Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Peraturan pacar (2)


__ADS_3

Kamu dapat menutup matamu dari suatu hal yang mungkin tidak bisa kamu lihat. Namun, kamu tidak bisa menutup hatimu dari suatu hal yang tidak ingin kau rasakan.


~Ay Alvi~


Mentari pagi bersinar menerobos melalui jendela kamar rumah sakit membangunkan Hara yang tengah terlelap dari tidurnya.


"Pagi!" sapa dokter William kepada gadis yang baru saja selesai membersihkan dirinya.


"Pagi Dok!" jawab Hara tersenyum dengan manisnya.


Dokter William pun memulai tugasnya untuk memeriksa keadaan Hara. Di bantu dengan dua orang perawat untuk melihat luka tembak yang terdapat di punggung gadis itu.


"Lukanya sudah mengering dan sepertinya besok kau sudah bisa pulang," ucap dokter William membuat Hara gembira.


"Benarkah?" tanya Hara seakan tak percaya karena baru saja kemarin dokter tampan tersebut mengatakan bahwa masih membutuhkan waktu satu minggu lagi agar gadis itu dapat keluar dari rumah sakit.


William menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Hara, dokter itu berbicara sesuai dengan keadaan yang di lihatnya.


"Terimakasih Dok," ucap Hara penuh rasa syukur bahkan gadis itu secara tidak sadar langsung memeluk tubuh William karena terlalu bahagia.


"Hemm ...." Juan berdehem saat melihat Hara sang kekasih pura-pura nya tersebut memeluk dokter tampan yang tengah memeriksa luka gadis itu.


Hara terkejut, ia tidak menyadari kalau pemuda itu masih berada di sofa belum berpindah dari tempatnya tidur semalam.


"Oh, maaf," ucap Hara kepada William, gadis itu juga tidak enak hati karena tiba-tiba memeluk tubuh dokter William karena terlalu antusias.


"Tidak apa," jawab dokter William mengusak rambut gadis itu lembut.


"Apa kau ingin ku temani untuk jalan-jalan keluar?" tanya dokter muda itu.

__ADS_1


"Tidak perlu Dokter, aku bisa menemani kekasihku sendiri," sela Juan sebelum Hara sempat menjawab pertanyaan dari dokter William.


"Baiklah, karena di sini ada kekasihmu mungkin dia bisa menemanimu untuk jalan-jalan," ucap William sembari tersenyum karena merasakan aura kecemburuan dari Juan.


Sementara itu Hara memutar bola matanya malas, Juan selalu saja bersikap seperti itu jika dirinya berdekatan dengan dokter William. Entah apa maksud Juan selalu menyebutkan bahwa ia adalah kekasihnya di hadapan dokter yang selalu bersikap baik kepadanya tersebut.


"Tentu Dokter, aku akan menemani kekasihku berkeliling jalan-jalan," ucap Juan berjalan menghampiri Hara dan memeluk pinggang ramping gadis itu.


"Bagus Tuan, kalau begitu aku permisi dan nikmati hari terakhirmu di rumah sakit Hara," ujar William mengedipkan sebelah matanya menggoda gadis yang kini wajahnya tampak merona.


Dokter William dan kedua perawat pun pergi meninggalkan Hara dan Juan di dalam ruangan tersebut.


"Kau ingin ku temani jalan-jalan keluar kamar?" tanya Juan lembut, ia menawarkan diri untuk menemani gadis itu agar tidak merasa bosan.


"Tidak, aku bisa sendiri," tolak Hara bangkit dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan perlahan. Kali ini gadis itu tidak memerlukan kursi roda lagi karena ia merasa tubuhnya telah kuat untuk lebih banyak bergerak.


"Tidak perlu." Hara menghempaskan tangan pemuda itu dari lengannya.


"Peraturan nomor satu di larang menyentuh bagian tubuh kekasih pura-pura tanpa izin," ucap Hara menyebutkan satu peraturan yang ia buat untuk Juan.


Pemuda itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia tidak menyangka gadis itu akan membuat peraturan seperti itu. Juan pikir, Hara hanya akan melarang dirinya untuk berdekatan dengan wanita seperti yang pernah ia kemukakan di awal hubungan mereka.


