
Yang tersulit bukanlah memulai suatu pekerjaan, melainkan konsisten dalam menjalankan pekerjaan tersebut sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal.
~Ay Alvi~
Juan membopong tubuh Hara kemudian membawanya ke depan bengkel Farrel yang memang terletak di sana. Sebenarnya Hara ingin memberontak, tetapi karena terlalu banyak orang dan juga kakinya memang sedikit sakit membuat gadis itu menerima dengan pasrah perlakuan Juan.
Emily yang melihat hal tersebut mengepalkan kedua tangannya. Gadis itu tidak terima atas perlakuan Juan membela Hara dan membuatnya malu di hadapan orang banyak.
"Mana yang sakit?" tanya Juan memeriksa pergelangan kaki Hara dengan seksama.
"Ah ... itu ... tidak apa-apa," jawab Hara gugup, gadis itu merasa tidak nyaman karena kini Emily memandangnya dengan tatapan tajam seolah gadis itu ingin membunuhnya.
Hara berusaha menarik kakinya yang tengah di pegang oleh Juan. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang karena sikap Juan kepadanya. Namun, Juan tak menggubris penolakan Hara. Pemuda itu bahkan memijat pergelangan kaki Hara yang terlihat sedikit membengkak karena terkilir saat terjatuh tadi.
"Ju, race akan segera di mulai!" Farrel mengingatkan sahabatnya itu.
Juan mengangguk, kemudian pemuda itu memandang Hara dengan tatapan rasa bersalah, ia tak rela meninggalkan gadis yang tengah merasakan sakit itu sendirian.
"Pergilah! Aku tidak apa-apa," ucap Hara seolah mengerti apa yang ada di dalam pikiran Juan.
Pemuda itu masih berdiam diri, melihat Hara yang tengah kesakitan sungguh membuatnya merasa tidak tega.
"Ayo Ju!" Farrel kembali mengingatkan sahabat baiknya tersebut.
Akhirnya dengan tak rela, Juan pun pamit pada Hara untuk segera mengikuti race.
"Tunggu sebentar, Aku janji ini tidak akan lama," ucap Juan mengusak rambut gadis berkacamata itu.
Hara mengangguk, baginya tidak masalah lama atau sebentar, Juan kembali dalam keadaan selamat itu sudah cukup. Dalam dunia balap setiap gerakan bisa beresiko kematian, kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal. Oleh karena itu yang Hara harapkan adalah keselamatan Juan, bukan lagi tentang menang atau kalah.
__ADS_1
Juan pun segera bersiap dengan motornya di atas garis start. Total ada sekitar dua puluh pembalap yang mengikuti race kali ini. Masing-masing dari mereka adalah juara di daerahnya, karena itu persaingan malam ini begitu ketat.
Melihat Hara duduk sendiri setelah kepergian Juan, Emily pun bergegas menghampiri gadis itu. Gadis itu berpikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk membuat perhitungan dengan Hara. Bagi Emily, Hara adalah gadis pengganggu yang harus ia singkirkan secepatnya. Jika tidak, maka gadis itu akan merusak serta menghalangi hubungannya dengan sang kekasih.
"Maafkan atas sikapku tadi," ucap Emily berpura-pura menyesal akan tindakannya.
"Tidak masalah, bukan hal besar," jawab Hara ringan, matanya masih fokus memandang ke arah Juan yang hendak memulai start.
Emily semakin tak senang karena Hara mengacuhkan dirinya dan memandang kagum ke arah Juan. Gadis itu membulatkan tekad untuk segera menyingkirkan Hara dari kehidupannya.
Sementara Juan telah memulai start, pemuda itu berada jauh di depan meninggalkan lawan-lawannya. Untuk memenangkan race kali ini setiap peserta harus melewati sepuluh putaran. Dan kini Juan telah melewati separuhnya. Oleh karenanya pemuda itu optimis dapat menenangkan lomba.
Sebenarnya Juan sedikit kecewa karena dari lawan-lawannya pemuda itu tidak melihat kehadiran Nikki yang sempat di kabarkan akan mengikuti lomba. Namun hingga race di mulai tak ada tanda-tanda gadis itu akan datang.
Di tempat lain, Hara membuka mata dan merasakan sakit di kepalanya. Gadis itu mengerjapkan matanya menyesuaikan penglihatan yang terlihat samar-samar.
