Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Siapa kau???


__ADS_3

Jangan pernah berniat untuk membuat orang jatuh cinta kepadamu jika dirimu sendiri masih belum bisa memberikan sepenuh hatimu kepadanya karena sungguh cinta secara sepihak itu sangat menyesakkan.


~Ay Alvi~


"Kita hanya kekasih pura-pura, jadi untuk apa mencampuri urusan masing-masing." Hara kembali melenggang meninggalkan Juan.


Juan menatap kepergian Hara, pemuda itu tahu ada hal yang di sembunyikan oleh Hara yang membuat gadis itu tidak ingin urusan pribadinya di ketahui olehnya. Maka dari itu, mulai saat ini ia akan menyelidiki gadis itu diam-diam.


Hara kembali melanjutkan langkahnya dan seperti kemarin gadis itu memilih tempat yang ia datangi bersama William yaitu taman. yang terdapat di atap rumah sakit.


Gadis itu kembali duduk di kursi taman, menengadahkan kepala, memicingkan mata ke arah matahari yang mulai meninggi. Hara teringat akan sang ayah, sudah lumayan lama gadis itu tidak bertemu Donny ayah kandungnya.


Sejak dokter kandungan itu di tugaskan di Afrika, Hara belum lagi berjumpa. Sudah tiga bulan kiranya mereka hanya saling menyapa kabar lewat telepon atau juga video call. Kini, di saat-saat seperti ini, gadis itu merasakan kerinduan kepada sang ayah.


Namun, Hara juga tidak mau membuat Donny khawatir. Gadis itu tidak bercerita tentang musibah yang menimpanya. Bahkan saat sang ayah menghubunginya, Hara memilih untuk berbohong karena tidak ingin pria yang paling di sayanginya dalam hidupnya itu bersedih.


Hara sangat menyayangi sang ayah karena hanya pria itulah satu-satunya yang ia miliki setelah sang ibu meninggal belasan tahun silam. Tanpa terasa bulir-bulir bening pun mengalir membasahi pipinya. Gadis itu menangis dalam diam.


"Ada apa? Aku minta maaf jika ada perkataanku yang menyinggung perasaanmu," ucap Juan menyodorkan sapu tangan miliknya kepada Hara.


Hara menoleh kemudian menerima pemberian Juan untuk menyeka air matanya.


"Tidak ada yang salah denganmu," jawab Hara setelah agak tenang.


"Aku hanya merindukan Papi," ucap Hara menjelaskan apa yang membuatnya menangis.


Juan meraih kepala gadis itu kemudian merebahkannya di bahunya.


"Jika kau merindukannya, kita bisa pergi ke sana," ucap Juan mencoba memberi penghiburan pada gadis yang masih tampak bersedih itu.

__ADS_1


Hara mengangkat kepalanya dari bahu Juan, gadis itu tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya. Benar apa yang di katakan oleh pemuda itu. Jika ia merindukan sang ayah, ia dapat pergi untuk mengunjungi pria itu.


Namun, biaya yang di butuhkan untuk pergi ke Afrika tidaklah sedikit. Untuk itu, Hara bertekad harus memenangkan lomba agar hadiahnya bisa ia gunakan untuk biaya perjalanan menemui sang ayah.


"Ayo kembali ke kamar," ajak Hara pada pemuda yang masih menatapnya itu.


Juan mengangguk kemudian pemuda itu mengikuti langkah Hara pelan-pelan. Ia mengamati gadis itu dari belakang. Semakin ia memperhatikan gadis itu, Juan semakin teringat akan sosok seseorang. Namun, tak dapat ia jelaskan siapakah sosok yang mirip dengan Hara.


Selama ini, ia tidak terlalu memperhatikan gadis-gadis yang dekat dengannya termasuk Hara. Akan tetapi, kini siluet gadis itu bahkan cukup membuatnya penasaran karena mengingatkan Juan akan seseorang.


Tiba-tiba Juan menarik pelan tangan Hara yang telah berjalan mendahuluinya membuat gadis itu hampir saja terjatuh ke dalam pelukan Juan.


"Katakan padaku siapa kau sebenarnya?" tanya Juan menatap lekat-lekat Hara, pemuda itu benar-benar penasaran karena gadis tersebut terlalu mirip dengan seseorang.


