Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Sosok Pengganggu


__ADS_3

Jam terus berdetak menampilkan pukul sepuluh, tapi mata indah itu masih belum ingin menutup. Ia masih duduk menatap jendela dengan langit yang bertabur bintang. Setelah pembicaraan tadi, ia berpikir akan banyak hal.


'Dengar sayang, ibu tidak berniat mendoakan tapi pastinya ada seseorang yang merasa tidak suka akan keputusan pengadilan yang menghukum mantan mertua mu nak. Bisa saja dendam yang belum usai itu kembali menyulut tanpa sepengetahuan siapapun. Coba pikirkan dan tanya pada hatimu, ibu akan menunggu keputusan mu.' Setelah mengatakan itu, Rekha pamit pulang.


Zoya teringat akan Richard, senyum pria itu caranya bicara dan sikapnya serta kedekatannya dengan double Z. Zoya sudah merasakan sesuatu untuk Richard dan ia tidak menampik akan itu, berbagai pertimbangan sudah ia lakukan dan kembali ia pikirkan dengan matang.


Malam ini, ia akan berpikir untuk rencana kedepannya dan tidak ingin menggantung hubungan ini lagi, Zoya melihat kearah kedua putranya ya terlelap.


Sedangkan disisi lain, mobil yang dikendarai Richard baru saja memasuki kediaman nya, pria itu sudah disambut oleh Rekha dengan lampu yang temaram. "Kenapa terlambat? Ada operasi?" Tanya Rekha pada putranya.


Richard menghampiri mama nya sambil menenteng jas kebanggan miliknya. "Tidak Mama, aku hanya memeriksa beberapa laporan dan ada konsultasi tadi."


"Jangan terlalu keras, kau bisa sakit." Richard adalah putra semata wayangnya, tentu ia tidak ingin putranya itu sakit dan terlalu gila kerja.


"Obatnya sudah ada, aku tidak khawatir. Lagipula aku tau batasan ku ma, jangan khawatir akan putramu ini." Richard menggenggam tangan Rekha dan tersenyum.


"Apa Zee menghubungi mu atau sebaliknya?"


"Ya, seperti biasa. Aku tadi menelpon double Z juga. Mama kenapa belum tidur? Apa papa tidak pulang?"


Rekha menggeleng kecil. "Papa mu sudah tidur, Mama belum mengantuk sebelum melihat mu."

__ADS_1


"Sudah malam, dan aku sudah pulang. Sekarang mama tidur dan aku juga, selamat malam Mama." Tak lupa Richard memeluk Mama nya dan segera ke kamar.


Wanita itu mengelus sayang rambut putranya yang sudah besar dan tinggi melebihi nya. "Semoga penantian mu segera berakhir nak "


Sinar surya menyapa dan membuat orang-orang kembali beraktivitas. Hari ini sudah memasuki bulan baru dan juga rencana yang baru, terlihat sosok pria dengan pakaian olahraga nya tengah berhenti di depan pintu bercat putih itu.


Sorak gembira langsung terdengar ketika pintu baru saja terbuka. "Papa datang!" Hari ini double Z dan Richard akan berolahraga santai menikmati pagi mereka.


Zoya juga sudah bersiap dengan sepatu olahraga nya dan mereka menuju taman untuk berolahraga bersama.


Senyum double Z sudah terkembang apalagi Zain yang sudah kembali bersikap normal kembali. Selain berlari kecil, mereka juga bersepeda bersama, hingga ketika dirasa cukup. Mereka duduk santai di bawah pepohonan seperti keluarga yang lain.


"Ada apa?" Tanya Richard yang menyadari tatapan Zoya padanya.


"Aku tau, aku tampan." Tatapan Zoya berubah menjadi kekehan untuk kepercayaan diri Richard.


"Dasar! " Zoya mengambil jus untuk membasahi kerongkongan nya yang ingin bicara menyampaikan sesuatu.


"Richard, aku sudah memikirkannya. Mengenai..." Tatapan Richard yang tertuju pada jalanan langsung berubah ke arah Zoya dengan serius.


"Katakan saja, aku dengar kan."

__ADS_1


"Kau sudah tahu sebelumnya. Mengenai hubungan kita, aku sudah..." Entah mengapa bibir Zoya rasanya kelu dan ia jadi lupa membuat Richard terus menggoda nya.


"Tau apa? Katakan dengan baik." Merasa jengkel karena ketidak pekaan Richard, Zoya memalingkan wajahnya.


Astaga dan mengelus dada itulah yang Richard rasakan, wanita tidak pernah salah dan justru bermain teka-teki kepada pria.


Richard tau arah pembicaraan Zoya. Ia ingin mendengar sendiri dari bibir itu, tapi sepertinya tidak akan ia dapatkan sebelum dipancing. "Kalau kau siap untuk pernikahan kita maka tatap aku!"


Ucapan itu membuat Zoya diam sejenak dengan tatapan yang masih tertuju pada kedua putranya yang asyik bermain puzzle.


"Permisi, bisa aku duduk disini? Tampan?" Entah dari mana asalnya, seorang wanita berpakaian ketat datang dan tersenyum manis kepada Richard membuat Zoya sangat jengkel.


"Ya, tentu saja. Aku....."


"Menjauh dari suamiku!" Bak harimau, Zoya memperlihatkan taring nya membuat wanita itu tersentak kaget dan begitu juga dengan Richard.


Dibalik sel tahanan itu, polisi wanita tengah membuka pintu sel dan memanggil nama tahanan. "Kau kedatangan seseorang." Tanpa berkata apa-apa, wanita dengan rambut kusut itu melangkah menemui seseorang itu dengan bertanya.


Hingga matanya yang tadi menunduk langsung terangkat memperlihatkan wajahnya membuat sosok yang mengunjungi nya terbelalak. "Apa yang terjadi?" Tanyanya mencoba menggapai wajah itu.


"Akhirnya kau datang." Hanya itu yang ia ucapkan dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


__ADS_2