
Terlihat begitu banyak bunga dan ucapan selamat atas pernikahan ini. Tidak lupa dengan wajah sepasang pengantin yang baru saja resmi menjadi suami istri seutuhnya.
Tanpa mereka sadari ada raut kebencian dan dendam yang menatap mereka terutama sang mempelai wanita. Ya, dia adalah Erna. Gadis cantik itu tidak terima dengan Pernikahan Yusuf yang memilih wanita dari kalangan biasa yang bahkan tidak ada apa-apanya dengan dia.
Erna jatuh cinta dan berpikir Yusuf juga memiliki perasaan yang sama padanya terlebih sikap nya ya lembut membuat Erna jatuh hati. Sayangnya tanpa diduga ia justru mendapatkan undangan pernikahan Yusuf dengan gadis bernama Zahra.
Berbagai pikiran licik akan segera ia luncurkan. Di kerumunan dan acara bahagia ini, Erna membawa pistol di tas miliknya, ketika ada kesempatan ia akan menembak. Sayangnya itu tidak terjadi karena...
"Kenapa kau datang sendiri? Kau tidak menghubungi ku, kita bisa pergi bersama." Ujar seorang pria.
"Aku lupa, aku pikir kau tidak datang Indra."
"Tentu saja aku pergi, ini kan pernikahan Yusuf. Kau sudah makan? Ayo kita makan dan aku akan mengantarmu pulang."
"Tidak, aku..."
"Tidak ada penolakan."
Kesal bukan main, Erna akan memikirkan nya lagi. Sayangnya ketika melakukan rencana berikutnya, Yusuf dan istrinya sudah pindah. Erna merasa sangat frustasi dan menjadi stress membuat orang-orang berpikir ia gila.
Ia terus saja memanggil nama Yusuf dan merengek pada orang tuanya. Hal itu tentu saja terdengar ke telinga indra, bagaimana pun mereka adalah teman.
__ADS_1
Indra yang memiliki rasa untuk Erna menemani wanita itu berobat, dan berniat menikahinya setelah ia sembuh nanti. Sayangnya ibunya menentang dengan keras, karena Erna yang mengalami gangguan jiwa.
"Aku akan menikahi Erna. Aku mencintai nya." Itulah yang Indra katakan pada kedua orang tua Erna membuat kedua orang itu antara senang dan ragu menerima lamaran Indra.
"Kau sudah melihat bagaimana keadaan Erna. Apa kau yakin? Lalu bagaimana dengan ibumu?"
"Aku menerimanya, aku yakin ia akan sembuh. Aku mencintai nya." Itulah yang Indra katakan, dibalik pembicaraan itu terlihat Erna yang mendengar semuanya.
Ia tau Indra memang menaruh rasa padanya tapi hatinya terpaut pada Yusuf. Indra yang selalu ada untuknya membuat Erna merasa nyaman dan menerima pinangannya.
Keduanya menikah meskipun tanpa restu ibu Indra, Erna dinyatakan sembuh. Pernikahan keduanya bahagia hingga Aron lahir. Namun, diusia pernikahan kelima mereka, Erna kembali kambuh dan hampir membuat putra mereka celaka ditambah Alan yang baru berusia 12 bulan.
Hal itu membuat Indra menjadi lebih hati-hati dan memastikan istrinya minum obat dan mendampingi istrinya. Dan berkat keyakinan Indra, Erna kembali seperti semula. Di tengah kebahagiaan itu Indra terkejut mendengar kecelakaan yang menimpa Yusuf dan istrinya padahal mereka baru saja bertemu 2 minggu yang lalu.
"Wah, aku tidak menyangka kita bertemu lagi." Indra tidak memendam kebenciannya pada Yusuf meskipun Erna mengalami depresi karena pria itu.
"Istriku baru saja melahirkan. Istrimu juga?"
"Tidak, putra kedua ku tengah sakit. Jadi kami kesini."
"Wah, kau sudah memiliki dua anak rupanya. Aku baru saja mendapatkannya, semoga putramu segera sembuh."
__ADS_1
"Selamat ya. Dan terimakasih."
"Ngomong-ngomong dimana istrimu?"
"Di toilet, putra pertama ku... Biasa..."
"Wah tampannya. Wajahnya seperti Erna ya." Indra terkekeh saat Yusuf menyadari hal itu.
"Aku sangat senang kau akhirnya mendapatkan cinta Erna." Keduanya bicara tanpa menyadari sosok yang perlahan mendekat.
"Kehidupan penuh dengan misteri ya. Padahal sebelumnya kita masih bertemu dengan mereka." Ujar Indra pada istrinya yang tengah menidurkan Alan.
"Ya, begitulah kehidupan. Semuanya mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan." Indra hanya mengerutkan keningnya mendengar penuturan sang istri.
Flashback off....
Cerita Indra membuat Manesh berpikir keras. Pria itu tidak tau banyak karena ia kembali ke negaranya bahkan sebelum pernikahan Indra. "Apa itu seperti yang ku pikirkan?" Tanyanya sendiri.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sedangkan di rumah sakit, terlihat pergerakan tangan Zoya yang membuat Richard yang tengah memeriksa riwayat pasiennya langsung terkejut. "Zee!"
__ADS_1
"Richard...." Terdengar sangat pelan, dengan segera Richard memanggil dokter yang menangani Zoya.
Bersambung.....