
Kondisi Juan telah membaik dan hari ini pemuda itu sudah memulai aktifitasnya kembali. Juan di antar oleh sopir pribadi keluarga Mahendra karena hingga saat ini ia belum mendapatkan fasilitasnya kembali akibat hukuman dari sang ayah.
Juan tidak menghubungi Hara karena ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya tersebut. Ia terlebih dahulu menghubungi Nadine untuk menanyakan di mana keberadaan Hara. Pemuda itu telah menceritakan segalanya kepada Nadine dan gadis cantik itu menyetujui hubungan Juan dengan Hara walau ia sendiri belum mengenal gadis itu secara langsung.
Nadine hanya mengetahui dari cerita Juan dan juga ia melihat photo Hara yang di tunjukkan oleh Juan. Kebetulan Nadine pernah beberapa kali melihat gadis itu di perpustakaan karena memang ia juga sering menghabiskan waktunya di perpustakaan.
"Apa kau tidak merindukanku sayang?" tanya Juan kepada Hara yang tengah duduk di dalam kelas sembari membaca.
"Juan!" seru Hara terkejut melihat kedatangan kekasihnya.
Juan menghempaskan tubuhnya di kursi sebelah Hara, pemuda itu melingkarkan lengan di bahu gadis kesayangannya. Ia juga memilin rambut Hara yang seperti biasa selalu di ikat satu oleh gadis itu.
__ADS_1
"Juan, hentikan!" protes Hara tak nyaman dengan kelakuan Juan karena banyak mata yang menatap tajam ke arah mereka. Sebagian besar adalah para gadis yang memang menaruh hati pada pemuda tampan itu.
"Kenapa sayang?" tanya Juan acuh. Ia masih tetap memainkan rambut Hara sembari menatap gadis itu dengan tatapan penuh cinta.
"Kau lihat semua orang memandang ke arah kita," jawab Hara berusaha menjauhkan diri dari Juan karena tampaknya pemuda itu tidak menggubris perkataannya.
"Biar saja, aku ingin semua orang tahu kalau kau adalah kekasihku," ucap pemuda itu tidak perduli bagaimana orang melihatnya yang terpenting saat ini hatinya tengah bahagia.
Hara bergeser satu kursi menjauhi Juan, ia tidak ingin Jodi melaporkan kepada sang ayah tentang kedekatannya dengan putra bungsu keluarga Pratama itu.
Juan mengepalkan kedua tangannya begitu melihat kehadiran Jodi. Ingin rasanya ia meninju keras pemuda yang telah membuat hubungannya dengan ayah Hara memburuk. Juan tahu jika yang menjelek-jelekkan dirinya adalah Jodi, tapi ia harus menahan kemarahannya untuk saat ini karena ia tidak ingin membuat masalah untuk Hara.
__ADS_1
"Hai Hara!" sapa Jodi duduk di antara Juan dan juga sahabatnya itu.
"Hai." Hara menjawab asal karena sejujurnya ia masih kesal dengan sikap Jodi yang menjadi pengadu.
"Bagaimana, sudah kau putuskan?" tanya Jodi yang masih ingin mengajak gadis itu untuk menghadiri reuni.
"Apa?" Hara balik bertanya pura-pura tidak mengerti.
"Reuni," jawab Jodi, "Biar nanti aku yang akan meminta izin kepada Uncle Donny," imbuh pemuda itu dengan percaya dirinya, Donny juga melirik ke arah Juan berusaha memprovokasi pemuda itu dengan ucapannya.
Jodi merasa di atas angin karena ia lebih dekat dengan ayah gadis yang di sukainya ketimbang Juan yang untuk saat ini masih di benci oleh Donny.
__ADS_1
Sementara itu Juan berusaha untuk bersikap tidak perduli, ia memainkan ponselnya tetapi tetap mencuri dengar apa yang kedua orang itu perbincangkan. Tiba-tiba Juan memiliki ide brilian, pemuda itu pun segera mengirimkan pesan kepada Hara memberitahu gadis itu tentang ide yang di milikinya.