"Apa maksudmu?" tanya Hara tak mengerti pertanyaan Juan, gadis itu menghempaskan tangan pemuda yang kini tengah mencengkeram lengannya.


Hara terkejut dan juga bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan Juan. Untuk saat ini gadis itu tidak mungkin membocorkan identitasnya. Apalagi mereka akan segera menghadapi balapan, Hara tidak ingin Juan mengacaukan rencananya untuk dapat mengikuti lomba.


"Aku Hara!" tegas gadis itu membelalakkan matanya membalas tatapan galak Juan.


"Apa ada yang salah dengan otakmu Juan, sehingga kau masih bertanya siapa aku?" tanya Hara sarkas, gadis itu berusaha agar Juan tidak curiga dan juga terus bertanya tentang siapa dirinya.


"Aku yakin kau menyembunyikan sesuatu," ucap Juan kembali memegang tangan Hara dan memutar tubuh gadis itu serta mengamatinya dari atas hingga ke bawah, dari depan hingga ke belakang.


Pemuda itu yakin betul bahwa ada seseorang yang serupa dengan gadis yang kini ada di hadapannya. Namun, sayangnya ia tidak ingat siapa gadis yang mirip sekali dengan Hara.


"Apa-apaan sih?!" tanya Hara kesal, kembali gadis itu menghempaskan tangan Juan dan berlalu pergi meninggalkan pemuda yang masih berpikir keras.


Hara memegangi dadanya dengan kedua tangan. Jantungnya hampir saja melompat saat Juan menanyakan tentang siapa dirinya. Untung sekali pemuda itu tidak mengingat tentang nama depannya. Jika saja Juan ingat mungkin pemuda itu akan terus mendesak dirinya

__ADS_1


Bersyukur Hara, selama ini Juan selalu di kelilingi banyak gadis-gadis. Jadi satu gadis seperti Nikki saja tidak akan mudah untuk ia ingat. Apalagi mereka belum pernah bertatap muka secara langsung sehingga Juan tidak dapat mengenali dirinya ketika ia berganti identitas sebagai Nikki.


Penampilan Nikki memang berbeda dengan Hara. Gadis itu selalu tampil sporty dan juga energik. Bahkan busana yang di kenakan oleh keduanya juga sangat berbeda. Hara lebih terkesan lembut dan juga feminim, di tambah kacamata dan rambut yang selalu di kuncir kuda membuat gadis itu terlihat culun dan tidak menarik. Akan tetapi, penampilan inilah yang membuat Hara nyaman.


Tidak banyak lelaki yang melirik dan memandangnya jika ia berpenampilan sebagai Hara. Berbeda saat ia menggunakan identitas sebagai Nikki, kebanyakan dari pria memandangnya dengan tatapan lapar karena boleh di bilang bentuk tubuh gadis itu begitu proporsional sehingga membuat Hara merasa tidak nyaman.


"Oh, maaf Dokter," ucap Hara ketika menubruk tubuh dokter William saat gadis itu tengah berjalan dengan terburu-buru untuk kembali menuju kamarnya.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau begitu terburu-buru?" tanya dokter Wanita menahan lengan Hara karena gadis itu hampir saja terjatuh akibat bertubrukan dengannya.


"Tidak apa-apa dok, aku hanya ingin cepat-cepat tiba di kamar," jawab Hara dengan nafas tersengal-sengal.


Dokter William menautkan kedua alisnya begitu mendengar jawaban dari gadis yang menjadi pasiennya tersebut. Ia sedikit curiga karena sepertinya gadis itu tengah menghindari sesuatu.


"Apa kau yakin?" tanya dokter William tak percaya pada jawaban yang di berikan oleh Hara.


"Yakin Dok, kalau begitu aku permisi kembali ke kamar," jawab Hara sekaligus pamit kepada William.


"Jangan ragu-ragu untuk memberitahuku jika ada apa-apa, Aku siap membantumu," ucap dokter William menawarkan diri kepada Hara.


"Dia tidak membutuhkannya dokter, apa kau lupa jika nona yang ada di hadapanmu ini telah memiliki kekasih," sahut Juan sebelum Hara menjawab pemuda itu tiba-tiba saja datang dan segera merangkul bahu kekasihnya di hadapan William.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2