Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Apa kau sengaja?


__ADS_3

Lebih baik menjaga apa yang ada ditangan kita, daripada mengejar apa yang ada ditangan orang lain.


~Ay Alvi~


"Tuan ini makan malamnya," ucap seorang perawat ketika membawakan satu nampan yang berisi hidangan dari rumah sakit yang membuat Juan mengernyitkan alisnya.


"Taruh saja di sana!" ucap Juan meminta perawat meletakan nampan yang berisi makanan itu di atas nakas.


"Sebaiknya segera di makan Tuan, Anda juga harus segera minum obat," saran perawat tersebut yang melihat sepertinya Juan tidak berminat untuk menyentuh makanan yang ia bawa.


"Nanti saja, aku belum lapar," tolak Juan, pemuda itu mendengus kesal melihat makanan yang sepertinya rasanya hambar, apalagi saat ini pemuda itu hanya sendirian di kamar setelah Hara pergi meninggalkannya tadi sore.


"Tapi Tuan--"


"Aku tahu Suster, sebentar lagi aku akan makan," potong Juan sebelum suster tersebut lebih banyak bicara lagi.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan," pamit sang suster yang tidak ingin mengganggu pemuda yang nampak kesal.


Juan tidak menjawab pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya yang membuat kesal pemuda itu bukan perawat ataupun makanan yang di bawanya, tetapi kesendiriannya di rumah sakit yang membuat pemuda itu jenuh, apalagi saat ini Juan mulai merindukan kehadiran Hara yang tidak berhasil di kalahkannya dalam race.


Pemuda meraih remote dan menyalakan televisi di hadapannya. Ia mencari berita tentang race yang terjadi tadi siang. Mata Juan menatap serius ke arah layar yang menampilkan berita tentang pemberian trophy dan juga hadiah bagi pemenang race yaitu Hara alias Nikki.


Gadis itu tampak tersenyum bahagia di depan layar melayani pertanyaan para wartawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang gadis itu.


"Nona Nikki, bagaimana perasaan Anda sebagai satu-satunya peserta wanita dan dapat memenangkan balapan ini?" tanya salah satu wartawan memulai wawancara yang di adakan oleh pihak penyelenggara.


"Tentu saya merasa bahagia karena saya dapat membuktikan bahwa wanita juga memiliki kesempatan yang sama dengan seorang pria," ucap Hara dengan bangga, ia bersyukur dapat memenangkan perlombaan ini. Selain berhasil mengalahkan Juan, ia juga dapat memperlihatkan kepada seluruh dunia bahwa perbedaan jenis kelamin tidak menjadi masalah.


"Tadi sewaktu telah mencapai garis finish dan berhasil memenangkan lomba, Anda langsung berbalik melihat pembalap yang mengalami kecelakaan, apa Anda mengenal siapa pembalap tersebut?" tanya wartawan yang lainnya.


"Iya, saya mengenal keduanya," jawab Hara jujur, ia memang mengenal Juan dan juga William yang mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Di dalam kamarnya di rumah sakit, Juan yang menyaksikan wawancara tersebut kebingungan ketika Hara menjawab bahwa gadis itu mengenal kedua orang yang mengalami kecelakaan di lintasan balap.


M**engenal keduanya? Berarti Hara mengenal pembalap bernomor sepuluh itu, tapi siapa dia? gumam Juan bertanya-tanya dalam hatinya.


Pemuda itu semakin penasaran dengan isi wawancara Hara, ia terus menyaksikan layar televisi tanpa memperhatikan bahwa Farrel sahabatnya datang untuk menjenguk pemuda itu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Farrel yang baru sempat datang untuk menjenguk Juan karena pemuda itu harus membereskan masalah setelah kecelakaan yang menimpa sahabatnya itu.


"Baik," jawab Juan menoleh sekilas ke arah Farrel, namun segera kembali menonton berita di layar televisi.


Penasaran dengan apa yang di lihat oleh Juan, akhirnya Farrel pun menarik kursi duduk di samping ranjang pemuda itu kemudian ikut menyaksikan wawancara Nikki.


"Nona, apa Anda sudah memiliki kekasih?" tanya wartawan yang ingin mengorek tentang hal pribadi gadis yang baru saja memenangkan lomba tersebut.


