Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Mencari Hara


__ADS_3

Jika kamu mencintai seseorang, bebaskanlah mereka. Jika mereka kembali maka ia milikmu, jika tidak, tinggalkanlah.


~Ay Alvi~


"Nona Nikki Hara Syahputra?" tanya sang perawat memastikan apakah benar nama itu yang mereka cari.


"Iya benar." Jodi yang menjawab kali ini sementara Juan masih memikirkan nama yang di sebutkan oleh sang perawat.


Nikki Hara Syahputra, ternyata benar selama ini gadis yang selalu aku cari telah berada sangat dekat denganku, pikir Juan.


"Maaf Tuan, Nona Nikki telah meninggalkan rumah sakit siang tadi," jawab sang perawat setelah ia melihat keterangan yang ada di dalam berkas datanya.


Juan dan Jodi pun saling berpandangan, mereka tidak ada yang mengetahui jika Hara telah di izinkan keluar hari ini. Bahkan Juan tampak lebih kecewa karena tidak dapat memastikan bahwa gadis itu adalah benar-benar Nikki yang ia cari.


"Tapi ... bukankah Nona Hara baru dapat keluar bersama besok," ucap Juan karena sepengetahuan pemuda itu Hara baru mendapat izin keluar keesokan harinya.


"Di laporan tertulis bahwa keadaan Nona Nikki telah membaik dan dokter William mengizinkannya untuk keluar dari rumah sakit," jelas sang perawat karena ia melihat laporan yang terlampir di berkasnya.


William, pria itu lagi. Sebenarnya apa yang dia inginkan selalu saja mendekati Hara, batin Juan.


"Terimakasih Sus!" ucap Juan yang langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari keberadaan Hara.


"Hei kau mau kemana?" teriak Jodi saat melihat Juan melesat pergi begitu saja meninggalkan dirinya sendiri.


"Mencari Hara," jawab Juan tanpa menoleh berlari keluar dari rumah sakit.


Jodi menggelengkan kepalanya, pemuda itu segera meraih ponselnya untuk menghubungi Hara. Ia ingin tahu di mana gadis itu, Jodi juga harus mengatakan pada Hara bahwa Juan telah mengetahui identitas gadis itu yang sebenarnya.


Beberapa kali pemuda itu mencoba menghubungi gadis itu, namun tidak ada jawaban dari Hara. Nomor yang di hubungi Jodi tidak tersambung juga. Sejujurnya pemuda itu takut Hara akan marah karena ia telah membocorkan identitasnya kepada Juan.

__ADS_1


Akan tetapi, ia juga tidak punya pilihan lain karena Juan terus saja memaksa. Apalagi dengan kehadiran Nikki yang lain, Jodi tidak ingin Nikki terus bersembunyi dalam identitasnya sebagai Hara.


Sementara itu, Juan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Pemuda itu ingin segera tiba di rumahnya untuk melihat keadaan Hara. Juan tidak tahu jika gadis itu tidak kembali ke kediaman Pratama melainkan kembali ke apartemen pribadinya.


Di dalam apartementnya Hara baru saja selama membersihkan diri ketika gadis itu melihat begitu banyak panggilan dari Jodi. Baru saja ia akan menghubungi pemuda itu saat tiba-tiba ada panggilan masuk di layar ponselnya. Ternyata panggilan dari Donny sang ayah yang menghubungi gadis itu.


"Halo Pah!" sapa gadis itu yang memang sangat merindukan sang ayah.


"Halo sayang, bisakah kau jemput Papah di bandara sekarang?" tanya Donny yang ternyata telah tiba di John. F. Kennedy Airport.


"Apa?!" Hara balik bertanya kepada sang Ayah karena ia tidak percaya dengan pendengarannya.


"Jemput Papah di bandara sekarang sayang," ucap sang ayah mengulangi permintaannya.


"Di bandara? Baiklah, Papah tunggu. Aku berangkat sekarang," jawab Hara antusias, gadis itu mengambil jaket dan tasnya kemudian segera meninggalkan apartemen untuk bergegas menjemput Donny.


