Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Kemarahan Juan


__ADS_3

Keberhasilan dan kesuksesan Anda di tentukan oleh Anda sendiri dan juga Takdir Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, bukan oleh orang lain. Karena itu teruslah berjuang pantang menyerah dalam menghadapi semua rintangan yang ada.


~Ay Alvi~


Hara yang melihat kilatan dari pistol Theo pun segera menggeser tubuh Juan, membalik keadaan mereka hingga pada akhirnya,


Duar ....


Suara letusan senjata terdengar seiring dengan merosotnya tubuh Hara dari dekapan Juan. Gadis itu terjatuh ke lantai dengan luka tembak yang mengenai punggungnya.


Mata Juan menyalang tatkala melihat tangannya yang kini telah berlumuran darah segar gadis itu.


"Cepat bawa ke rumah sakit!" Juan menyerahkan tubuh Hara pada Farrel untuk membawa gadis itu agar segera mendapatkan pertolongan.


Farrel pun menerima tubuh Hara, kemudian menggendong tubuh gadis yang sudah tak sadarkan diri itu. Juan sendiri langsung berlari menghampiri Theo, pemuda itu ingin segera menghabisi pria yang telah melesakkan peluru ke Hara.


"Tu-Tuan kecil!" panggil Theo terbata-bata saat melihat siapa yang tadi akan di tembaknya.


Juan menjawab dengan pukulan telak yang langsung mengenai dada Theo membuat pria itu terjatuh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tak berhenti sampai di situ, pemuda itu terus memukuli Theo tanpa belas kasih, hingga pria itu tidak dapat bergerak lagi.


"Apa kau tahu akibat dari perbuatanmu?!" bentak Juan bertanya pada Theo yang kini bahkan tidak mampu lagi untuk menjawab.


Pria itu hanya meringis kesakitan tak lagi dapat berkata-kata. Darah segar kembali keluar dari mulutnya akibat pukulan yang di lesakkan oleh Juan.


"Harusnya Kau tahu peraturannya bukan?!" Juan kembali menendang pria yang kini tengah di ujung mautnya tersebut.


Seluruh anggota genk yang berada di bawah Marco dan Ziga di larang melakukan kejahatan apalagi membahayakan nyawa orang lain. Mereka hanya bertugas menjaga keamanan dan kestabilan keadaan di wilayah masing-masing. Walau begitu Ziga tetap membayar mereka dengan upah yang sangat besar. Sehingga pria pengusaha itu tidak menerima pengkhianatan jika ada salah satu anak buahnya yang juga bekerja untuk orang lain, apalagi pekerjaan itu membahayakan nyawa manusia.


Juan mengambil pistol milik Theo kemudian dengan tanpa ampun pemuda itu menembakkan tepat di kepala Theo, membuat pria itu kehilangan nyawa untuk selamanya.

__ADS_1


Boleh di bilang tindakan Juan brutal, tapi itu adalah didikan yang di ajarkan sang ayah. Pemuda itu tidak menerima pengkhianatan seperti yang selalu di gaungkan oleh ayahnya.


Setelah menembak Theo, Juan segera menghubungi Marco untuk membereskan masalah ini. Untuk pria yang satunya Juan menghadiahi pemuda itu dengan tembakan di kedua kakinya agar pemuda itu tidak melarikan diri hingga Marco datang ke tempat itu untuk membereskan mereka.


Juan merampas kunci mobil milik Theo, pemuda itu segera bergegas menuju rumah sakit untuk mengetahui keadaan Hara yang tengah terluka. Dengan kecepatan tinggi Juan melajukan mobilnya membelah jalan kota New York yang lengang di malam menjelang pagi ini.


Sementara itu Farrel telah tiba di rumah sakit dengan membawa Hara yang terluka. Gadis itu langsung mendapat penanganan medis begitu tiba di sana. Pemuda itu nampak begitu cemas menunggu di luar ruang operasi.


"Keluarga Nona Hara!" panggil seorang suster yang keluar dari dalam ruang operasi.


"Sa-saya sahabatnya Sus," jawab Farrel bingung karena pemuda itu memang tidak begitu mengenal Hara.


"Di mana keluarganya?" tanya Suster itu dengan cemas karena saat ini dia membutuhkan orang yang berhubungan darah dengan Hara untuk menyelamatkan gadis tersebut.


"Keluarganya sedang menuju ke sini Sus," jawab Farrel berbohong, masalahnya pemuda itu tidak tahu siapa keluarga gadis yang terluka akibat menyelamatkan nyawa Juan sahabatnya.


