Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Taktik Donny


__ADS_3

"Selamat malam Hara," sapa William begitu melihat gadis itu datang untuk menemuinya.


"Selamat malam dokter William," sahut Hara enggan. "Ada keperluan apa sehingga dokter William datang ke kediamanku?" tanya Hara mencoba bersikap ramah walu hatinya tak menginginkan. Sejak Hara tidak mendapat kabar tentang keadaan Juan, suasan hatinya benar-benar menjadi buruk.


"Aku ingin mengajakmu makan malam," jawab William yang memang memutuskan untuk mengejar Hara setelah mendapat dukungan dari ayah gadis itu yang juga merupakan atasannya di rumah sakit.


"Dengan sangat menyesal aku harus mengatakan kalau aku baru saja menyelesaikan makan malamku," ucap Hara dengan raut wajah menyesal. Sebenarnya ie berbohong karena sedari tadi ia sama sekali tidak berselera untuk makan.


"Sayang sekali, aku sepertinya kurang beruntung," ucap William sedih. Sesungguhnya ia sangat ingin mengajak Hara keluar dan melakukan pendekatan dengan gadis itu.


"Hara bukankah kau tadi bilang ingin membeli buku? Mengapa tidak sekalian ajak William agar ia dapat mengenal lebih jauh seluk beluk kota Jakarta?" tanya Donny membuat Hara mengernyitkan kedua alisnya.


Hara tidak pernah mengatakan ingin pergi ke toko buku. Mengapa sang ayah berkata seperti itu? Nampaknya sang ayah berusaha untuk menjodohkan dirinya dengan William.

__ADS_1


"Tapi aku-"


Belum sempat Hara menyelesaikan kalimatnya Donny sang ayah telah memotong kalimatnya, "William sangat baik, dia pasti bersedia untuk mengantarkanmu," ujar Donny, "Benar begitu William?" Donny meminta pesetujuan dari pria yang ada di hadapannya.


Di kediaman Mahendra, keadaan Juan semakin parah. Bahkan setelah meminum obat suhu tubuhnya belum turun juga.


"Ayah sepertinya kita harus membawa Juan ke rumah sakit." Sera berkata dengan cemas setelah memeriksa kembali suhu tubuh keponakannya itu.


"Panasnya tidak turun juga, bahkan sedari tadi Juan terus mengigau," jawab Sera dengan wajah paniknya.


"Baiklah, ayah akan siapkan mobil. Kita bawa Juan ke rumah sakit sekarang!" putus Jordan yang sebenarnya sedari tadi ingin membawa pemuda itu ke rumah sakit. Namun, karena sifat Juan yang keras kepala dan tidak mau di bawa ke rumah sakit membuat Jordan akhirnya menyerah.


Namun, kini kenyataannya, kondisi pemuda itu tidak juga membaik sehingga ia harus memutuskan untuk membawa Juan ke rumah sakit. Bagaimanapun juga Juan adalah putra bungsu dari adik sepupunya dan Joradan tidak ingin terkena amukan Via karena di anggap tidak dapat menjaga putranya.

__ADS_1


"Aunty aku tidak ingin ke rumah sakit. Sebentar lagi aku pasti sembuh," ucap Juan mencoba untuk merayu bibinya agar mereka tidak membawanya ke rumah sakit.


Setelah kecelakaan yang menimpanya tiga bulan lalu itu ia sedikit traumatik terhadap rumah sakit. Juan berharap selamanya ia tidak akan perlu pergi ke rumah sakit lagi.


"Juan, Uncle mohon jangan mempersulit kami. aku tidak mau ibumu marah karena aku tidak dapat menjaga dirimu dengan benar," ucap Jordan menghentikan protes Juan.


Akhirnya mereka pun membawa pemuda itu ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya.


William membukakan pintu mobil miliknya dan mempersilakan gadis itu untuk masuk. Mereka pun segera melakukan perjalanan menuju toko buku seperti yang Hara inginkan.


"Kau mau pergi ke toko buku yang mana?" tanya William kepada gadis yang sedari tadi diam saja.


"Mana saja," jawab Hara acuh karena gadis itu memang tidak berniat untuk membeli buku. Ia tahu ini adalah salah satu taktik ayahnya sebelum kita memutuskan untuk menikah.

__ADS_1


__ADS_2