
Mungkin kamu pernah merasa bahwa beban yang kamu pikul lebih berat dari yang lain, itu karena Tuhan percaya dan memilihmu untuk lebih kuat dari yang lain.
~Ay Alvi~
Juan menemani Hara di rumah sakit, setelah menutupi tubuh gadis itu dengan selimut Juan pun mengecup lembut puncak kepala Hara dan mengucapkan selamat tidur pada gadis itu.
Pemuda itu merebahkan tubuhnya ke atas sofa, memejamkan matanya mencoba untuk beristirahat. Tak lama pemuda itu pun terlelap dalam mimpinya.
Sebenarnya Hara tidak benar-benar tidur, gadis itu menunggu hingga Juan terlelap untuk kembali menghubungi Jodi. Hara merasa penasaran tentang tempat apa yang telah di kunjungi oleh Juan.
Hara meraih ponselnya kemudian dengan segera gadis itu mengirimkan pesan kepada Jodi. Ia bertanya dengan jelas alamat yang tadi di kirimkan oleh Jodi.
Tak berapa lama balasan dari Jodi datang di ponsel gadis itu, Hara sedikit terkejut dan membelalakkan matanya. Ia tidak menyangka bahwa alamat yang di maksud oleh Jodi adalah sebuah gudang tua yang terletak di luar kota New York.
Hara menghela nafas, ia sedikit curiga apa tujuan pemuda itu pergi ke sana. Namun, Hara juga tidak dapat menebak dan gadis itu juga tidak mungkin bertanya pada Juan karena sudah pasti pemuda itu tidak akan mengatakan yang sejujurnya.
Di gudang tempat Emily di sekap, seorang anak buah Juan melemparkan satu buah kemeja untuk di pakai gadis itu. Awalnya Emily tidak ingin menerima karena kemeja itu terlihat lusuh dan kusam. Namun, karena tidak ada lagi yang dapat ia gunakan akhirnya dengan terpaksa gadis itu pun mengambil kemeja tersebut lalu segera memakainya.
"Ayo cepat!" tukas salah seorang anak buah Juan yang bertugas untuk menjaga gadis itu.
Tadi mereka di perintahkan untuk memindahkan Emily ke tempat lain. Mereka kemudian mengikat kedua tangan Emily dan juga menutup kedua mata gadis itu dengan selembar kain hitam.
Kedua orang itu menggeret Emily yang kini sudah pasrah tidak berdaya. Gadis itu menyesal telah meremehkan Juan, ia mengira dapat mendapatkan pemuda itu dengan cara yang ia punya. Emily tidak tahu kalau Juan selama ini ikut memimpin gangster yang sangat berkuasa dan juga di takuti di kota New York.
Gadis itu mengira jika Juan dan keluarganya orang kaya biasa yang tidak memiliki kekuasaan di dunia gelap. Andai ia tahu, tentu gadis itu tidak akan bertindak sebodoh ini. Penyesalan memang selalu datang terlambat, kini ia hanya berharap Juan dapat memberikannya maaf dan melepaskan gadis itu seperti sediakala.
__ADS_1
Juan terbangun dari tidurnya saat Via sang mommy datang untuk menjenguk Hara. Ibu kandung pemuda itu membawakan sarapan untuk putra bungsunya dan juga Hara.
"Mommy sudah datang?" tanya pemuda itu mengucek kedua matanya yang masih tampak mengantuk.
"Seperti yang kau lihat, dasar pemalas!" jawab sang mommy melemparkan bantal sofa ke arah Juan yang di tanggapi dengan cengiran pemuda itu.
Hara sendiri sudah terbangun sedari tadi, ia juga telah merasa lebih baik kali ini. Dan mungkin seperti apa yang semalam di katakan oleh Juan bahwa jika hari ini ia sudah membaik, dokter akan mengizinkannya pulang.
