Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Aku pasti bisa


__ADS_3

Kebaikan dan rasa sayang dalam diri sebenarnya bisa dikaitkan dengan kecemburuan, namun tidak ada kebaikan yang akan muncul jika kecemburuan hadir terlalu berlebihan.


~Ay Alvi~


Hara meraih ponsel dari dalam tasnya, gadis itu segera menekan nomor sahabatnya untuk menghubungi Jodi dan bertanya apa yang pemuda itu bicarakan kepada sang ayah sehingga membuat Donny ayah Hara begitu mendesaknya untuk kembali ke Indonesia.


"Halo!" sapa Hara ketika Jodi mengangkat telponnya padahal baru dering pertama.


"Ya, halo," jawab Jodi yang memang sejak tadi telah menunggu panggilan dari gadis yang di cintainya itu.


"Apa yang kau katakan pada Papi?" tanya Hara langsunh, ia tidak ingin berbasa-basi lagi karena terlalu penasaran dengan apa yang telah di katakan oleh sahabatnya itu.


"Ehmm ... aku hanya bilang kalau Juan bertaruh denganmu," jawab Jodi jujur, bagaimanapun juga ia tidak ingin berbohong kepada gadis itu.


"Kau ... ck," Hara berdecak kesal. Ia tidak mengira bahwa mulut sahabatnya itu tidak bisa di jaga. Pantas saja sang ayah marah, ini semua pasti karena mendengar ucapan Jodi tentang taruhan mereka.


"Mengapa kau mengatakan itu kepada Papi?!" Hara bertanya dengan sedikit emosi di setiap kata yang di ucapkannya.


"Aku ... aku." Jodi ragu untuk mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Ia ingin menyatakan cinta kepada gadis itu secara langsung.


"Apa alasanmu? Cepat katakan!" tukas Hara yang bertambah kesal karena pemuda itu terlalu berbelit-belit.


"Aku tidak akan mengatakannya sekarang," tolak Jodi masih tidak mau bicara lewat telepon.


"Temui aku di kampus besok!" tukas pemuda itu yang kemudian segera mematikan panggilan Hara.


Hara memandang layar ponselnya yang telah menghitam, gadis itu merasa sebal karena Jodi tidak langsung menjawab pertanyaannya lewat telpon. Ia sebenarnya malas untuk menemui Jodi setelah tahu pemuda itu mengatakan tentang taruhannya dengan Juan sehingga membuat sang ayah marah dan memintanya untuk kembali ke Indonesia secepatnya.

__ADS_1


Sementara setelah terjadi negosiasi yang lumayan panjang akhirnya dokter mengizinkan Juan untuk memindahkan perawatannya di New York. Lebih tepatnya lagi sang ayah menyediakan dokter dan perawat khusus agar pemuda itu bisa di rawat di kediamannya sendiri sesuai dengan permintaannya.


"Mom, sebenarnya bagaimana sifat Uncle Donny?" tanya Juan kepada Via karena ia ingin tahu seperti apa sifat dari ayah kandung Hara itu.


"Kak Donny ...." Via tampak berpikir sebentar mengingat-ingat seperti apa sifat dari kakak kelasnya tersebut.


"Dia ... baik dan juga tidak terlalu ingin ikut campur dengan urusan orang lain. Ada apa sebenarnya? Mengapa kau bertanya dengan Kak Donny?" tanya Via heran, ia tidak tahu jika kakak kelasnya tersebut tidak menyukai hubungan Juan dengan Hara.


"Apa yang tidak Uncle Donny suka?" Juan kembali bertanya sebelum menjawab pertanyaan ibunya tersebut.


"Sama seperti kebanyakan orang, kak Donny tidak suka dengan kebohongan," jawab Via mengingat apa saja yang tidak di sukai oleh Donny.


"Ia juga tidak suka balap atau hal liar karena itu mengingatkannya pada masa lalunya," imbuh Via membuat Juan semakin tidak berdaya karena dengan begitu sudah pasti peluangnya untuk mendapatkan Hara akan lebih susah.


"Mom!" panggil Juan kepada sang ibu yang masih sibuk menyiapkan peralatan apa saja yang di perlukan oleh sang putra dalam masa pemulihannya.


"Apa Mommy mendukung hubunganku dengan Hara?" tanya Juan hati-hati. Ia tidak ingin sang Mommy marah karena pertanyaannya.


