Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Kondisi Juan


__ADS_3

Salah satu momen paling bahagia dalam hidup adalah ketika kamu menemukan keberanian untuk melepaskan apa yang tidak bisa kamu ubah.


~Ay Alvi~


"Selamat Hara," ucap Jodi setelah gadis itu membuka helm yang di kenakannya. Namun, Hara tidak menanggapi ucapan selamat dari Jodi. Gadis itu segera berlari ke belakang menuju tempat Juan kecelakaan.


"Juan!" teriak Hara saat melihat pemuda itu tengah di angkat di atas tandu. Air mata mengalir di pipi gadis itu begitu melihat keadaan Juan yang mengenaskan.


"Permisi Nona, apa Anda keluarganya?" tanya seorang petugas medis yang membawa Juan masuk ke dalam ambulans.


"Iya saya keluarganya," jawab Hara dan Farrel berbarengan, mereka berdua sama-sama mengkhawatirkan keadaan pemuda yang saat ini tengah tidak sadarkan diri itu.


"Saya minta satu orang saja ikut di dalam ambulans," ucap si petugas medis meminta salah satu dari mereka untuk mendampingi Juan.


"Sebaiknya kau hubungi Uncle Ziga, biar aku yang menemani Juan," putus Hara, gadis itu ingin berada di samping Juan.


"Tapi ... kau siapa?" tanya Farrel keheranan, ia tidak mengenali Hara karena saat ini penampilan gadis itu sungguh berbeda.


Hara memutar bola matanya malas, gadis itu tidak menjawab pertanyaan Farrel. Ia memilih segera masuk ke dalam ambulans yang akan membawa Juan ke rumah sakit. Farrel masih terpaku di tempatnya, ia bingung dengan apa yang terjadi. Pemuda itu keheranan mengapa lawan Juan di lintasan saat ini malah ikut mengantar pemuda tersebut ke rumah sakit.


"Dia adalah Hara," ucap Jodi menepuk bahu Farrel mengagetkan pemuda itu.


"Hara?" ulang Farrel tak sepenuhnya yakin apa yang di katakan oleh Jodi karena penampilan Hara tidak seperti biasanya.


"Iya, Nikki gadis pembalap yang selama ini Juan cari adalah Hara yang selama ini selalu bersamanya," jelas Jodi, kini ia tidak ragu lagi membuka identitas sahabatnya itu.

__ADS_1


Farrel pun akhirnya mengerti mengapa gadis itu ingin ikut menemani Juan ke rumah sakit karena memang ia mengenal bahkan dekat dengan pemuda itu. Ia pun segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Ziga memberi kabar tentang kecelakaan yang menimpa sahabatnya Juan.


Di rumah sakit Hara menunggu di depan ruang operasi dengan cemas. Gadis itu berjalan mondar-mandir tak bisa tenang. Saat ini di dalam dokter tengah berupaya untuk menyelamatkan nyawa Juan.


Kecelakaan yang menimpa pemuda itu cukup parah. Tubuhnya terseret hingga terpelanting ke pembatas jalan. Tidak hanya Juan yang terluka, pembalap bernomor punggung sepuluh yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan juga bernasib sama dengan Juan.


Hara membelalakan matanya saat melihat siapa yang berada di atas brankar yang baru saja tiba dan masuk ke dalam ruang operasi di sebelah Juan. Ia terperanjat saat mengenali siapa si pembalap nomor sepuluh tersebut.


"Aunty!" panggil Hara begitu melihat Via yang baru saja tiba dengan Ziga suaminya.


Via menatap bingung, wanita itu tidak mengenali gadis yang ada di hadapannya tersebut.


"Ini Hara Aunty, Juan ..."


"Hara? Bagaimana keadaan Juan?" tanya Via memotong ucapan Hara, wanita itu segera menghampiri dan memeluk anak gadis sahabatnya itu.


"Dokter masih menanganinya Aunty," jawab Hara sembari menangis terisak.


Gadis itu menangis di pelukan Via, ia tidak dapat lagi menahan air matanya.


