Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Penasaran


__ADS_3

Zoya baru saja sampai menggunakan taksi dikejutkan dengan kedatangan Alan yang berdiri di depan pintunya. "Mas?" Ujar Zoya pelan, tapi sepertinya telinga pria itu tajam sehingga ia langsung menoleh.


Kedua putranya tengah bersama Jili karena wanita Chinese itu memiliki kolam ikan baru kesukaan keduanya. Ketika perjalanan pulang, dia dan Jili tak sengaja bertemu di mall. Richard sedang melakukan operasi di rumah sakit membuat ia pulang mengambil taksi sedangkan kedua putranya bersama Jili.


Melihat keantusiasan keduanya, Zoya mengizinkan mereka berniat akan menginap di sana dan kembali ke apartemen mengambil beberapa baju. "Sayang, kau sudah datang? Aku menunggumu." Zoya mengerutkan keningnya mendengar ucapan Alan terdengar meracau.


"Mas kau mabuk?" Tanya Zoya.


"Heh, tidak! Aku hanya minum obat agar kepalaku dan tubuh ku tidak sakit." Alan perlahan mendekat dengan langkah sempoyongan.


"Mas, kau mabuk. Apa yang terjadi padamu?" Zoya baru kali ini melihat Alan menyentuh minuman haram itu. Selama mereka bersama jangankan minum menyentuh pun ia tidak pernah.


Bruk! Bruk!


"Mas!" Kaki Alan tidak bisa menopang tubuhnya membuat ia langsung terjatuh karena ketidakseimbangan. Zoya langsung mendekat, ketika wajah Alan bertatapan dengannya.


Zoya dapat mencium aroma alkohol di sana. "Apa yang terjadi sebenarnya?" Gumam Zoya.


"Zoya, mas sangat mencintaimu. Ya, cinta." Alan terus meracau. Zoya segera mencari ponsel Alan untuk menghubungi istrinya.


Tapi beberapa kali Zoya memeriksa, ia tidak menemukan ponsel pria itu. "Mas, dimana ponsel mu?"


"Ponsel?" Ujarnya dengan kekehan.


"Iyaa, dimana?"


"Aku buang! Dia terus saja bergetar Hahaha!"


"Ayo mas, aku antarkan pulang pasti yang lain cemas...." Belum selesai Zoya berujar ia merasakan sesuatu yang basah di perut pria itu.


"Apa ini?" Mengangkat tangannya terlihat cairan merah yang membuat matanya melotot.


"Astaga darah! Mas, apa yang terjadi padamu?" Tidak ada lagi jawaban bahkan perlahan mata Alan tertutup membuat Zoya panik.

__ADS_1


Jarak cukup jauh untuk sampai ke kediamannya Alan, dan juga jalan yang memiliki jarak dekatnya sedang diperbaiki karena ada kerusakan saluran air.


Tak ingin menjadi parah, Zoya segera masuk membawa Alan dengan memapah tubuh kekar itu. Tidak ada percakapan selain suara pintu dan juga kecemasan Zoya, perlahan ia membawa Alan ke ranjang melihat luka di tubuhnya.


"Mas! Mas?" Beberapa kali Zoya mencoba menyadarkan Alan, tapi sepertinya tidak ada dampak apapun.


Segera saja, Zoya mengambil air dan kain. Ia melihat perut Alan, bukan bermaksud apapun tapi jika tau ia bisa melakukan pertolongan pertama setidaknya.


Perlahan dimulai dari jaket dan juga kemeja, Zoya melihat darah terus bercucuran yang berpusat dari perut Alan. "Bagaimana ini bisa terjadi?" Penuh tanya besar tapi Zoya kesampingkan, tangannya segera mengambil kain membersihkan darah itu untuk melihat seberapa besar lukanya.


Tidak ada reaksi dari Alan, sepertinya antara rasa sakit dan juga mabuk membuat ia lelah yang terpenting nadinya masih berdenyut. Setelah Zoya bersihkan, terlihat luka dengan garis lurus sepanjang 1 cm di sana.