"Baiklah jika itu aturan yang kau buat, tapi aku juga punya aturan yang harus kau ikuti!" tegas Juan menatap tajam ke arah gadis yang kini ada di hadapan.


"Aturan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Hara penasaran karena Juan belum mengatakan apa yang di inginkan oleh pemuda itu.


"Di larang bersentuhan dengan pria lain, di depan atau di belakangku," ucap Juan mengajukan aturan yang ia inginkan. Pemuda itu tidak ingin Hara dekat-dekat dengan pria lain apalagi itu dokter William. Dokter muda dan tampan yang selama ini selalu memberi perhatian lebih kepada Hara.


Hara mengangguk setuju, gadis itu tidak masalah dengan aturan yang di ajukan oleh Juan karena selama ini gadis itu memang tidak pernah berdekatan dengan pria selain Jodi yang menjadi sahabat baiknya. Apa yang di lakukannya tadi kepada dokter William hanya karena gadis itu terlalu antusias atas kabar yang di berikan oleh pria itu.

__ADS_1


Akhirnya Juan pun ikut menemani Hara jalan-jalan keluar dari kamarnya. Mereka berkeliling rumah sakit untuk menghirup udara segar di luar kamar yang membuat Hara merasa pengap.


"Halo, ada apa?" tanya Hara ketika menjawab panggilan telepon dari Jodi, gadis itu berbicara sedikit pelan karena tidak mau Juan mendengar apa yang di bicarakannya.


"Motor yang akan kau pakai sudah siap, kapan kau akan melakukan uji coba?" tanya Jodi dari seberang sana.


"Ehmm ... Besok aku sudah bisa keluar dari rumah sakit jadi mungkin aku bisa segera mengujinya," jawab Hara karena waktu perlombaan hanya tinggal sebentar jadi gadis itu tidak memiliki banyak waktu lagi.


"Baiklah, aku sudah mempersiapkan segalanya," sahut Jodi yang kemudian segera mematikan sambungan teleponnya. Pemuda itulah yang mengurus semua kebutuhan Hara untuk balapan. Boleh di bilang Jodi adalah manajer gadis itu.


"Kau mau menguji siapa?" Juan bertanya karena sedari tadi pemuda itu menguping pembicaraan Hara dengan orang yang ada di telepon walau ia tidak tahu gadis itu berbicara dengan siapa.


"Menguji pelajaranku," jawab Hara masih menutupi identitasnya, gadis itu tidak ingin Juan mengetahui bahwa ia akan mengikuti balapan dengan jati diri sebagai Nikki.


Hara berlalu pergi meninggalkan Juan yang tampak kebingungan karena ia yakin Hara tengah berbohong kepadanya. Ini adalah musim liburan jadi tidak mungkin gadis itu memikirkan pelajaran, tapi ia juga tidak dapat menebak apa yang tadi di bicarakan oleh gadis itu dengan sang penelpon.


"Peraturan kedua," kata Juan berlari mengejar Hara yang telah berjalan agak jauh ke depan.


"Apa?" tanya Hara menoleh ke arah Juan menanyakan apa yang menjadi peraturan kedua oleh pemuda itu.


"Harus berkata jujur dan tidak ada rahasia," jawab Juan mensejajarkan langkahnya dengan gadis yang kini tengah melotot kearahnya.


"Aku tidak setuju," tolak Hara karena ia tidak ingin urusan pribadinya di campuri oleh Juan. Bagaimanapun juga mereka hanyalah pasangan pura-pura jadi, tidak seharusnya mencampuri urusan pribadi masing-masing.


"Mengapa?" tanya Juan heran mengapa gadis itu menolak aturan yang ia buat.


"Kita hanya kekasih pura-pura, jadi untuk apa mencampuri urusan masing-masing." Hara kembali melenggang meninggalkan Juan.


Juan menatap kepergian Hara, pemuda itu tahu ada hal yang di sembunyikan oleh Hara yang membuat gadis itu tidak ingin urusan pribadinya di ketahui olehnya. Maka dari itu, mulai saat ini ia akan menyelidiki gadis itu diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2