Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Aku milikmu seorang


__ADS_3

Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik. Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta.


~Ay Alvi~


"Apa yang Mommy katakan?" tanya Juan saat Via mommy-nya telah keluar dari ruangan tersebut. Pemuda itu menarik kursi dan duduk tepat di sisi ranjang Hara.


"Tidak banyak," jawab Hara tidak ingin menceritakan apa yang mereka perbincangkan tadi karena jujur gadis itu merasa malu jika Juan mengetahui permintaan yang di utarakan sang ibu.


Juan menatap lekat-lekat wajah gadis yang kini ada di hadapannya tersebut. Tangan pemuda itu meraih jemari Hara kemudian menggenggamnya.


"Hara, jadilah kekasihku," pinta Juan yang membuat Hara membelalakkan matanya lebar-lebar.


"A-Apa kau bilang?" tanya Hara tak begitu yakin dengan pendengarannya.


"Aku mendengar apa yang kalian bicarakan tadi," ucap Juan tak menjawab pertanyaan yang Hara ajukan.


"Lalu?" tanya Hara lagi, gadis itu ingin mengetahui reaksi Juan yang telah mengetahui permintaan ibunya.


Juan terdiam sebelum menjawab pertanyaan gadis itu. Ia memikirkan apakah Hara akan tersinggung dengan apa yang akan ia katakan.


"Jadilah kekasihku, setidaknya di hadapan Mommy," jawab Juan pada akhirnya, pemuda itu ingin menebus kesalahan pada sang bunda.


"Aku tidak ingin membuat Mommy kecewa," tambah Juan jujur.


Mendengar jawaban Juan membuat Hara sedikit kecewa, hatinya terasa sakit mengetahui kenyataan itu. Awalnya gadis tersebut menyangka apa yang di ucapkan Juan adalah ungkapan dari perasaan pemuda itu. Namun, ternyata ia salah menduga. Pemuda itu hanya tidak ingin membuat mommy-nya kecewa dan bersedih.


Hara memalingkan wajahnya menatap ke arah jendela. Gadis itu berusaha menyembunyikan air mata yang hampir saja lolos dari pelupuk matanya. Ia menarik tangannya dari genggaman Juan. Genggaman yang sempat membuatnya nyaman dan membuat gadis itu berharap dapat selamanya menggenggam tangan itu dengan perasaan bahagia.


Namun, ia sadar bahwa Juan sang Casanova tampan tidak akan mungkin jatuh cinta padanya. Gadis itu terlalu berharap sia-sia. Akan tetapi, bolehkah ia bertindak egois sedikit saja?


Jujur ia ingin memiliki hati pemuda itu yang sebenarnya bukan hanya pura-pura di hadapan ibu kandung Juan.

__ADS_1


"Maaf jika Aku menyinggung perasaanmu," sesal Juan saat melihat Hara memalingkan wajahnya dan juga menarik tangan dari genggamannya.


"A-Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku ... hanya tidak ingin membuat Mommy sedih dan kecewa," jelas Juan berharap gadis yang berada di hadapan itu dapat mengerti.


Hara tak menanggapi, gadis itu masih belum berani menatap Juan. Ia takut jika Juan dapat melihat cahaya cinta yang terpancar dari matanya. Entah sejak kapan perasaan itu datang, namun tak dapat Hara sangkal bahwa ia menyukai (oh tidak) maksudnya mencintai Juan pemuda yang terkenal playboy tersebut.


"Aku tidak akan memaksa, jika kau merasa keberatan kau berhak menolaknya," ucap Juan menyerah setelah menunggu lama tak ada jawaban yang keluar dari mulut gadis itu.


"Istirahat lah!" Juan berkata sembari mengusak lembut rambut gadis itu, kemudian ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya menuju keluar.


"Aku mau," jawab Hara sebelum tangan Juan meraih gagang pintu kamar tersebut.


Juan membalikkan tubuhnya, menatap gadis itu dengan keheranan. Ia tidak menyangka jawaban itu yang akhirnya keluar dari mulut Hara, mengingat sedari tadi gadis itu hanya terdiam bahkan memalingkan wajahnya tak sudi bertatap muka dengan Juan.


"Katakan sekali lagi!" pinta Juan ingin memastikan bahwa ia tidak salah mendengar.


"Aku mau jadi kekasihmu," jawab Hara sekali lagi, gadis itu telah berpikir masak-masak untuk memberikan jawaban tersebut.