Mata Juan membelalak saat mendengar pertanyaan tersebut, ia semakin penasaran jawaban apa yang akan di berikan oleh Hara kepada para wartawan.


Hara sendiri tersenyum mendengar pertanyaan itu, ia melambaikan tangannya mengisyaratkan tidak akan menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi tersebut.


"Tapi Nona, kami dengar Anda cukup dekat dengan William pembalap nomor sepuluh yang mengalami kecelakaan tadi?" Beberapa wartawan mulai terus mengorek masalah pribadi gadis itu. Mereka penasaran siapa yang menjadi kekasih juara balap tersebut.


William, apa yang di maksud William dokter di rumah sakit itu? Juan kembali bergumam dalam hatinya.


"Apa gadis itu mengenal pembalap nomor sepuluh yang menyerempet motormu?" tanya Farrel kepada sahabatnya yang juga sedang bertanya-tanya dalam hatinya apakah William pembalap sama dengan William yang ia kenal sebagai dokter.


"Entahlah," jawab Juan mengangkat kedua bahunya, pemuda itu sendiri baru mengetahui hal ini dari siaran berita di televisi yang saat ini tengah ia tonton.


"Jangan-jangan ...." Farrel tidak meneruskan ucapkannya, pemuda itu menaruh tangan di bawah dagunya tampak tengah berpikir keras.


"Apa?!" tanya Juan penasaran, ia ingin tahu apa yang di maksud oleh sahabatnya itu.


"Jangan-jangan ia memang sengaja membuat kecelakaan ini terjadi," jawab Farrel, ia beranggapan William sengaja menyerempet Juan agar Hara dapat menjadi juara.

__ADS_1


Juan terdiam mendengar perkataan Farrel, ia pun mulai berpikir yang sama. Ia curiga William sengaja menghalangi dirinya untuk mendapatkan Hara. Pemuda itu ingat bahwa hubungan keduanya cukup dekat, bisa jadi William membantu Hara untuk menang agar tidak perlu menjadi kekasihnya.


"Ayo cepat antar kan aku!" pinta Juan kepada sahabatnya membuat Farrel sedikit kebingungan melihat pemuda itu berusaha menggerakkan kakinya dan mencoba untuk turun dari ranjang.


"Kemana?" tanya Farrel yang masih tampak bingung.


"Mencari keberadaan William, bukankah dia juga di rawat di sini?" tanya Juan meminta Farrel untuk membantunya mengambil kursi roda yang ada di sudut ruangan tersebut.


Walau tak mengerti apa yang di inginkan oleh sahabatnya, Farrel tetap mengikuti keinginan Juan. Ia mengambil kursi roda dan mulai membantu pemuda itu untuk duduk di atasnya.


"Anda mau kemana Tuan? Anda masih harus istirahat," ucap sang suster yang melihat Juan keluar ruangan di bantu oleh Farrel.


"Aku mencari seseorang yang kecelakaan bersamaan denganku tadi," jawab Juan yang ingin mencari keberadaan William.


"Tapi Anda belum boleh banyak bergerak Tuan," ucap suster tersebut melarang Juan keluar dari kamarnya.


"Ini masalah hidup dan mati, apa Anda mau bertanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi pada temanku itu?" tanya Juan seraya mengancam perawat itu padahal pemuda tersebut berbohong dengan perkataannya.


Mendengar ancaman Juan, perawat tersebut tampak panik. Ia pun segera memberitahu pemuda itu kamar di mana tempat William di rawat.


Juan pun meminta Farrel untuk membantu mendorong kursi rodanya menuju kamar rawat William. Ia ingin bertanya kepada pria itu apakah William memang melakukan ini dengan sengaja untuk menggagalkan taruhan antara dirinya dengan Hara.


"Apa kau sengaja melakukan ini Tuan William?!" Juan langsung menuduh William tanpa basa-basi lagi setelah ia memasuki kamar milik pria itu.


****


Hai, Ay minta maaf kalau update agak telat, soalnya kesibukan Ay di dunia nyata semakin menyita waktu. Di tambah lagi kesehatan Ay akhir-akhir ini agak kurang baik.


Ay mohon pengertian kalian semua.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2