
Dua hari lagi reuni sekolah Jodi dan Hara akan di adakan. Jodi pun telah berhasil mendapatkan izin dari ayah gadis tersebut. Bahkan Donny mengizinkan pemuda itu untuk menjemput putrinya, namun dengan tetap berpesan agar pemuda itu menjaga baik-baik putri satu-satunya tersebut.
Juan sudah dua hari ini tidak menemui Hara, bahkan pemuda itu juga izin dari kampusnya. Pemuda itu hanya mengirimkan pesan kepada gadisnya bahwa ada sesuatu yang harus ia selesaikan. Hara tidak bertanya apa itu, ia hanya yakin bahwa apa yang di lakukan oleh Juan pasti hal penting. Jika tidak mana mungkin pemuda itu tidak masuk kuliah.
"Ternyata upik abu akan selamanya menjadi upik abu tidak akan pernah menjadi cinderella," sindir Belinda kepada Hara. Gadis itu berpendapat Hara telah di tinggalkan oleh Juan dan sungguh ia amat bahagia melihatnya karena menurut Belinda gadis culum di hadapannya ini tidak akan pernah pantas untuk mendampingi Juan.
Hara memicingkan matanya menatap Belinda, ia tahu gadis itu pasti adalah salah satu yang menggilai Juan kekasihnya. "Aku tidak perlu menjadi cinderella untuk mendapatkan seorang pangeran karena upik abu lebih berharga daripada seseorang yang suka menjajakan tubuhnya," ucap Hara sarkas. Gadis itu memang pernah beberapa kali memergoki Belinda jalan bersama dengan pria yang usianya tiga kali lipat dari usianya.
Dan sepertinya pria-pria tersebut adalah sugar daddy Belinda.
__ADS_1
Belinda mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Hara. Ia tidak pernah menyangka bahwa gadis cupu tesebut mengetahui rahasia terdalam yang selama ini ia sembunyikan.
"Jangan mengusikku, jika kau tidak ingin semua orang di kampus ini mengetahui kelakuanmu!" ancam Hara. Ia tidak akan membiarkan dirinya tertindas oleh siapapun dan Hara tidak takut selama ia tidak melakukan kesalahan apapun.
Hara melanjutkan langkahnya memasuki kelas. Gadis itu sadar bahwa hal ini akan menjadi masalahnya setiap hari ketika ia memutuskan untuk menjadi kekasih Juan. Tetapi Hara tidak menyesalinya karena ia mencintai pemuda itu dan Hara juga sangat yakin jika Juan juga mencintainya.
Seseorang menepuk pelan bahu Hara, "Bagus aku senang bahwa kekasih sepupuku bukan gadis yang mudah untuk di tindas," ujar Nadine ikut mensejajarkan langkahnya dengan Hara. Sebelumnya gadis itu sempat melihat drama yang terjadi antara Hara dengan Belinda dan Nadine kagum dengan sikap Hara.
"Apa hari ini Juan sudah menghubungimu?" tanya Nadine saat mereka hampir tiba di depan kelas Hara.
__ADS_1
Hara menggelengkan kepalanya, pemuda itu belum menghubunginya sejak kemarin. Terakhir Juan mengirim pesan adalah dua hari yang lalu dan hingga kini belum ada kabar lagi tentang pemuda itu.
Nadine mendesah, gadis itu tidak tahu apa yang di rencanakan oleh sepupunya. Juan hanya meminta Nadine untuk mendekati Hara dan berteman dengan kekasihnya tersebut karena Juan tahu bahwa Hara tidak memiliki banyak teman akibat penampilannya tersebut.
"Apa kau tahu ia kemana?" tanya Hara yang juga penasaran kemana kekasihnya menghilang. Mereka baru saja resmi berpacaran tetapi pemuda itu telah menghilang tanpa jejak.
"Aku tidak tahu," jawab Nadine jujur. "Tapi mungkin kita bisa mencari tahu," ucap Nadine memberi usul kepada gadis itu agar mereka dapat mencari Juan.
Hara pun mengangguk, ia menyetujui usul sepupu kekasihnya tersebut.
__ADS_1
"Baiklah nanti pulang kuliah aku tuinggu di tempat parkir," ujar Nadine yang kembali di jawab dengan anggukan kepala Hara. Mereka pun kemudian berpisah untuk menuju kelasnya masing-masing.