Via menghela nafas, ia memang menyukai Hara dan mendukung hubungan keduanya. Akan tetapi, itu sebelum Donny menghubunginya dan meminta Via untuk bisa menjauhkan Juan dari anak gadisnya.


"Sebenarnya Mommy sangat mendukung hubungan kalian, hanya saja-"


"Hanya saja kenapa Mom?" tanya Juan sebelum Via melanjutkan ucapannya. Pemuda itu sudah tidak sadar bahkan terlalu penasaran.


"Uncle Donny minta Mommy untuk melarangmu berhubung dengan Hara," jawab Via sedih. Sesungguhnya sedari awal mereka berniat untuk menjodohkan keduanya. Hanya saja entah apa yang membuat pria itu akhirnya malah membatalkan dan juga melarang Juan untuk mendekati Hara.


Juan mengacak rambutnya frustasi, ia tidak menyangka bahwa Donny akan mengatakan hal itu kepada ibunya. Ia pikir kemarahan ayah kandung Hara tersebut hanya bersifat sementara. Namun, dengan adanya ultimatum yang di sampaikan oleh pria itu kepada ibunya, ia menjadi yakin bahwa ayah kandung gadis yang di cintainya itu benar-benar membencinya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Via duduk di sisi ranjang besar milik putra bungsunya tersebut.


"Uncle Donny berkata aku berpengaruh buruk pada Hara dan beliau melarangku untuk berhubungan dengan Hara," jawab Juan menceritakan tentang masalahnya.


Via kembali menghela nafas, apa yang di


lakukan oleh Donny kakak kelasnya tidaklah salah. Tak seorang pun orang tua yang menginginkan anaknya mendapat jodoh yang buruk. Apalagi kemarin Juan telah terbukti bersalah membuat Hara terluka sehingga sudah dapat di pastikan Donnya akan marah besar.


"Apa kau benar-benar mencintai Hara?" tanya Via kepada putra bungsunya yang saat ini tampak terlihat frustasi tersebut.


Juan menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan sang ibu. Pemuda itu memang mencintai Hara, entah kapan rasa cinta itu hadir, sesudah ia mengetahui identitas Hara yang sebenarnya atau ketika gadis itu dengan rela berkorban nyawanya untuknya.


Yang jelas untuk saat ini yang Juan tahu bahwa ia mencintai gadis itu dan akan berjuang untuk mendapatkan cinta Hara dan juga restu Donny sang ayah dari gadis itu.


"Jika kau memang benar-benar mencintainya perjuangkanlah!" tukas Via sang bunda memberi dukungan kepada Juan.


"Kau adalah seorang pria jangan menyerah hanya karena seorang wanita. Buktikan kepada Uncle Donny bahwa kau memang pantas untuk Hara," ujar Via memberi semangat kepada sang putra. Ia menepuk pelan bahu Juan kemudian pergi meninggalkan pemuda itu sendiri di kamar untuk berpikir tentang bagaimana memperjuangkan cintanya.


Juan membuang nafas kasar, saat ini yang penting saat ini adalah cinta Hara. Ia harus dapat memastikan bahwa gadis itu mencintainya sebelum ia berjuang untuk mendapatkan restu dari ayah gadis itu. Apabila Hara telah menerima cintanya, berarti tinggal satu kendala lagi, yaitu mendapatkan restu dari Donny.


Aku harus bisa, aku Juan Dinhara Pratama pasti bisa menaklukan Hara dan juga ayahnya, batin Juan.


Sementara itu di apartemen milik Jodi, pemuda itu telah mempersiapkan segalanya untuk memberi kejutan kepada Hara. Ia berencana menyatakan cintanya kepada gadis itu setelah beberapa tahun ini setia hanya menjadi sahabat Hara. Namun, kali ini Jodi tidak ingin mundur lagi, ia merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuknya. Di tambah lagi saat ini Donny kelihatan membenci Juan, tentu ini akan menjadi keuntungan untuknya.


Hara, aku pasti akan mendapatkanmu. Cukup sudah tiga tahun ini aku memendam perasaanku. Semoga besok adalah hari yang bahagia untuk kita, gumam Jodi dalam hatinya.


*Jangan lupa untuk like, coment, vote dan juga tipsnya ya! Biar Ay tambah semangat. Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2