Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Benda pipih itu terlihat menyala menandakan ada panggilan, Alan yang melihatnya segera melirik dan memanggil pemiliknya. "Ponselnya berbunyi Dokter!" Tak lama Richard segera datang dan mengangkat panggilan itu. Alan tidak antusias karena menunggu kedatangan kedua putranya dan Zoya, entah mengapa belum ada tanda-tanda kedatangan mereka.


"Apa!" Ucapan Richard membuat Alan kaget bukan main, suara bass itu hampir membuat nya serangan jantung.


"Hei! Kau ingin membunuh ku ya? Suaramu keras sekali." Bukannya menjawab, Richard hanya diam dengan deru napas beratnya.


"Ada apa? Kau ada operasi, kalau iya pergilah. Aku...."


"Ikut denganku!" Alan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Richard ditambah dengan tindakan pria itu tergesa-gesa.


"Kau ini kenapa? Aku akan menunggu....."


"Zian di rumah sakit!" Mendengar nama putranya membuat Alan langsung bangkit tanpa memperdulikan lukanya yang masih basah.


"Ada apa dengan putraku?" Richard tidak menjawab, ia memberikan tatapan agar mereka segera pergi menuju rumah sakit.


Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bicara. Alan merasa gelisah karena putranya berada di rumah sakit, apa itu alasan Zoya belum datang.


Richard tidak mengeluarkan satu pun kata, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Alan yakin putranya tidak baik-baik saja.


Rumah sakit.....


Kedua pria itu segera berlari dan mengeluarkan langkah seribu nya, hingga akhirnya mereka sampai di ruangan yang dimaksud.


Sesak napas yang dirasa karena berlari tidak membuat keduanya merasa lelah, Alan membuka pintu kaca itu perlahan. Detak jantungnya terasa cepat dan cemas, tapi ia berharap putranya baik-baik saja.


"Zian....." Alan melihat putranya terbaring dengan mata terpejam.


Ada beberapa luka di tangan dan pelipis putranya, Alan memandangi wajah putranya yang terlihat sedikit lebam. Alan mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan Zoya dan Zain.


Sayangnya tidak terlihat keduanya. "Sus...." Saat Alan memanggil suster terlihat pintu kaca terbuka menampilkan Richard dengan suster di sampingnya.


"Dokter, wanita disebelah ini datang bersama dengannya. Kondisinya cukup parah terutama tangan dan wajah." Jelas suster itu membuat Alan semakin khawatir dan segera menyusul membuka tirai itu dan...


"Zoya!"


"Obati luka mu. Lukanya terbuka kembali." Akhirnya Richard bicara melihat Alan yang bersandar pada dinding setelah melihat sosok wanita yang terbaring itu.


"Dimana Zoya dan Zain?" Tanya Alan.

__ADS_1


"I....." Percakapan kembali terputus ketika suster datang membawa kabar.


"Dokter, pasien sudah sadar!" Richard segera menyusul dan terlihat mata yang merah dengan luka di kening itu langsung memandang Richard dan berucap lirih.


"Selamatkan Zoya dan Zain. Mereka dibawa pergi, aku tidak tau..... Tolong!"


"Apa yang terjadi! Katakan!" Alan menjadi histeris dan mencengkram tangan Jili.


"Hentikan! Kau menyakitinya!" Richard dibantu suster itu menjauhkan Alan.


Jill meringis dengan luka ditangannya yang dicengkeram erat. "Dimana mereka?" Alan terus mencerca.


"Jili, katakan apa yang terjadi?" Tanya Richard yang membuat Jili mengambil napas sejenak.


"Sehabis kau menelpon, Zain ingin buang air kecil. Zoya meminta ku berhenti di minimarket, ia menemani Zain ke toilet. Sedangkan aku bersama Zian. Awalnya tidak ada masalah, bahkan Zoya dan Zain terlihat kembali. Aku.... Aku segera menyalakan mesin mobil, tapi.....


Flashback on


Mobil Alphard bewarna hitam itu meluncur dan berhenti di hadapan Zoya dan Zain. Zoya tidak siap ketika orang-orang itu membawa putranya.


"Mommy!"


Jili yang melihatnya temannya butuh pertolongan langsung mengambil linggis yang berada di mobilnya. "Zian, tetap disini ok!" Jili segera keluar meskipun terdengar teriakkan dari Zian.


Sayangnya ketika ia membuka pintu mobil, dua orang berpakaian hitam menyerang dengan memecahkan kaca mobil mengakibatkan pecahan kaca mengenai mereka berdua bukan hanya itu, keduanya mencoba mengambil Zian.


"Bibi!"


Jili yang masih sadar, memukulkan linggis itu hingga pria itu berteriak dan membuat Zian terlepas. "Biarkan saja yang itu! Pukul keduanya dan kita segera pergi! Orang-orang akan datang! Ayo!" Melihat sekeliling keduanya langsung pergi dengan serangan terakhir sebuah peledak kecil diarahkan ke mobil Jili mengakibatkan ledakan yang membuat keduanya terluka.


Orang-orang mulai berdatangan dan mobil Alphard itu sudah pagi membawa Zoya dan Zain. Jili memeluk Zian dengan posisi mereka tergeletak di jalan dan terluka, perlahan kesadarannya menghilang disertai dengan orang-orang yang menolong.


"Maaf....." Hanya itu yang Jili ucapakan disertai matanya yang perlahan tertutup karena reaksi obat.


"Selamat siang, kami dari pihak kepolisian yang menangani kasus ini." Terlihat dua polisi datang ke ruang perawatan.


Tanpa ba-bi-bu Alan segera bangkit dan menatap dengan amarah. "Siapa pelakunya? Apa sudah tertangkap! Hah!"


"Tenang tuan....."

__ADS_1


"Putraku diculik, istri ku juga! Kalian bilang tenang!"


"Rekaman cctv..." Richard mendengar penuturan Alan, tapi pria itu memilih tenang meskipun hatinya tak karuan.


"Ya, kami sudah periksa karena itu kami kemari. Sepertinya ini sangat terorganisir, para pelaku mengunakan masker. Kami ingin mengumpulkan keterangan dari saksi mata. "


"Ia baru saja tertidur. Mungkin nanti, apa tidak ada petunjuk?"


"Hanya peledak dan rekaman cctv. Untuk sementara hanya itu, kami akan kembali." Keduanya pergi meninggalkan dua pria dengan perasaan tak menentu.


"Mas, akan menemukan kalian." Sedangkan Richard terlihat keluar, Alan tidak peduli ia akan mencari dua kepingan hati nya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Bagaimana?"


"Beres Madam! Kami membawa nya diluar jangkauan."


"Bagus! Tunggu aba-aba berikutnya."


"Baik Madam." Panggilan terputus, di bangunan yang luas itu terlihat Zoya dan Zain masih belum sadarkan diri.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author, ceritanya seru loh!



Sebuah kejadian yang membuat seorang Anaya Putri (23tahun) harus hamil tanpa seorang suami. Naya harus merelakan kehormatannya ketika insiden tidak disengaja yang ditimbulkan karena salah alamat dan menjadi cinta satu malam bersama dengan pria asing.


Naya hidup sebatang kara, dia harus melahirkan, membesarkan dan merawat anaknya. Saat sang anak sudah besar, ternyata dia memiliki sifat yang sangat genius dan berusaha menyatukan kedua orangtuanya.


Mampukah Anaya menjalani kehidupannya?

__ADS_1


Akankah kebahagiaan menyapanya di akhir kisah nanti? Dan siapa pria yang sudah membuat Naya menjadi berbadan dua?


__ADS_2