
Sesuai yang direncanakan, hari ini Richard membawa Zoya ke rumahnya menemui sang Kakek.
Terlihat mobil itu baru saja berhenti di halaman kediaman Richard disambut oleh penjaga yang membuka dan menutup pagar segera.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Richard melihat ekspresi Zoya.
"Aku sedikit gemetar.." Ungkap Zoya yang sedang menautkan kedua tangannya.
"Tenang saja, ayo masuk." Langkah Richard diikuti oleh Zoya masuk ke dalam kediamannya. Para pelayan yang sedang bekerja langsungnya mempercepat langkah mereka menyajikan makanan.
Dan seorang pelayan langsung naik ke atas menuju ruangan yang terlihat pria tua sedang membaca buku. "Salam Kakek, Tuan Richard sudah datang." Tidak ada senyuman atau ekspresi apapun. Kakek Gujarat itu langsung melangkah keluar menuju ruang tamu.
Rekha yang melihat putra dengan wanita idamannya tersenyum menuju mereka. "Kalian sudah sampai rupanya."
"Salam Bibi." Ujar Zoya dengan menangkupkan tangannya.
"Kau terlihat cantik sekali dengan pakaian ini. Apa Richard yang membantu mu?" Tanya Rekha melirikku penampilan Zoya dengan pakaian selutut dipadukan dengan celana gembong bewarna senada.
"Seperti wanita asal kita." Suara itu berasal dari tangga membuat ketiganya langsung menoleh.
"Kakekku." Ucap Richard yang membuat perasaan Zoya sedikit cemas.
Senyum Zoya keluarkan dan perlahan ia mendekat meminta restu seperti yang ia ketahui asal Kakek Richard. "Salam Kakek."
"Duduklah." Richard memberikan kode pada Zoya segera duduk. Dapat Zoya lihat pria tua itu memiliki hidung yang sangat mancung, bermata coklat hazel serta rambut yang memutih ditambah dengan tongkat di tangannya.
__ADS_1
"Kakek, ini Zee. Wanita yang aku katakan pada mu."
"Ya, cantik. Terlihat memenuhi syarat ku." Senyum Richard mengembang sedangkan Zoya hanya diam tak tau bicara apa.
"Sungguh?"
"Jangan senang dulu Richard! Tinggalkan kami berdua, aku ingin...."
"Kek? Tapi.."
"Hei, iya atau tidak?" Richard terlihat keberatan akan hal itu Rekha yang mengerti putranya tidak setuju langsung memberitahukan pengertian.
"Mama tapi itu..."
"Tidak apa, lagipula mungkin Kakek ingin bicarakan yang lain. Bukankah kau bilang ada pasien yang menunggu sebentar? Kenapa tidak kesana dulu." Usul Zoya.
Diantar oleh Rekha sekarang hanya tersisa Zoya dengan Kakek. "Dia lebih mendengarkan dirimu dibandingkan aku dengan Mamanya sendiri. Kau melakukan sihir?" Zoya menanggapinya dengan senyuman kecil.
"Sihir cinta Ayah!" Terdengar suara Rekha yang menimpali perbincangan keduanya.
"Putramu itu sudah pergi?"
"Iya, dia sudah pergi."
Sebelum melanjutkan pembicaraan, kakek meminum teh yang berada di hadapannya."Kau berasal dari mana?"
__ADS_1
"Indonesia." Jawab Zoya.
"Aku berkata jelas dan terbuka saja. Aku memilih wanita yang terbaik untuk menjadi istri Richard dan menantu keluarga kami. Mungkin orang tuanya dan yang lainnya menerima dirimu tapi aku memiliki penilaian sendiri."
"Iya aku bisa mengerti. Siapapun akan memilihkan wanita terbaik untuk putra mereka."
"Aku dengar kau sudah menikah sebelumnya, apa kau memiliki anak dari pernikahan itu? Aku ingin kau menjawabnya dan jawaban mu akan menjadi penilaian bagiku."
Mendadak wajah Rekha berubah dan Zoya terdiam sejenak sebelum berbicara.
"Aku....
๐๐๐๐๐
Sejak perdebatan dirinya dan Zoya Alan tidak menemui wanita itu ataupun putranya. ia memilih untuk menghubungi lewat panggilan saja atau video.
Perasaannya tidak tenang sebelum ia mendapatkan sesuatu dari alasan kepergian dan ucapan Zoya. Bahkan ditengah dekorasi dan persiapan ulang tahun putrinya ia tidak tidak ikut serta karena pikirannya melalang buana.
Hingga sebuah notifikasi membuat ia sadar dan segera membukanya karena dari Jim.
Bersambung......
Jangan lupa like๐
Tinggalkan komen๐
__ADS_1
Berikan hadiah๐
Dan favorit โค๏ธ ya terimakasih banyak