya.... Kau akan menjadi nota hitam ku!" Entah apa yang ia pikirkan, tapi terlihat ia menghubungi seseorang.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak


__ADS_2