Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Bertemu Nikki


__ADS_3

Lebih baik dibenci apa adanya dirimu daripada dicintai karena bukan menjadi dirimu sendiri.


~Ay Alvi~


"Maaf, tapi aku tidak bisa mengizinkanmu untuk meninggalkan rumah sakit sekarang," jawab William membuat Hara kecewa.


Brakk ....


Tiba-tiba pintu terdorong dari luar dengan kasar. Mereka berdua menoleh ke arah pintu dengan mata membelalak lebar.


"Apa gadis seperti ini yang membuatmu menolakku William?" tanya seorang wanita cantik yang tiba-tiba datang ke ruangan dokter William dalam keadaan marah-marah.


"Apa maksudmu Sheryl?!" William bertanya dengan marah, pria itu tidak suka dengan cara Sheryl memasuki ruang kerjanya. Gadis itu bahkan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


Hara sendiri diam diam saja, ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh wanita cantik tersebut. Dia dan dokter William hanya sedang membicarakan tentang izin untuk keluar dari rumah sakit. Tapi, tiba-tiba gadis itu datang dengan marah-marah.


"Kau menolak perjodohan kita hanya karena gadis jelek seperti ini!" maki Sheryl menarik rambut Hara sehingga gadis itu menjerit kesakitan.


"Aww ...." pekik Hara kesakitan, gadis itu terjatuh dari kursi tempat ia duduk.


"Sheryl hentikan!" seru William menarik tangan gadis itu dan menghempaskannya sehingga Sheryl terdorong hingga menabrak dinding di belakangnya.


"Maaf Hara," ucap William membantu gadis itu untuk bangun setelah tadi di buat jatuh oleh Sheryl.


"Kau ...." geram Sheryl gadis itu tidak terima karena William ternyata lebih memilih untuk membela Hara ketimbang dirinya.


"Sebaiknya kau pergi dari sini! Aku tidak ingin melihatmu ada di sekitarku lagi!" ketus William kepada Sheryl, dokter pria itu kemudian membawa Hara pergi dari sana. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan Sheryl yang tidak masuk akal.


Sheryl mengepalkan tangannya erat, gadis itu tidak terima di acuhkan oleh William. Kedatangannya ke rumah sakit atas laporan seorang perawat yang memang ia tugaskan untuk mengawasi William. Sheryl adalah gadis yang ingin di jodohkan oleh kedua orang tua William kepada pria itu. Namun, selama ini William selalu menolak. Pria itu selalu beralasan ingin mementingkan karir dan belum memikirkan tentang pernikahan.


"Maafkan kelakuan Sheryl," ucap William penuh dengan penyesalan saat mereka telah berada di dalam kamar tempat Hara di rawat.

__ADS_1


"Ehmm ... Apa dia kekasihmu Dok?" tanya Hara penasaran karena tidak mungkin gadis itu akan marah dengan kedekatan mereka jika gadis itu bukan kekasih dari William.


William menghela nafas kemudian memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari gadis yang kini telah duduk di tepi ranjang miliknya.


"Sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa," jawab William mengatakan yang sejujurnya.


"Orang tua kami berusaha untuk menjodohkan aku dengan Sheryl walau aku selalu menolaknya," jelas dokter William tentang hubungannya yang sebenarnya dengan gadis yang baru saja menarik rambut Hara.


"Tapi ... sepertinya ia menyukaimu Dok," sahut Hara yakin dengan apa yang di ucapkannya. Gadis itu dapat melihat dengan jelas bahwa Sheryl memang menyukai William.


Dokter William mendesah, ia sendiri tahu jika Sheryl memang menyukainya. Akan tetapi, dokter muda itu memang tidak memiliki perasaan apapun pada gadis yang berprofesi sebagai model tersebut.


"Entahlah, aku tidak ingin membicarakannya," ucap dokter William memutuskan untuk tidak lagi membahas tentang Sheryl yang membuatnya kesal.


