
Sepeninggalan Hara, Juan termenung di dalam kafe sendirian. Gadis itu pergi bahkan tanpa menyentuh minuman yang telah di pesan Juan untuknya.
Juan menghela nafas, membuka layar ponselnya, menatap photo Hara yang ia ambil secara diam-diam sewaktu mereka berada di New York.
"Aku tidak akan menjauh darimu Hara karena aku tahu kau juga mencintaiku," gumam Juan sebelum pergi meninggalkan kafe tersebut.
Juan kembali ke kampus untuk mengikuti pelajarannya. Sebenarnya pemuda itu sudah tidak bersemangat karena Hara menolaknya di hari pertama ia menjumpai gadis itu.
Akan tetapi Juan teringat akan janji kepada kedua orang tuanya, ia tidak mungkin mengingkari hal tersebut karena ia tahu ini adalah salah satu kunci untuk mendapatkan kepercayaan ayahnya kembali.
Juan melangkah malas ke dalam kampusnya, ia berusaha untul tidak terpengaruh atas apa yang baru saja Hara katakan. Pemuda itu bertekad akan melakukan apa saja untuk membuat Hara mengakui perasaannya karen ia tahu gadis itu mencintainya seperti ia mencintai gadis itu.
__ADS_1
Juan masuk ke dalam kelas, ya kelas yang juga sama dengan Hara. Namun kali ini pemuda itu memilih untuk duduk menjauh dari Hara sesuai dengan apa yang di inginkan oleh gadis itu.
Awalnya Hara sedikit tegang melihat Juan masuk ke dalam kelas yang sama dengan dirinya. Akan tetapi pada akhirnya ia bernafas lega karena pemuda itu memilih tempat duduk yang jauh darinya.
"Hai Hara!" sapa Jodi menghempaskan tubuhnya di samping gadis itu. Setelah Hara kembali ke Indonesia Jodi pun melakukan hal yang sama, ia mengikuti kemanapun gadis itu pergi walau hingga kini Jodi belum dapat mengutarakan isi hatinya pada gadis itu.
Juan mengepalkan tangannya erat melihat kedekatan antara Hara dan juga Jodi yang memang telah terjalin sejak lama. Tidak daapt di pungkiri ia merasa cemburu ketika melihat Hara tertawa ceria bersama dengan pria lain.
Hara tidak menjawab, gadis itu meletakkan telunjuk di atas bibirnya meminta Jodi untuk diam karena ia tengah berkonsentrasi dengan apa yang di sampaikan oleh dosen kali ini.
Jodi menuruti keinginan gadis itu, ia tetap membungkam hingga pelajaran usai.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau akan ikut?" tanya Jodi kembali karena ia belum mendapat jawaban dari gadis itu.
Hara menjawab dengan gelengan kepalanya yang membuat Jodi tampak kecewa. "Kau tahu aku sama sekali tidak menyukai pesta," ujar Hara mengutarakan isi hatinya. Baginya pesta-pesta seperti itu sangat membosankan. Tidak ada yang menarik sama sekali.
"Lalu apa yang kau lakukan di akhir pekan?" Jodi kembali bertanya sepanjang mereka berjalan keluar kelas menuju kantin karena saat ini adalah waktu makan siang.
"Aku akan mengunjungi panti," jawab Hara yang memang sudah merencanakan akhir minggu ini ia akan datang ke panti asuhan yang biasa ia kunjungi.
Juan menguping pembicaraan mereka dari belakang. Pemuda itu terus mengikuti langkah Hara dan Jodi diam-diam.
Hara memilih bangku yang berada di sudut kantin untuk makan siang. Ia sengaja memilih tempat itu karena tidak terlalu berdekatan dengan mahasiswa lainnya.
__ADS_1
"Boleh duduk di sini?" tanya Juan dengan membawa makan siangnya. Ia memilih mendekati Hara. Awalnya ia memang ingin menjauh dari Hara untuk sementara waktu, akan tetapi melihat kedekatan gadis itu dengan Jodi membuat Juan cemburu dan ia tidak rela gadisnya dekat dengan pria lain.