
Percayalah bahwa Tuhan selalu menerima semua doa yang kamu panjatkan. Dia akan melepas satu persatu di waktu yang tepat.
~Ay Alvi~
"Sabar kawan, aku tahu caranya agar ayah Hara dapat menyetujui hubungan kalian," ucap Farrel membuat Juan penasaran apa yang di pikirkan oleh sahabatnya itu.
"Apa?" tanya Juan karena pemuda itu sangat ingin tahu bagaimana caranya menaklukkan hati Donny agar dapat menyetujui hubungannya dengan Hara.
"Uncle!" panggil Jodi menyusul Donny yang membawa Hara keluar dari rumah sakit.
"Ada apa Jodi?" tanya Donny berhenti melangkah untuk mendengarkan apa yang akan di ucapkan oleh pemuda itu.
"Bisa aku bicara berdua dengan Uncle?" Jodi balik bertanya meminta kesempatan untuk bicara empat mata tanpa Hara.
"Tunggu Papi di dalam mobil!" titah Donny kepada putri satu-satunya itu.
Hara bertanya dengan gerak bibirnya kepada sahabatnya, ia ingin tahu apa yang akan di katakan oleh Jodi. Namun, Jodi tidak menjawab, pemuda itu berpura-pura tidak mengerti bahasa isyarat dari sahabatnya itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Donny kepada Jodi setelah putrinya masuk ke dalam mobil.
"Tolong jangan salahkan Hara atas masalah ini," ucap Jodi yang merasa tidak nyaman melihat sikap Donny marah kepada Hara.
Donny menghela nafas, sebenarnya ia juga tidak ingin seperti ini. Namun, bagi Donny tindakan Hara yang berbohong kepadanya membuat pria itu marah. Selama ini ia selalu menanamkan kejujuran kepada putrinya, oleh karena itu Donny sangat marah mengetahui Hara berbohong masalah balap yang selama ini ia sembunyikan.
"Aku lebih mengerti apa yang terbaik untuk putriku," ujar Donny, ia merasa sebagai seorang ayah tentunya ia lebih tahu dan mengerti apa yang terbaik untuk Hara.
"Aku tahu Uncle, hanya saja ia semua karena Juan. Hara dan Juan melakukan taruhan untuk balap kali ini," tukas Jodi memberitahu apa yang sebenarnya menjadi rahasia antara Hara dan Juan.
__ADS_1
"Taruhan? Apa maksudmu?" tanya Donny mengernyitkan kedua alisnya tak mengerti apa maksud pemuda sahabat putrinya itu.
"Iya, mereka bertaruh, jika Juan yang menang maka Hara harus menjadi kekasih Juan," jelas Jodi yang memang sengaja berbicara seperti itu agar Donny lebih membenci Juan sehingga kesempatannya untuk mendapatkan hati Hara akan lebih mudah.
"Kurang ajar!" geram Donny menahan kemarahannya, ia tidak menyangka bahwa putrinya harus menjadi bahan taruhan. Tangan Donny mengepal erat, pria itu benar-benar marah dan kebenciannya kepada Juan semakin bertambah.
"Terimakasih kau sudah memberitahuku tentang hal ini," ucap Donny membuat Jodi semakin besar kepala. Pemuda itu yakin ia akan mudah mendapatkan Hara jika Donny setuju dengan dirinya. Yang ia tahu selama ini Hara tidak akan pernah membantah apapun yang di katakan oleh sang ayah. Gadis itu selalu menurut apapun perintah Donny.
"Sama-sama Uncle," jawab Jodi tersenyum puas.
Donny pun segera bergegas menuju mobilnya di mana Hara sang putri telah menunggu.
Pria itu bersikap biasa seolah tak mengetahuinya tentang taruhan yang di buat Hara dengan Juan. Ia tidak ingin menegur Hara dan berharap putrinya sendiri yang akan bercerita kepadanya.
"Apa yang Jodi katakan pada Papi?" tanya Hara ketika sang ayah telah berada di dalam mobil.