Mereka berdua pun terdiam, tidak ada lagi pembicaraan yang dapat di perbincangkan. Keduanya larut tenggelam dalam lamunannya masing-masing.


"Sebaiknya kau istirahat!" perintah dokter William yang akhirnya membuka pembicaraan di antara mereka.


"Aku minta maaf, tapi bersabarlah satu hari ini. Besok kau sudah bisa keluar dari rumah sakit," ucap dokter William tetap pada pendiriannya.


Hara akhirnya hanya dapat bersabar untuk menunggu hingga esok hari ia akan dapat keluar dari tempat ini.


Sementara itu di tempat lain lebih tepatnya di bengkel milik Farrel yang tengah ramai pengunjung karena hari ini banyak dari pelanggan yang datang untuk menguji coba motornya karena sebentar lagi akan di adakan balapan berskala besar.


Tidak berapa lama, Juan pun tiba di bengkel milik sahabatnya itu. Kedatangannya kali ini bukan untuk urusan otomotif melainkan memenuhi rasa penasarannya karena pemuda itu ingin bertemu dengan gadis yang bernama Nikki.


"Bagaimana? Apa dia sudah datang?" tanya Juan kepada Farrel yang sedang sibuk memodifikasi sebuah motor seorang pelanggannya.


Farrel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, "Mungkin sebentar lagi," jawab Farrel kembali berfokus pada apa yang di kerjakannya.


Juan mengambil minuman dingin dari mesin penjual minuman yang tersedia di sana. Pemuda itu menghempaskan tubuhnya di atas sofa, duduk manis untuk menunggu gadis yang selalu membuatnya penasaran.

__ADS_1


Sembari menunggu kedatangan Nikki, Juan pun memainkan game di ponselnya. Pemuda itu mencoba untuk menghilangkan rasa jenuh karena cukup lama ia menantikan Nikki yang tak kunjung datang juga.


Sekitar dua jam menunggu Juan akhirnya merasa bosan. Tidak banyak yang dapat di lakukan di tempat itu karena Farrel juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Sebuah lagu motor sport berwarna oranye tiba di hadapan Juan membuat pemuda itu sedikit terkejut karena ia tidak mengenal siapa pengendara motor tersebut.


Namun, saat sang pengendara membuka helm bewarna hitam yang di kenakannya, Juan langsung membelalakkan matanya. Pemuda itu terpesona dengan penampilan gadis yang kini ada di hadapannya itu.


"Akhirnya kau datang juga Nona," sambut Farrel yang langsung menghampiri gadis yang membawa motor sport berwarna oranye tersebut dan mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan gadis itu.


Si gadis tersenyum, ia pun menyambut uluran tangan Farrel dengan ramah. Senyum manis menghiasi bibirnya seraya melirik ke arah Juan yang masih memandangnya tanpa berkedip.


"Oh ya, perkenalkan ini sahabatku," ucap Farrel memperkenalkan Juan kepada gadis berambut panjang tersebut.


"Juan," ucap pemuda bermata amber itu menyebutkan namanya sembari mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan gadis yang sedang tersenyum manis menatapnya.


"Nikki," sahut sang gadis mengulurkan tangannya menyambut jabat tangan Juan.


Juan tersenyum bahagia saat mendengar nama gadis itu. Akhirnya ia dapat mewujudkan keinginannya untuk melihat dan berkenalan langsung dengan gadis yang bernama Nikki.


Sedangkan si gadis tersenyum manja, mencoba menggoda Juan yang sedari tadi memang sudah memandanginya dengan penuh kekaguman. Pemuda itu tidak menyadari bahwa Nikki yang saat ini ada di hadapannya bukanlah Nikki yang selama ini ingin ia temui.


Namun, sayangnya Juan tidak sadar akan hal itu. Ia memang belum pernah menemuai Nikki dari dekat. Pemuda itu hanya pernah melihatnya dari jarak kejauhan.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2