Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Kembali


__ADS_3

Ruangan yang berisi ranjang cukup besar dengan hiasan kartun anak-anak ditambah dengan furnitur lainnya itu justru menjadi heboh karena tindakan pemilik kamarnya.


Penghuni lain langsung datang serta tamu yang akan segera pulang langsung kembali mendengar keriuhan yang terjadi.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" Alan melihat putranya tengah meringkuk dalam selimut pada dekapan Zoya.


"Zain mencoba mengambil itu... Dan hampir terjatuh, Mommy baru akan memeriksa tapi Zain sudah memanjat." Zian menjelaskan sambil gemetar melihat saudara kembarnya hampir terjatuh mengenai lemari yang ada di sana.


"Lampunya tidak cukup terang, jadi aku mau tambah lagi. Aku takut gelap!"


"Tidak apa, Mommy akan tambah lampunya. Jangan menangis." Zoya mengelus rambut dan menenangkan putranya, sekarang mungkin Zain menjadi phobia gelap karena kejadian itu.


Alan segera mencari bola lampu dan memasang nya segera, dibantu oleh Richard. Mereka segera memasang nya, melihat sinar yang terang membuat Zain mengeluarkan wajahnya dari selimut dan mulai tenang.


"Suka?" Zain mengangguk kecil dengan mata yang masih basah.


"Aku pikir....."


"Aku mendengar dan merasakan putraku bermasalah, jadi aku langsung tau. Aku takut terjadi sesuatu padanya."


"Sekarang ia sudah lebih baik, aku akan lebih waspada lagi, sepertinya ada phobia baru yang menghantui Zain. Kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan mengatasinya segera."


Alan melangkah masuk melihat wajah Zain yang mulai terlelap, masih ada bulir keringat di wajahnya. Putranya itu pasti merasa ketakutan akan kegelapan karena penyekapan dan juga aksi yang hampir membuat nyawanya melayang.


"Daddy janji akan sering menemui kalian berdua. Maaf, Daddy tidak menyangka bahwa Nenek kalian sendiri pelakunya. Daddy sayang kalian dan cepat sembuh sayang." Zain menggeliat karena sentuhan Alan, meskipun ia masih belum bisa didekati seperti sebelumnya tapi Alan sudah sangat sering melihat buah hatinya masih ada dan bisa ia lihat.


Berat, tentu saja Alan rasakan. Meksipun ia ingin membawa kedua putranya bersama dengannya. Tapi ia tidak bisa egois, bagaimanapun Zoya lebih berhak dan sudah melakukan tindakan yang benar, jika mereka masih bersama maka double Z tidak aku pernah ada.

__ADS_1


"Penerbangan pagi-pagi sekali. Kami akan berangkat." Perkataan alam membuat Zoya menoleh.


"Kenapa mengambil penerbangan pagi? Aku berencana mengajak double Z mengantar."


"Mau bagaimana lagi?"


"Tidak apa, aku bisa membawa Zian." Usul Richard karena jam segitu masih gelap dan tentu Zain tidak bisa. Tadinya Zoya ingin membawa double Z mengantar kepergian mereka.


"Iya Mommy. Anggap saja aku sudah mewakili Zain."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Waktu terasa cepat, baru saja bulan menghiasi Langitan malam, sekarang tergantikan dengan ufuk yang segera muncul, udara terasa dingin. Dalam gendongan Alice, Rosa masih tertidur pulas dan Alan beserta Indra menyeret koper milik mereka dibantu Jim.


Mereka akan meninggalkan negara ini, tidak tau kapan kembali. Tapi Alan pasti akan kembali menemui kedua putranya dari melihat perkembangan mereka, negara ini menjadi kebahagiaan dan juga kehancuran bagi dirinya dan juga sang ayah.


Akhirnya mereka sampai di bandara, tak lama terlihat kedatangan Richard dengan Zian berbalut mantel cukup tebal dan segera berlari memeluk tubuh Daddy nya.


"Daddy!" Anak itu menjadi manja dan Alan menggendongnya seperti bayi koala.


"Daddy akan sering berkunjung dan mengubungi kalian. Jaga dirimu, Zain dan Mommy."


"Tentu saja, karena aku ini anak laki-laki yang akan menjadi kuat dan tameng untuk Mommy dan saudara kembar ku. Dan bukan hanya itu, aku juga menjadi kebahagiaan dan alasan kakek tersenyum." Hati Indra merasa menghangat saat melihat dan merasakan jemari kecil cucu laki-laki nya yang bermain di wajahnya.


"Ya, kalian adalah cucu Kakek! Kakek sangat bahagia!" Terkadang pemikiran, kenapa Erna begitu tega melibatkan kedua cucunya sendiri, padahal mereka sangat bersih dan apakah tidak terbesit perasaan sedikit pun saat melakukan nya.


"Aku tidak tau harus menggunakan apa lagi? Kau berjasa bagi double Z dan juga Zoya. Aku meminta jika kau memang mencintai nya jangan pernah membuat nya menangis. Dan jangan jadi seperti ku, kalau tidak aku akan mengambil mereka dengan paksa!"

__ADS_1


"Tenang saja, pernikahan kami akan segera datang begitu juga dengan senyuman Zain kembali. Kau jangan khawatir, jika terjadi sesuatu kabari aku, jangan sungkan dan juga tetap semangat dengan apa yang telah terjadi."


"Terima kasih dokter, Rosa sembuh karena mu."


"Itu karena dia sangat kuat dan anak yang manis. Dia masih tidur, aku rindu senyumannya."


"Sampai jumpa lagi." Setelah salam perpisahan itu, Zian dan Richard melihat kepergian keluarga itu.


Dan kapal besi itu terbang menuju negara dimana kisah Zoya dan Alan pernah terjalin namun berpisah dan diisi kisah yang lain.


"Ayah akan segera pulang begitu juga dengan kak Alan, dan....." Di kediaman bergaya tradisional jawa itu, terjadi aksi tatapan nyalang dan berbagai ekspresi ketiga saudara.


"Tidak mungkin! Aku tidak terima!" Pekik gadis muda itu membanting semuanya.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh



Terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak diinginkan, adalah sebuah malapetaka bagi Liana. Ia yang sudah sangat membenci Andra, harus menghadapi pria itu lagi. Nyatanya, Andra sendiri yang menjebak Liana.

__ADS_1


Apa yang akan Liana lakukan, saat mengetahui, jika pernikahan antara dirinya dan Andra adalah rencana suaminya? Akankah Liana dan Andra kembali saling mencintai seperti dulu?


__ADS_2