"Oh," hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Hara. Sepanjang sisa perjalanan mereka terdiam, tidak ada salah satu yang membuka pembicaraan hingga akhirnya mereka memasuki kawasan apartemen tempat mereka tinggal.
Begitu tiba di apartemen, Donny segera merapikan barang-barang miliknya. Pria itu tengah menyiapkan segalanya untuk kembali ke Indonesia. Donny telah memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya dan mengabdi di sana. Ia akan memimpin sendiri rumah sakit yang selama ini ia serahkan kepada keponakannya.
"Bereskan barang-barangmu sekarang juga!' titah Donny kepada Hara yang masih duduk di sofa memperhatikan kegiatan sang ayah.
"Apa harus sekarang?" tanya Hara, ia ragu karena gadis itu belum mengurus surat kepindahannya.
"Ya, besok kau ke kampus untuk mengundurkan diri dan lanjutkan kuliahmu di Indonesia!" jawab Donny tegas. Ia tidak ingin Hara menetap di New York yang berarti memberi kesempatan Juan untuk mendekati putrinya.
"Tapi Pi-"
__ADS_1
"Sekarang kau lebih sering membantah!" ujar Donny memotong ucapan Hara, pria itu tidak menyukai perubahan yang terjadi kepada putrinya tersebut.
"Maaf Pi, aku hanya bingung kenapa tiba-tiba Papi ingin kita pindah," ucap Hara mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Papi tidak ingin kau menjadi liar, selama ini kau sudah membohongi Papi, di tambah lagi Papi tidak suka kedekatanmu dengan putra keluarga Pratama itu," jawab Donny menjelaskan semua yang menjadi ganjalan di dalam hatinya.
" Mengapa Papi tidak menyukai Juan? Bukankah Papi sendiri yang memintaku untuk tinggal di kediaman keluarga Pratama sehingga kami bisa menjadi dekat," tutur Hara tidak mengerti apa yang membuat ayahnya membenci Juan, padahal awalnya sang ayahlah yang memaksa Hara untuk ikut tinggal bersama Via di kediaman keluarga Pratama.
"Dia membawa pengaruh buruk kepadamu dan Papi tidak menyukai itu!" tegas Donny yang mengira bahwa Hara menyukai balap karena Juan.
"Papi salah," bantah Hara, "Ini semua tidak ada hubungannya dengan Juan!" ujar gadis itu menolak apa yang di katakan oleh sang ayah.
"Papi tidak mau tahu, sekarang cepat bereskan barang-barangmu. Lusa kita kembali ke Indonesia," ucap Donny tidak ingin Hara membantah lagi.
Pria itu segera masuk ke kamar dan mengunci pintu. Ia tidak ingin berdebat dengan sang putri yang pasti akan membuat hatinya sakit karena akan teringat mendiang istrinya yang juga selalu keras kepala. Sifat teguh dan keras kepala itulah yang menurun kepada putrinya yang saat ini ternyata sudah beranjak dewasa dan mulai mengenal cinta.
"Ia sangat mirip denganmu," ucap Donny memandang photo mendiang istrinya, tanpa terasa air mata membasahi pipi dokter kandungan itu.
Donny memeluk erat photo sang istri kemudian memejamkan matanya.
"Aku merindukanmu sayang," gumam Donny lirih, pria itu memejamkan matanya berharap sang istri akan hadir di dalam mimpinya.
Di dalam kamarnya, Hara membuang nafas kasar. Gadis itu masih tidak setuju dengan keinginan sang ayah untuk kembali ke Indonesia. Bukan ia tidak mau pulang ke negara asal, pasalnya ia sendiri baru beberapa bulan berada di New York untuk meneruskan kuliahnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Hara, ia tidak ingin berpindah lagi kuliah yang berarti harus menyesuaikan diri lagi. Di tambah saat ini Hara telah jatuh hati kepada Juan, jika ia kembali ke Indonesia tentu tidak akan dapat bertemu dengan putra bungsu keluarga Pratama tersebut.
Sebenarnya apa yang di katakan oleh Jodi kepada Papi. Mengapa tiba-tiba Papi ingin aku kembali ke Indonesia, batin Hara.
__ADS_1