
Ketika tubuh yang berselimut tebal itu berbaik ia tidak melihat sosok yang merajut cinta dengan nya di malam kemarin. Netra nya langsung terbuka mencari pemilik dada bidang dengan hiasan geli yang berjejer rapi itu.
"Husby?" Ia langsung duduk dan tak peduli dengan selimut yang tidak menutupi bagian atasnya dengan sempurna. Perlahan bangkit meksipun ada rasa sakit karena rudal balistik yang menghujam dirinya.
Beriringan dengan membersihkan diri, aroma wangi serta suara tawa di ruang makan menyambut mata Zoya. Terlihat Richard dengan double Z bercerita menyambut pagi, tubuh yang sepenuhnya dilihat dan ia miliki sekarang dibalut dengan celemek.
"Selamat pagi!" Ketiga manik tampan itu langsung menoleh bersamaan dan membalas sapaan Zoya dengan senang hati. Zoya memberikan kecupan selamat pagi untuk kedua putranya yang menikmati sarapan buatan Richard.
Ketika suara langkah kaki double Z menjauh karena berlari menuju taman untuk membaca, Zoya merasakan tarikan di tangannya membuat ia tersandar di di dinding. "Apa?" Tanya Zoya membuat wajah Richard mendekat ke wajah nya.
"Selamat pagi honey!" Tak lupa dengan kecupan mesra di bibir merona itu, Zoya tersenyum kecil bahwa Richard menunggu sapaan dirinya yang belum ia ucapkan.
"Maaf, aku sengaja mengundur nya karena sekalian ucapan terimakasih atas makanan dan...." Tangan yang tadinya menjadi penyangga sekarang bertengger di leher naik turun itu.
Hangatnya pendaratan membuat Richard memejamkan matanya, sungguh ia tidak menyangka Zoya istrinya memiliki cara tersendiri yang tidak terduga oleh nya. "Apa semalam belum cukup?"
"Sebenernya begitu... Aku mencintaimu." Entah mengapa Zoya sekarang lebih terbuka mengatakan perasaannya tidak seperti sebelumnya yang tersembunyi. Membuat Richard sangat bahagia, akhirnya mendengar ucapan itu.
"Aku juga, apa aku menyakitimu semalam?"
"Ya, sampai aku mau lagi!"
"Jangan memulai, nanti bisa kebablasan." Tegur Richard, tapi Zoya justru tertawa seolah sengaja dan tak lama berlari menuju ruangan lain.
"Awas saja."
__ADS_1
Tidak terasa perut yang sebelumnya datar itu, sekarang membulat sempurna dengan kehidupan kecil disana. Kabar baik menghampiri keluarga Richard karena Zoya hamil setelah 8 bulan pernikahan mereka.
Kandungan yang berusia 6 bulan itu menjadi kebahagiaan bagi Richard dan juga double Z yang menginginkan adik kecil. Dengan perut berukuran seperti itu tentu saja membuat Zoya kesulitan berjalan dan beraktivitas seperti sebelumnya.
Saat dirinya selesai mandi dan memakai pakaian, matanya menangkap Richard dengan sigap membantu dirinya, sungguh bayangan masa kehamilan dengan suami yang begitu sayang dan perhatian akhirnya terwujud juga membuat Zoya sangat bersyukur.
Richard selalu ada untuknya, terkecuali ketika dirinya melakukan operasi besar maka, Rekha atau yang lainnya menemani Zoya. Bahkan tak Zoya menyaksikan Richard mengikat buah semangka di perutnya untuk merasakan kehamilan yang sangat berat. Double Z yang melihatnya sesekali menertawakan Papa mereka karena kesulitan berjalan, memakai sepatu dan menyetir hingga ia tidak sanggup seharian membuat Zoya sangat terharu dan tak henti-hentinya mengucap syukur.
Double Z sebelumnya berliburan di Indonesia tempat Daddy mereka saat masa kehamilan awal Zoya yang mungkin tidak ingin melihat kesulitan di masa awal itu. Alan turut bahagia mendengar kehamilan Zoya dan kebahagiaan yang diberikan Richard kepada kedua putranya dan juga bagian di masa lalu yang tidak bisa diberikan nya. Karena masalah pada rahim Alice, membuat mereka melakukan program kehamilan dan hanya berdoa semoga bisa diberikan kepercayaan untuk itu.
Posisi tidur adalah musuh utama bagi Zoya, Richard mengelus pinggang dan perut istrinya dengan mengajak bicara anaknya yang hanya membalas dengan tendangan. Zoya merasa nyaman dan mudah tertidur karena sentuhan lembut itu. "Terimakasih sudah datang dalam hidupku dan memilihku diantara ribuan wanita yang lebih baik dariku." Zoya menatap lembut suaminya dengan cahaya lampu kamar yang masih menyala.
"Aku harus berterimakasih karena kau memilihku, tadinya aku berpikir kau seperti awan yang tidak bisa kugapai tapi ternyata bukan. Aku bahkan bisa memelukmu dan menatap mu setiap saat, terimakasih semuanya. Bahkan aku merasakan menjadi Ayah bagi double Z yang sangat manis."
Hidung dengan ketinggian berbeda itu menyatu seiring dengan tautan yang tentu saja terjadi. Hingga hari yang dinanti pun tiba, di rumah sakit besar itu, Zoya berjuang keras melahirkan buah hatinya yang tidak fit karena menjadi kejutan.
"Aku disini Zee, kita berjuang bersama. Aku mencintaimu dan sayang, jangan terlalu lama membuat mama kesakitan."
"Lagi nyonya." Dorongan terakhir membuat suara tangisan bayi itu menggema diiringi dengan air mata yang mengalir tanpa diminta. Ditengah lemas tubuh yang Zoya rasakan, ia bahagia anaknya lahir dengan selamat.
"Terimakasih..." Seolah semua kata-kata hilang dari benak dan tidak bisa terucap, Richard mendaratkan banyak kecupan di wajah istrinya.
"Selamat! Bayinya laki-laki sangat tampan dan sehat!"
Perpaduan Asia dan Eropa menyatu sempurna di wajah bayi yang tengah menghisap sumber kehidupan nya. Semua orang diluar merasa lega mendengar tangisan keluarga baru mereka.
__ADS_1
"Adik sudah lahir?" Tanya Zian
"Ya, adik kalian sudah lahir!"
Berita bahagia itu sudah mendarat di Indonesia, Alan dan keluarganya sangat bahagia mendengar berita itu. Masa lalu bukan berarti menjadi penghalang untuk melangkah kecuali kita sendiri yang tidak mau membebaskan diri.
Alan merasakan itu, ketika dunianya hilang karena kepergian Zoya ditambah dengan buah hati yang baru ia ketahui membuat dirinya terbelenggu dan baru menyadari ada kebahagiaan yang berada dihadapannya hingga Alan tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan itu lagi.
Baik Alan dan Zoya sudah memiliki kebahagiaan mereka terlepas dari masa lalu mereka yang sangat berat bagi keduanya. Tapi takdir telah memberikan jalan tersendiri dan membawa pelangi setelah badai besar.
Happy Ending....
Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan pada temukan kami Daddy. Mohon maaf jika kurang berkenan, tapi terimakasih banyak semuanya 🙏🙏🙏
Boleh dilihat cerita author lain
Hei Gadis Berkacamata End
Pendamping hidup Mommy Sashi End
Modernisasi Queen UP
Benih bayaran Madam CEO Up
__ADS_1