"Nona Hara kehilangan banyak darah, maka dari itu kami membutuhkan donor darah yang sama untuk menyelamatkan nyawanya," jelas sang suster yang membuat tubuh Farrel menegang, pemuda itu tidak menyangka bahwa Hara akan terluka sebegitu parah dan ia juga bingung siapa keluarga yang harus di hubunginnya.


"Anda ...?" Suster tersebut bertanya dengan tak yakin karena kedatangan Juan yang tiba-tiba di antara percakapan dirinya dengan Farrel.


"Aku kakaknya," jawab Juan tak ingin lagi ada pertanyaan lain dari sang suster akhirnya pemuda itu terpaksa berbohong tentang statusnya.


"Baiklah, mari ikuti saya!" ucap sang suster mengajak Juan ke dalam sebuah ruangan untuk memeriksa golongan darah Juan apakah cocok dengan yang di miliki oleh gadis yang tengah berjuang di meja operasi tersebut.


Sementara itu demi mendapatkan kabar tentang Hara, Jodi memberanikan diri untuk datang ke kediaman keluarga Pratama. Pemuda itu telah mencoba beberapa kali menghubungi Hara namun tidak ada jawaban dari gadis itu bahkan pemuda itu menghubungi Juan, namun lagi-lagi tak ada jawaban. Maka dari itu dengan sangat terpaksa ia mendatangi kediaman mewah milik keluarga Pratama untuk mencari kabar terbaru tentang sahabatnya itu.


Begitu tiba di kediaman Pratama, Jodi di hadang oleh keamanan yang bertugas menjaga Town House tersebut. Mereka tidak percaya ada orang baik yang datang bertamu pada tengah malam menjelang dini hari.


"Tolonglah Aku Tuan! Aku hanya ingin bertemu dengan sahabatku Hara," ucap Jodi memohon pada petugas keamanan itu.

__ADS_1


"Maaf Tuan, kami tidak dapat mengizinkan sembarang orang untuk keluar masuk rumah ini," tegas sang penjaga menolak permohonan Jodi.


"Kalau kalian tidak percaya padaku, bisa tanyakan langsung pada Juan Tuan Muda kalian, dia mengenalku dengan baik," jelas Jodi, pemuda itu tetap ngotot agar bisa di beri izin masuk.


"Sekali lagi maaf Tuan, jika bukan hal penting kami tidak berani mengganggu Tuan Muda tengah malam seperti ini," jelas sang petugas tetap pada keputusannya tidak memberikan izin kepada Jodi.


Jodi berdecak kesal, pemuda itu berpikir berurusan dengan orang kaya memang rumit. Awalnya Jodi ingin menyerah, namun ia teringat kembali akan janjinya pada sang calon ayah mertua untuk dapat mencari kabar tentang Hara. Pemuda itu pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan cara terakhir yang dapat di pikirkannya.


"Hara! Keluarlah!" Jodi berteriak dengan keras bermaksud memanggil sahabatnya itu keluar dari rumah.


"Hara! Hara! Hara!" Jodi berkali-kali meneriakkan nama gadis itu dengan keras membuat Aiden yang kebetulan belum tidur mendengar teriakan pemuda itu dari dalam ruang santai yang terletak di lantai bawah


Pria itu memang sedang menikmati waktunya dengan menonton berita politik yang memang sejak kecil di sukai oleh pria tersebut. Aiden pun bergegas keluar begitu mendengar teriakan Jodi, ia ingin tahu siapa yang berani membuat keributan di kediaman Pratama.


Di rumah sakit Juan telah selesai melakukan pemeriksaan dan pemuda itu juga telah mendonorkan darahnya pada Hara. Juan dan Farrel menunggu dengan cemas di luar ruang operasi. Hingga saat ini pemuda itu belum berani untuk memberitahu tentang keadaan Hara pada orangtuanya. Untuk saat ini yang di pikirkan adalah kondisi gadis yang telah menyelamatkan nyawanya tersebut.


******


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU, Ay juga mau ucapkan terimakasih untuk yang sudah memberikan like, coment dan juga votenya.


Jangan lupa untuk mampir di karya Ay yang lainnya.


•AKU MENCINTAIMU (End)


•AKU MENCINTAIMU 2


•TAKDIR CINTA (End)


•TAKDIR CINTA 2

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘😘


__ADS_2