Di tempat lain, Juan telah tiba di kediaman Pratama. Pemuda itu berpikir Hara akan kembali ke rumahnya setelah gadis itu keluar dari rumah sakit. Ia sama sekali tidak menyangka jika gadis itu akan kembali ke apartemennya.


"Hai Mom!" sapa Juan kepada Via sang Mommy yang tengah menggambar desain baju sesuai dengan hobinya. Pemuda itu seperti biasa mengecup pipi sang bunda dengan penuh kasih sayang.


"Hai sayang!" jawab Via menatap putranya keheranan. Beberapa hari ini Juan memang tidak pulang ke rumah karena ia mendapat tugas dari Via untuk menjaga Hara hingga gadis itu sembuh dan di izinkan untuk keluar dari rumah sakit.


Maka dari itu melihat kedatangan Juan, ibu tiga orang anak itu pun mengerutkan keningnya.


"Bagaimana keadaan Hara?" tanya Via membuat pemuda itu menautkan kedua alisnya.


"Bukankah Hara sudah kembali?" Juan balik bertanya kepada sang bunda membuat Via kebingungan.


"Maksudmu?" kali ini Via yang bertanya dengan keheranan karena sang ibu tidak mengerti apa maksud pertanyaan putra bungsunya tersebut.

__ADS_1


Juan lebih bingung lagi karena dengan pertanyaan sang mommy menandakan bahwa Hara tidak ada di kediamannya. Gadis itu sepertinya tidak kembali ke rumah keluarga Pratama.


"Hara sudah keluar dari rumah sakit tadi siang," jelas Juan jujur walau ia tahu sang bunda pasti akan marah karena telah melalaikan tugasnya untuk menjaga gadis itu.


"Lalu, dimana Hara sekarang?" tanya Via yang tidak mengetahui jika putri dari sahabatnya itu telah pulang ke rumah.


Juan terdiam, ia tidak dapat menjawab pertanyaan sang bunda karena pemuda itu memang tidak mengetahui keberadaan Hara. Ia berpikir keras dimana gadis itu berada jika tidak di kediamannya.


Di saat kedua ibu dan anak itu tengah kebingungan, tiba-tiba telepon rumah kediaman Pratama berdering. Via pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


Senyum terukir di bibir ibu tiga orang anak itu saat menjawab panggilan telepon itu, sementara Juan juga mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Hara dan mencari keberadaan gadis itu setelah keluar dari rumah sakit. Juan berpikir berapa bodohnya ia karena sedari tadi sibuk mencari Hara, namun tidak mencoba untuk menghubungi gadis berkacamata itu.


"Baiklah, aku akan meminta Juan menjemput di bandara," jawab Via yang kemudian segera mengakhiri panggilan teleponnya.


"Kemana sih gadis itu?!" gumam Juan lirih, namun masih dapat terdengar oleh Via yang berdiri tidak jauh dari putra bungsunya.


"Hara sedang menjemput ayahnya," ucap Via karena ia yakin yang di maksud gadis itu oleh Juan adalah Hara.


"Maksud Mommy?" tanya Juan tidak mengerti karena setahu pemuda itu Donny ayah Hara tengah berada di Afrika dalam rangka tugas kemanusiaan.


"Uncle Donny telah tiba di bandara dan sekarang Hara tengah menjemputnya," jawab Via menjelaskan kepada putra bungsunya itu.


"Sebaiknya sekarang kau susul mereka!" perintah Via yang langsung di iyakan oleh Juan karena pemuda itu terlalu penasaran tentang Nikki atau yang lebih ia kenal dengan nama Hara.


Juan pun mengambil kunci mobilnya dan segera menuju bandara untuk menjemput Donny sekaligus bertemu dengan Hara yang sedari tadi ia cari keberadaannya.


Akhirnya aku menemukanmu Nikki, kali ini aku tidak akan melepaskanmu, batin Juan.


Pemuda itu bertekad jika memang Hara adalah Nikki yang selama ini ia cari, tidak akan ia lepaskan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2