
Alan merasakan sentuhan yang sangat dingin dengan tubuh yang gemetar mendarat di dadanya. Ia melihat sosok yang menimpa tubuhnya dan terlihat Alice dengan tubuh gemetar dan terus meracau. "Aghh!!! Jauhkan dia dariku!" Alice berteriak takut.
Tatapan Alan langsung beralih lurus ke bawah, terlihat bola berbulu yang terus-menerus mengeong manja. "Meow..."
"Aghhh, Alan jauhkan dia dariku! Geli! Alan!" Alice terus meronta dalam dekapan Alan membuat pria itu tertawa kecil melihatnya.
Alice sangat takut dengan hewan berbulu lembut itu. Entah dari mana datangnya hewan manis ini. "Alice, tenanglah. Akan ku singkirkan, tenang ok?" Alan bangkit dengan Alice yang terus menerus menempel padanya.
Hewan berbulu itu mondar-mandir dengan menjajakan suara lembut nya. "Hewan manis, darimana kau datang?" Alan menatap hewan berbulu lembut itu, seolah mengerti hewan itu menatap balik Alan dan mengeong manja. Alice yang melihatnya langsung meringkuk di balik tubuh Alan.
"Cepat singkirkan dia Alan!"
Mungkin karena ingin mengeksplorasi kamar mewah itu, kucing itu kembali berjalan dengan kaki mungil putihnya yang membuat Alice terperanjat kaget dan langsung memanjat tubuh Alan sambil berteriak keras. "Aaaaa!!!"
Tak lama dari arah pintu terdengar langkah kaki. "Ada apa..." Alya tidak melanjutkan ucapannya melihat adegan kakak dan kakak iparnya, ia ingin keluar tapi suara mungil membuat ia berbalik.
"Astaga Awan kau disini? Aku mencarimu kemana-mana. Kau ini..."
"Singkirkan dia Alya! Bawa dia pergi!" Ujar Alice dengan menenggelamkan wajahnya pada bahu Alan.
"Kau tau, Alice takut pada hewan berbulu ini kan?"
__ADS_1
"Maaf kak, aku tidak tau dia kesini. Aku sudah mengunci pintu kamar ku saat meninggalkan nya."
"Kau memelihara nya?" Tanya Alan pada adiknya.
"Tidak, ini titipan teman. Aku hanya jaga sebentar, sudah ya. Aku akan pergi, ayo awan kita pergi." Dengan terburu-buru Alya meninggalkan kamar sepasang suami istri itu.
Pintu itu kembali menutup sempurna, tapi Alice masih saja meringkuk ketakutan. "Alice, sudah pergi," ujar Alan sambil menepuk pucuk kepala Alice.
Tidak ada jawaban, Alan mencoba lagi dan hasilnya sama. Merasa deru napas Alice di lehernya. Alan melihat wajah Alice yang sudah tertidur pulas, pria itu menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan Alice yang tidak lekang oleh waktu. "Tidak berubah." Perlahan Alan membaringkan Alice di ranjang dan menatap wajah itu.
Cantik, Alan akui hal itu. Hanya saja saat pernikahan mereka terjadi, bayangan Zoya tidak bisa lepas dari pikirannya. Alan tidak bisa melihat wajah ataupun kepribadian Alice dan perasaan wanita itu yang tulus untuk nya. "Maaf, tapi kesempatan ini akan aku perbaiki meksipun tidak sempurna. Kau wanita yang baik Alice, terimakasih untuk cinta dan kesabaran mu, aku akan membalasnya dengan baik." Untuk pertama kalinya dalam keadaan sadar Alan memberikan kecupan manis di kening Alice.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Bukannya apa-apa, tapi Richard takut Zoya berubah pikiran atau kejadian lagi ya membuat langkah penantiannya jadi terhambat.
"Mau kemana?" Tanya Rekha melihat putranya bersiap pergi di jadwal libur nya.
"Aku mau menemui double Z mam."
"Double Z atau mommy nya? Tidak ada! Menuju pernikahan kalian tidak boleh bertemu. Jika kau rindu double Z hubungi lewat kecanggihan teknologi, jangan mengelabui Mama." Wajah Richard yang tadinya berseri langsung berubah perlahan menjadi mendung.
__ADS_1
"Ayolah ma, jangankan dua Minggu. Dua hari saja aku tidak bisa." Richard menampilkan wajah kasihan nya dan melayangkan kata-kata mautnya.
"Heh? Kau sudah melajang tiga puluh tahun, dan kau masih hidup. Dua minggu kau tidak sanggup? Pokoknya Mama tidak mendengar apapun, kunci mobil mu Mama tahan. Kau tidak akan pergi ke rumah sakit untuk operasi, Mama sudah bicara mengenai hal itu. Kau akan dirumah di pingit sampai pernikahan!" Rich menjatuhkan dirinya di sofa lembut mendengar keputusan Mama nya.
"Mama! Aku...."
"Dengar, tidak ada yang boleh membiarkan Tuan muda Richard pergi keluar, dengan alasan apapun itu! Kalau sampai ketahuan, kalian akan tau akibatnya! Mengerti?" Semua pelayan diberi ultimatum dan mereka menjadi ketakutan melihat beberapa persen garangnya nyonya mereka.
Mereka melihat Richard dengan tatapan memelas dan kode minta maaf tidak bisa menolak perintah nyonya mereka membuat Richard pasrah akan kurungan dengan dalih pingit. "Mengerti nyonya." Mereka serentak menjawab dan kembali bekerja.
Richard langsung mengikuti Rekha yang menuju kamarnya dan mengambil kunci mobil serta hal yang bisa membuat putranya itu melanggar aturan. "Mama, jangan ambil, itu...."
"Diam dan patuh atau batal menikah!" Ancam Rekha membuat Richard tidak berdaya.
Bersambung.....
Jangan lupa like 👍
Tinggalkan komentar ✍️
Dan berikan hadiahnya 🎁🌹
__ADS_1
Serta favorit ❤️
Terima kasih banyak 🙏🙏