Gadis itu tidak kerasan berada di rumah sakit, ia sudah bosan karena tidak ada hal yang dapat di lakukannya di tempat itu.
"Pagi Aunty!" Hara menyapa dan tersenyum ramah pada Via, gadis itu memang mengagumi sosok ibu tiga orang anak tersebut. Via adalah wanita yang cantik dan juga lembut, walau sudah hampir setengah abad usianya tapi Via selalu tampak awet muda.
"Pagi sayang, bagaimana keadaanmu hari ini?" Via membalas sapaan Hara sekaligus bertanya tentang kabar gadis itu hari ini.
"Sudah lebih baik Aunty," jawab Hara menyambut kedatangan nyonya muda Pratama itu dengan sebuah pelukan hangat.
Juan bangun dari tidurnya kemudian menghampiri kedua wanita itu.
"Pagi Mommy!" sapa Juan kepada sang bunda, pemuda itu mencium pipi Via dan bermanja-manja dengan wanita yang paling di hormati nya tersebut.
"Sebaiknya kau bersihkan diri dulu!" tukas Via menutup hidungnya dan menepuk bahu pemuda itu.
Juan hanya terkekeh mendengar ucapan ibunya, pemuda itu kemudian mendekati Hara dan juga meninggalkan sebuah kecupan di pipi gadis itu.
"Selamat pagi sayang!" sapa Juan lembut setelah mengecup pipi Hara dan membuat wajah gadis itu merona karena merasa malu pada Via.
__ADS_1
"Ka-kalian?!" tanya ibu kandung Juan tersebut menutup mulut dengan kedua tangannya tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.
"Ya Mom, Hara adalah kekasihku sekarang," jawab Juan enteng membelai rambut gadis yang kini telah menjadi kekasihnya agar sang mommy percaya akan hubungan pura-pura mereka.
Sementara itu wajah Hara semakin memerah, ia merasa malu dan ingin sekali menyembunyikan wajahnya. Gadis itu tidak menyangka Juan akan mencium pipinya di hadapan ibu kandung pemuda itu. Jantungnya berdebar dengan kencang seolah ingin melompat dari tempatnya.
Via tersenyum bahagia, nyonya muda Pratama itu kembali menarik Hara ke dalam pelukannya. Ia tidak menyangka bahwa hubungan mereka dapat terjalin begitu cepat. Wanita itu membelai punggung Hara dengan penuh kasih sayang.
"Kita harus merayakan ini," ucap Via antusias setelah wanita itu melonggarkan peluang kepada Hara.
"Aunty tidak perlu seperti itu," kata Hara, gadis itu tersipu malu dengan wajah yang semakin memerah.
"Mommy benar sayang, kita harus merayakan ini sekaligus merayakan kesembuhanmu," tukas Juan mendukung ucapan ibunya. Pemuda itu melingkarkan lengannya di bahu Hara dengan santai. Ia tidak memperhatikan gadis itu yang semakin gugup karena sifatnya.
Tenang Hara, kau harus tenang. Ingat ini hanyalah pura-pura, jangan sampai terbawa perasaan, batin Hara.
Gadis itu memegang dadanya, mencoba menetralkan detak jantungnya yang semakin menggila. Walaupun ia tahu ini adalah pura-pura, tapi sikap Juan cukup membuat gadis itu tegang. Hara tidak ingin terbawa suasana, gadis itu sadar bahwa ia harus bisa mengendalikan hatinya jika tidak ingin kecewa.
Via mengangguk setuju kemudian ibu tiga orang anak itu segera menyusun rencana untuk merayakan hubungan Juan. Wanita itu berharap berhubungan dengan Hara dapat membuat Juan berubah, Ia tidak ingin putra bungsunya itu menjadi Playboy yang menyakiti hati para gadis. Maka dari itu ia sangat mendukung hubungan ini. Bahkan sedari awal ia dan Donny ayah Hara telah merencanakan untuk menjodohkan mereka berdua.
*****
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.
__ADS_1
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