"Benarkah?" Juan bertanya sekali lagi, ia sendiri tak begitu yakin dengan jawaban gadis itu. Pemuda tersebut berpikir bahwa Hara akan menolak permintaannya, mengingat selama ini hubungan mereka juga tidak terlalu baik.


"Iya, tapi dengan satu syarat." Hara menjawab sembari mengacungkan jari telunjuknya pada Juan.


"Apapun itu," balas Juan, pemuda itu tidak perduli apa syarat yang akan di ajukan oleh Hara asal bisa menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya. Demi membuat sang ibu bahagia pemuda itu rela melakukan apapun yang menjadi permintaan Hara.


Hara terdiam, ia tidak menyangka bahwa Juan akan menyanggupi begitu saja permintaannya bahkan sebelum gadis itu mengutarakan apa yang menjadi syarat untuk mau menjadi kekasih pemuda tersebut.


Ia sendiri sebenarnya belum mengetahui apa yang akan ia ajukan sebagai syarat. Gadis itu masih berpikir bagaimana caranya untuk mengubah Juan yang selama ini terkenal playboy.


"Kau tidak boleh dekat dengan wanita lain selama kita berpacaran," ucap Hara menyebutkan satu syaratnya.


"Aku tahu hubungan ini hanya pura-pura, namun aku tidak mau Aunty Via curiga seandainya terdengar kabar kau memiliki kedekatan dengan gadis-gadis lainnya," tambah Hara, gadis itu berusaha menjelaskan agar Juan tidak salah paham dan menganggap gadis itu memonopoli dirinya.

__ADS_1


Juan tersenyum menanggapi syarat yang di ajukan oleh gadis itu. Tentu ia tidak akan keberatan untuk tidak berdekatan dengan para gadis-gadis karena selama ini bukan dirinya lah yang mendekati mereka. Melainkan gadis-gadis itulah yang terus memburu Juan di manapun ia berada, termasuk Emily.


Emily, tunggu sebentar! pemuda itu hampir saja melupakan bahwa ia memiliki urusan yang harus di selesaikan dengan gadis itu.


Ya, malam ini ia akan membalas perbuatan Emily dengan sesuatu yang tidak akan di lupakan oleh gadis itu sepanjang hidupnya.


"Mengapa tersenyum? Apa syarat yang aku pinta begitu sulit untukmu?" Hara bertanya karena gadis itu merasa heran melihat tingkah Juan yang tersenyum setelah mendengar syarat darinya.


"Tentu tidak, syarat itu begitu mudah untukku," ucap Juan sombong, memang mudah bagi pemuda itu untuk menyanggupi syarat yang Hara berikan.


"Tapi, jika mereka yang mendekatiku tidak masalah bukan? Selama ini juga bukan aku yang mendekati mereka," ucap Juan penuh percaya diri karena ia yakin ketampanannya dan juga kekayaan orang tuanya lah yang menjadi magnet bagi para gadis untuk mendekati pemuda berusia 20 tahun tersebut.


Hara memutar bola matanya malas mendengar ucapan Juan. Memang benar apa yang di katakan pemuda itu, selama ini bukan Juan yang mendekati mereka, tetapi gadis-gadis itulah yang selalu mengejar pemuda yang hobi bergonta-ganti pasangan tersebut.


Walau para gadis itu tahu hubungan mereka tidak akan lebih dari satu bulan, tetap saja mereka rela mengantri untuk mendapatkan kesempatan menjadi kekasih pemuda itu.


"Tetap tidak boleh!" tegas Hara melotot marah ke arah Juan membuat pemuda itu terkekeh karena tingkah gadis itu yang begitu menggemaskan.


"Tentu tidak sayang, mulai saat ini aku milikmu seorang," ucap Juan menarik tubuh Hara ke dalam pelukannya dan mengecup puncak kepala gadis itu dengan lembut.


Jantung Hara berdetak lebih cepat dari biasanya, bahkan kini seakan ingin melompat dari tempatnya. Perlakuan manis Juan membuat Hara berharap hubungan mereka bukan hanya pura-pura dan kebohongan belaka.


*********


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.


Oh iya Ay mau kasih tahu bahwa cerita tentang si kembar Aiden dan Zeline yang telah dewasa sudah up loh.


Cerita mereka ada di Extra Chapter TAKDIR CINTA season 1, jadi buat kalian yang ingin tahu tentang kehidupan si kembar silakan baca di sana. Semoga kalian suka 😂😂😂


Ay cuma minta kalian jangan lupa untuk like jika selesai membaca karena satu like kalian sangat berharga bagi kami para penulis.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2