Seperti sobekan karena benda tajam, darahnya terus keluar membuat Zoya mengambil perban dan juga obat yang ada di kediamannya. Meksipun tidak memiliki gelar kedokteran tapi ia tau cara mengobati luka ini karena sebelumnya Jili terluka karena pecahan kaca yang mengenai tangannya dan dibantu Richard membuat Zoya paham.


"Semuanya palsu." Zoya mendengar Alan mengigau di tidurnya. Ia tidak terlalu memikirkan setelah ia bersihkan dan berikan antibiotik lalu dengan hati-hati menjahitnya.


Ada sedikit ragu dan cemas, bagaimana kalau gagal atau salah. Tapi Zoya menepisnya karena mengingat lukanya harus segera diatasi pikirannya seketika buntu menghubungi Richard.


"Akhirnya!" Sekarang Zoya bisa bernapas lega. Tangannya yang terkena darah segera ia bersihkan begitu juga dengan kemeja Alan yang berhiaskan cairan merah itu ia bawa ke keranjang kotor.


Jika ditanya apa yang ia rasakan saat ini, adalah bentuk kepedulian meskipun masih tersisa rasa di sana. Tapi ia tepis karena itu hanyalah masa lalu.


Ditatapnya wajah Alan yang tertidur pulas, Zoya berpikir apa yang terjadi, bukankah sebelumnya baik-baik saja. Atau mungkin Alan bertengkar dengan istrinya karena pertemuan mereka saat pesta.


Lalu bagaimana Alan bisa mendapatkan luka ini. "Apa yang terjadi padamu mas? Kau terlihat sangat kacau, aku berharap semoga saja cepat membaik. Ini ketiga kalinya Zoya melihat Alan sakit dan ini yang terburuk.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sedangkan Alice terlihat menunggu dengan cemas, karena Alan belum pulang ditambah dengan Rosa yang menangis dan juga Erna tidak ada, ibu mertuanya pergi dan belum kembali.


"Kau dimana Alan? Apa kau ditempat nya?" Pikiran buruk menghantui dirinya. Mungkin saja Alan bersama mantan istrinya.


"Bik!" Panggil Alice dan tak lama wanita dengan seragam pelayan.

__ADS_1


"Iya Bu?"


"Tolong jaga Alice sebentar ya. Saya mau keluar, jika ada apa-apa atau bapak sudah pulang hubungi saya."


"Baik Bu." Alice segera pergi dan berpikir pada Richard. Pria itu pasti tau dimana Zoya tinggal.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Dia kediaman mewah berpagar tinggi besar dengan rumah tingkat tiga dengan warna merah tua, terlihat dua wanita paruh baya tengah bicara. "Jadi, Alan sudah tau?"


"Tidak, itu adalah Alice. Aku pikir Alan ternyata bukan, bukankah itu sangat baik?"


"Jadi menantu mu tau?"


"Sepertinya tidak, aku bisa melihat dari wajahnya." Ujar Erna dengan yakin. Setelah melihat kedatangan Alice yang membuat jantungnya hampir copot. Erna menuju kediaman temannya yang membantu dirinya.


"Jadi apa langkah mu selanjutnya?"


"Menghabisi dua burung itu, aku yakin Zoya akan menangis bahkan bisa melenyapkan dirinya sendiri."


"Jadi, mau racun lagi?"


"Tidak, aku butuh bantuan mu mencari keberadaan mereka. Aku tidak bisa karena Indra mulai curiga aku terlalu lama disini."


"Tenang saja, kau datang pada orang yang tepat. Tapi boleh ku tau, apa alasan mu?" Erna memicing sambil menggenggam gelas ditangannya dengan erat mengingat kembali.


"Karena....


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar

__ADS_1


Dan berikan hadiahnya ya


__ADS_2