"Juan ... Juan baik-baik saja kan Aunty?" tanya Hara di sela-sela tangisnya. Ia benar-benar mengkhawatirkan Juan karena tadi Hara melihat keadaan pemuda itu begitu mengenaskan.


Ziga sendiri saat ini tengah menerima panggilan telepon dari Marco. Anak buahnya itu melaporkan tentang Emily yang mengaku tengah mengandung anak Juan.


"Apa sudah kau pastikan?" tanya ayah dari tiga anak tersebut.

__ADS_1


"Belum Tuan, saya hanya mendapat laporan dari Dom karena saat ini gadis itu tengah berada dalam pengawasannya," jawab Marco melaporkan semua yang ia ketahui pada Ziga.


"Lalu, apakah Juan sudah mengetahuinya?" tanya Ziga lagi. Pria itu berharap apa yang di laporkan oleh Marco adalah tidak benar karena jika hal itu terjadi berarti Juan telah merusak nama baik keluarga Pratama yang selama ini selalu ia jaga.


"Belum Tuan, Dom sudah berusaha menghubungi Tuan kecil tapi tidak ada jawaban," jawab Marco.


Ziga menghela nafas berat, ia harus mencari tahu tentang masalah ini terlebih dahulu sebelum Juan mengetahuinya. Jika memang Emily mengandung cucunya, itu artinya Juan harus siap menikahi gadis itu. Walau sebenarnya Ziga tidak setuju, tapi ia harus mengajarkan putra bungsunya untuk bertanggung jawab.


Akan tetapi, untuk saat ini yang ia khawatirkan adalah keadaan Juan. Ia berharap putra bungsunya tersebut dapat selamat dari kecelakaan yang menimpanya.


"Cari tahu tentang gadis itu dan untuk saat ini jaga dia dengan benar!" titah Ziga kemudian mengakhiri sambungan telepon dari anak buahnya tersebut.


Setelah dua jam berlalu, akhirnya lampu di ruang operasi pun berganti tanda aktivitas di dalam telah selesai. Seorang dokter pun keluar dari ruangan tempat Juan berada saat ini.


"Bagaimana keadaan putra saya Dok?" tanya Via yang langsung menghampiri sang Dokter untuk menanyakan kondisi Juan.


"Orang tua Juan?" tanya Dokter tersebut sebelum menjawab pertanyaan Via. Ia ingin memastikan bahwa tidak memberikan informasi kepada orang yang salah.


"Iya, kami orang tuanya." Ziga yang menjawab kali ini. Pria itu segera mendekat menghampiri sang dokter dan istrinya.


"Bisa ikut ke ruangan saya? Saya akan menjelaskan tentang keadaan putra Tuan dan Nyonya," ucap dokter tersebut mengajak Ziga dan Via untuk membicarakan tentang kondisi Juan di ruangan dokter tersebut.


Ziga mengangguk, ia dan istrinya pun segera mengikuti langkah sang dokter menuju ruangannya. Sedangkan Hara hanya dapat menunggu kabar dari mereka. Ia juga belum dapat melihat keadaan Juan karena pemuda itu belum di pindahkan ke ruang perawatan.


Sementara itu ruang operasi di sebelah ruangan Juan juga telah terbuka dan keluarga si pembalap nomor sepuluh pun menghampiri sang dokter untuk mengetahui keadaan pria itu. Hara melihat pria itu di bawa di atas brankar keluar dari ruangan operasi menuju kamar perawatan. Keadaannya tidak terlalu parah sehingga pria tersebut bahkan telah dapat membuka matanya.

__ADS_1


"Hara!" panggil pria itu saat brankar yang membawa dirinya melewati gadis itu.


Hara tercengang, gadis itu merasa heran karena pria tersebut dapat mengenalinya. Padahal saat ini penampilan yang ia pakai adalah penampilan Nikki bukan penampilan Hara. Tapi, mengapa pria itu memanggilnya dengan nama Hara. Apakah pria itu dapat mengenalinya walau penampilan gadis itu telah berubah. Pertanyaan itu muncul di benak Hara.


__ADS_2