
Yang kau butuhkan adalah seseorang yang tidak harus mengatakan dia mencintaimu agar engkau merasa dicintai. Dalam cinta, tindakan lebih penting daripada kata-kata yang hanya manis.
~Ay Alvi~
"Aunty tidak perlu seperti itu," kata Hara, gadis itu tersipu malu dengan wajah yang semakin memerah. Ia menolak keinginan Via untuk merayakan hubungannya dengan Juan. Toh ini semua hanya pura-pura, jadi untuk apa harus seperti itu.
"Apa yang Mommy katakan benar sayang," ucap Juan mendukung apa yang di katakan oleh ibunya.
Hara memutar bola matanya malas, ternyata Juan memang sangatlah pandai berpura-pura. Gadis itu merasa ia harus menyiapkan diri agar nantinya tidak terbawa perasaan yang akan membuat Hara sakit hati tentunya.
"Selamat pagi!" sapa dokter William ramah, pria itu datang bersama dengan dua orang perawat di belakangnya untuk memeriksa keadaan Hara dan memastikan bahwa gadis itu telah membaik keadaannya.
"Pagi Dok!" jawab Via dan Hara sopan, sedangkan Juan hanya melengos membalikkan tubuhnya melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Bagaimana perasaan Anda hari ini Nona?" tanya dokter William sembari memeriksa semua bagian tubuh Hara yang terluka.
"Sudah lebih baik Dok," jawab Hara riang, gadis itu tersenyum menanggapi dokter William yang memang ramah.
Dokter muda itu membalas senyum Hara dengan senyuman manisnya, ia dengan seksama memeriksa seluruh luka gadis itu yang memang tampaknya sudah membaik.
Mungkin hanya luka bekas operasi pengangkatan peluru yang masih terlihat parah, selebihnya luka yang di alami gadis itu telah membaik.
"Apakah Hara sudah bisa pulang Dok?" tanya Via kepada William, wanita setengah baya itu ingin segera membawa gadis di hadapannya untuk pulang, agar mereka bisa merayakan hubungan Juan putra bungsunya dan juga putri dari sahabatnya tersebut.
"Maaf Nyonya, untuk saat ini saya belum dapat mengizinkan nona Nikki Hara Syahputra untuk pulang," jawab dokter William menyatakan penyesalannya karena tidak dapat mengabulkan keinginan Via.
"Tapi, saya sudah merasa lebih baik Dok," ucap Hara kukuh, gadis itu tidak ingin berlama-lama berada di rumah sakit.
__ADS_1
Dokter William tidak menjawab, pria muda itu hanya tersenyum dan melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Masih butuh sekitar satu minggu lagi untuk agar luka tembak yang nona alami membaik," jelas salah seorang perawat yang ikut membantu dokter William.
"Apa?! Luka tembak?!" tanya Via tak yakin dengan apa yang baru saja di dengarnya, wanita itu memang belum tahu apa yang menyebabkan Hara masuk rumah sakit.
Via pikir gadis itu hanya terluka karena kecelakaan motor yang di sebabkan oleh kelalaian Juan. Namun, betapa terkejutnya wanita itu begitu mengetahui bahwa Hara terluka akibat tertembak. Via pun semakin marah pada Juan yang tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
"Iya, benar Nyonya. Nona Nikki Hara Syahputra terkena luka tembak di punggungnya," jelas dokter William
"Maka dari itu dengan sangat menyesal saya belum dapat mengizinkan nona Hara untuk pulang," tambah dokter William.
"Baiklah, saya mengerti Dok. Tolong usahakan yang terbaik untuk proses penyembuhan Hara," sahut Via melirik ke arah Hara yang kini tengah menunduk karena merasa bersalah. Gadis itu tahu bahwa Via pasti akan marah pada Juan karena pemuda itu tidak mengatakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi.
"Baik Nyonya, kami akan mengusahakan yang terbaik untuk putri Anda," jawab dokter William menyangka Via adalah ibu kandung dari Hara karena terlihat jelas bahwa wanita itu sangat menyayangi gadis yang kini ada di hadapannya.
Hara membalas perkataan dokter William dengan anggukan dan senyuman karena tidak ingin berlama-lama berada di rumah sakit, gadis itu akan menuruti semua yang di pesankan dokter dan para perawat agar ia lebih cepat keluar dari tempat tersebut.
"Hara!" panggil Via lembut, ia tahu gadis tengah ketakutan karena tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Via.
"Ya Aunty," jawab Hara masih dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap Via.
"Bisakah kau menceritakan yang sebenarnya?" Via bertanya dengan pelan, ia tidak mau menakuti Hara karena bagaimanapun juga apa yang terjadi bukanlah kesalahan gadis itu.
Hara hanyalah seorang korban dan yang menjadi tersangka utamanya sudah tentu adalah Juan putra bungsunya. Via tahu ia harus memberi pelajaran pada Juan, anak bungsunya itu selalu saja menciptakan masalah dan yang membuat Via bertambah kesal adalah kali ini Juan melibatkan Hara bahkan hingga menyebabkan gadis itu terluka.
"Biar aku yang menjelaskan Mom." Juan yang menjawab pertanyaan Via, pemuda itu telah mendengar tentang percakapan mereka dari dalam toilet yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Sebaiknya begitu karena Mommy membutuhkan penjelasan untuk semua kebohongan yang kau lakukan!" balas Via sarkas, wanita itu kecewa karena sang putra bungsu telah berani membohongi dirinya.
"Bisakah kita bicara diuar Mom?" tanya Juan meminta pada sang bunda untuk tidak membahasa masalah ini di depan Hara.
"Baiklah, sebaiknya kau punya hal bagus untuk bisa menjadi alasan." Via masih berkata dengan kesal, wanita itu benar-benar marah pada Juan.
"Aunty pergi dulu sayang," pamit Via pada Hara mengecup puncak kepala gadis itu dengan lembut. Ia tidak menyalahkan Hara karena yang mengajak gadis itu pergi adalah Juan. Sudah tentu tanggung jawab pemuda itu harus menjaga keselamatan Hara.
"Ya Aunty," jawab Hara pelan, ia masih merasa tidak enak karena telah menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
Hara menatap Juan yang berdiri di belakang Via, seolah ia takut pemuda itu akan terkena masalah karena keadaannya.
"Tenang saja, aku akan menjelaskan semuanya pada Mommy," ucap Juan seolah mengerti apa yang ada di dalam pikiran gadis itu. Juan pun mengusak rambut Hara, kemudian bergegas menyusul ibunya yang telah lebih dahulu keluar dari kamar tersebut.
Sementara itu, anak buah yang di perintahkan oleh Juan ternyata membawa Emily pergi dari gudang tempat gadis itu di sekap. Mereka membawa gadis itu sedikit lebih jauh lagi di luar kota New York.
Gadis itu di bawa dengan tangan terikat dan mata tertutup sehingga ia tidak dapat mengetahui akan di bawa kemana oleh kedua orang tersebut.
Emily di bawa ke ruang bawah tanah yang terdapat di dalam sebuah menara yang tidak terpakai. Setelah gadis itu tiba di sana, mereka segera membuka penutup mata Emliy dan juga ikatan yang membelenggu tangan gadis itu. Selesai dengan pekerjaannya mereka meninggalkan Emily sendirian di sana.
Kedua orang itu pergi lalu mengunci pintu dari luar meninggalkan Emily sendirian di sebuah ruangan yang hanya di terangi oleh cahaya lilin dengan sebuah alas tidur yang tampak lusuh dan kotor.
*****
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.
__ADS_1
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