Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Pertemuan


__ADS_3

Sesaat rasanya waktu terhenti, hembusan angin yang menerpa tidak membuat mereka terganggu. Alan memeluk erat tubuh yang ia rindukan, sangat ia rindukan.


Bahkan ia tidak membiarkan Zoya bergerak dari pelukannya, jantung keduanya berdetak kencang seolah saling menyahut satu sama lain dan memainkan nada pertemuan. "Aku sangat merindukanmu, aku senang bertemu dan aku ingin memelukmu erat-erat." Zoya masih belum bicara, kejadian yang begitu cepat dan berpengaruh besar terhadap nya saat ini membuat otaknya tidak berfungsi.


"Kau kemana saja?" Alan mengelus rambut hitam sebahu Zoya begitu candu untuknya, menghirup aroma wewangian yang masih sama.


Alan terkejut saat merasakan Zoya melepaskan pelukannya, matanya mengisyaratkan pertanyaan. Zoya mencoba menatap mata yang masih mendamba dan memperlihatkan cinta di sana untuknya. Tidak, ia tidak boleh lemah! 'Aku tidak boleh lemah! Ingat Zoya, ingat!'


"Sayang.....


"Lepas!" Alan cukup terkejut karenanya.


"Sayang, kau tidak rindu padaku? Aku sangat senang bertemu kembali dengan mu sayang." Alan masih mencoba menggenggam tangan Zoya meksipun wajah cantik itu berpaling darinya.


"Tidak, karena semuanya sudah berakhir. Sudah berakhir, tidak lupa kan?" Berakhir? Alan tidak suka kata itu keluar dari bibir kecil itu.


Zoya tersentak saat merasakan Alan menghimpit dirinya dan mengeluarkan tatapan tajam matanya. "Tidak ada yang berakhir? Apa maksudnya, kau pergi meninggalkan ku dan semuanya berakhir begitu? Jangan bercanda sayang, aku tidak suka lelucon ini!"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Hahahaha!" Tawa menghiasi ruangan VVIP itu, terlihat double Z tengah bersama gadis kecil yang terbaring duduk di ranjang rumah sakit ditemani oleh Richard. "Itu lucu sekali. Dan kalian membuat ku bingung dengan wajah kalian yang begitu mirip." Ujar Rosa dengan menara bak pinang dibelah dua dihadapannya itu.


"Karena kami memang mirip, semuanya juga tau." Ujar Zian.


"Apa masih sakit?" Tanya Zain sambil melirik gips yang terpasang di kaki kecil Rosa.

__ADS_1


Rosa menggeleng kecil, dan tersenyum menampilkan deretan gigi miliknya. "Tidak juga, tapi sedikit ngilu seperti letupan popcorn saat dimasak. Terkadang juga gatal, tapi semuanya jadi hilang karena tangan ajaib Papa ku." Rosa begitu antusias mengatakannya dihadapan double Z yang mendengarnya dengan seksama.


"Papa?" Ulang Zian dengan respon kepala Rosa langsung mengangguk cepat.


"Apa seperti sihir Mommy? Karena Mommy kami memiliki keajaiban. Ia bisa melakukan apapun dengan penuh kejutan, benar kan Paman?" Richard tersenyum manis mendengar pertanyaan Zain padanya.


"Tentu saja, itu tepat sekali." Rosa yang melihat interaksi dihadapannya menjadi bertanya tanya.


"Paman? Apa dokter ini bukan Daddy kalian?" Hening seketika, Richard menunggu respon si kembar padanya, sedangkan si kembar sendiri terlihat berfikir.


"Bukan, Daddy kami sedang di suatu tempat. Nanti akan datang kemari menemukan kami. Seperti permainan petak umpet. Kalau ini Paman dokter yang baik dan tampan." Senyum kecil di wajah Richard terbit mendengar ucapan yang keluar dari double Z.


Tak lama pintu terbuka menampilkan seorang suster ingin menemui Richard. "Dokter, seorang pasien membutuhkan anda di ruangan sebelah." Lapornya yang langsung ditanggapi Richard.


"Paman pergi sebentar, jangan kemana-mana Ok?" Ujar Richard dibalas dengan anggukan serempak.


"Kenapa begitu?" Tanya double Z yang begitu penasaran.


"Karena mereka menyayangi ku, menjaga ku ketika orang tua ku pergi. Mereka cemas saat aku sakit, sama seperti karakter odet yang bertemu Ibu peri, ia memanggilnya dengan Ibu meskipun ia bukanlah ibunya. Begitu juga dengan Ross yang dibesarkan di sebuah pulau tanpa orang tuanya, tapi ia memanggilnya dengan keluarga. Keluarga bukan saja yang memiliki darah yang sama tapi juga perasaan yang baru, apa kalian suka dengan Paman dokter?" Double Z langsung mengangguk.


"Sayang padanya? Atau ia sayang kalian juga?" Lagi-lagi anggukan yang didapat Rosa.


"Iya, bahkan Paman dokter mengajarkan kami bersepeda, mengajak liburan dan bersama kami jika ada waktu seperti Mommy." Jelas double Z.


"Lalu kenapa panggil Paman? Tidak ada salahnya panggil Papa, tidak ada yang tidak senang karenanya. Kecuali.... Kalian tidak mau." Rosa mengakhiri pidatonya membuat dua peserta itu saling menatap dan berfikir satu sama lain.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Alice yang baru saja menutup pintu penginapan langsung disambut oleh dering ponselnya. "Halo Bu?" Mertuanya Erna tengah menghubungi nya.


"Bagaimana kabar Rosa? Aku sudah dapat kabar, jadi jangan mengelak lagi." Alice sungguh badmood sekarang, ia baru saja selesai dimarahi habis-habisan oleh Alan.


"Lima Minggu, ia akan segera sembuh."


"Aku akan kesana..... Alice yang mendengar hal itu langsung menyanggahnya dengan cepat. "Jangan Bu! Maksudnya, sudah ada aku dan Alan semuanya akan baik-baik saja. Jangan khawatir, bukankah ada Kak Aron serta yang lainnya membutuhkan ibu? Kami akan segera pulang."


"Baiklah, tapi kau harus mengawasi Alan dan Rosa, karena aku yakin saat ini kau tengah sendiri tanpa ditemani olehnya. Terus rangkai hubungan kalian, apalagi dengan situasi ini. Ingat itu Alice!" Setelah itu panggilan terputus.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Sebaiknya aku segera pergi!" Aku melangkah dengan cepat menuju rumah sakit. Sedangkan di sebuah ruangan masih terjadi aksi tarik menarik serta perdebatan yang mengandung kerinduan serta cinta didalamnya. "Katakan Zoya, kenapa kau pergi? Aku kehilangan arah tanpamu."


"Sungguh?" Alan mengangguk dengan mengelus pipi Zoya. "Kehilangan bagaimana?" Tanya Zoya lagi.


"Semuanya, kau sangat berarti bagiku." Zoya membiarkan Alan mengadu kening mereka.


"Tapi, kau terlihat baik mas. Bahkan ada sosok kecil manis di samping mu. Yang memberikan mu kembali arah dan mengisi tempat ku dan tentunya ia juga berarti bagimu." Dengan suara bergetar dan air mata yang tidak bisa ia tahan.


"Zoya..... Alan merasa pedih melihat air mata yang mengalir di wajah itu dan mendengar getaran suara serta ucapan yang tidak ia sangka.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2