Tubuh Hara menggigil saat menyadari ia tengah berada di dalam sebuah bangunan kosong yang lebih mirip di sebut gudang.
Tak ada penerangan di dalam ruangan tersebut, hanya sedikit cahaya temaram yang menerobos dari sela-sela kayu yang menjadi dinding ruangan tersebut. Hara mencoba mengingat bagaimana ia bisa berada di sana. Namun, ingatannya sepertinya memudar karena rasa sakit yang menyerang kepalanya.
Hal terakhir yang gadis itu ingat adalah ketika ia melihat Juan yang tengah mengikuti lomba dan di saat itulah Emily kekasih pemuda itu datang menghampirinya dan berbasa-basi meminta maaf atas tindakannya tadi.
Hara bangkit dari duduknya, hendak melangkah untuk mencari jalan keluar. Namun, baru saja ia menggerakkan kakinya rasa sakit kembali menyerang pergelangannya dan memaksa gadis itu untuk duduk kembali.
Dengan menghela nafas Hara meraba saku celananya mencari keberadaan ponsel miliknya. Akan tetapi tak ada apa pun di saku tersebut. Barang-barangnya tidak ada, bahkan kalung yang merupakan peninggalan sang ibu kini raib entah kemana.
Hara kembali berpikir, dia bukan gadis lemah yang menyerah pada keadaan. Gadis itu memaksakan diri melangkah dengan menyeret sebelah kakinya. Hara melangkah ke arah pintu yang terletak di sudut ruangan tersebut. Ia mencoba mengintip dari lubang kunci untuk melihat keadaan di luar.
Namun, karena sudah hampir tengah malam dan keadaan sangat gelap, membuat gadis itu tidak dapat melihat apa-apa. Hara menarik gagang pintu dengan kuat, berharap ia dapat keluar dari sana. Namun, ternyata usahanya sia-sia. Tenaga yang di keluarkan oleh gadis itu belum mampu untuk membuka paksa pintu tersebut.
__ADS_1
Sementara itu race telah berakhir, dan dapat di tebak Juan keluar sebagai juara seperti biasanya. Farrel dan para pendukung Juan merasa gembira, termasuk Emily yang langsung berlari menghampiri Juan dan memeluk pemuda itu tanpa rasa malu.
"Selamat ya sayang," ucap Emily manja memeluk erat tubuh kekasihnya tersebut.
"Terimakasih," sahut Juan kemudian dengan segera mendorong pelan tubuh Emily berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan gadis itu.
Walau Juan menolaknya Emily tidak menyerah, gadis itu masih dengan setia bergelayut manja di lengan kokoh Juan.
"Bagaimana kalau kita rayakan kemenanganmu?" tanya Emily pada kekasihnya tersebut.
Juan tak menghiraukan pertanyaan gadis itu, matanya melihat sekeliling mencari keberadaan Hara yang tadi sempat di tinggalkannya untuk mengikuti race.
"Di mana gadis itu?" tanya Juan pada Farrel karena memang ia meninggalkan Hara di depan bengkel milik sahabatnya tersebut.
"Gadis yang mana?" Farrel balik bertanya karena terlalu banyak gadis di sana pemuda itu tidak terlalu memperhatikan mereka, sehingga ia tidak tahu siapa gadis yang di maksud oleh Juan.
"Gadis berkacamata yang tadi datang bersamaku," jawab Juan sedikit kesal karena belum juga menemukan Hara.
"Oh ... gadis itu terakhir aku melihatnya duduk di sana," ucap Farrel menunjuk sebuah kursi yang kini telah kosong.
Juan kebingungan, pemuda itu berjalan kesana kemari untuk mencari keberadaan Hara. Emily yang melihatnya bertambah kesal, bagaimana mungkin gadis cupu seperti itu bisa membuat Juan begitu mengkhwatirkannya.
"Hara sudah pulang," ucap Emily yang tak tahan melihat Juan kesana kemari dengan gelisah karena tidak menemukan Hara.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Juan menyelidik, matanya mencari kebenaran dari kata-kata yang di ucapkan oleh gadis itu.
"A-Aku melihatnya menaiki sebuah taksi tadi," jawab Emily berbohong, gadis itu tidak ingin Juan terus mencari Hara.
Mendengar jawaban Emily membuat Juan segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Hara. Pemuda itu tidak ingin terkena marah dari sang mommy jika seandainya Hara kembali ke rumah seorang diri.
__ADS_1