Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Mengacuhkan Hara


__ADS_3

Cinta ibarat sebuah tanaman yang harus diberi pupuk sebuah kejujuran, ketulusan, dan kepercayaan.


~Ay Alvi~


Juan pun mengambil kunci mobilnya dan segera menuju bandara untuk menjemput Donny sekaligus bertemu dengan Hara yang sedari tadi ia cari keberadaannya.


Akhirnya aku menemukanmu Nikki, kali ini aku tidak akan melepaskanmu, batin Juan.


Pemuda itu bertekad jika memang Hara adalah Nikki yang selama ini ia cari, tidak akan ia lepaskan gadis itu. Namun, ia juga tidak akan bertanya langsung kepada Hara. Bisa saja gadis itu mengelaknya. Ia akan menyelidiki sendiri tentang gadis itu. Bagaimana bisa seorang yang berpenampilan cupu seperti Hara dapat berubah menjadi Nikki yang cantik dan juga piawai dalam mengendarai motor.


Di bandara, Hara telah tiba di tempat itu. Gadis tersebut mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan sang ayah. Hara tersenyum manis saat mendapati sang ayah yang ternyata tengah duduk di kursi dalam bandara menunggu kedatangan gadis itu untuk menjemputnya.


"Papi!" panggil Hara membuat sang ayah menoleh ke arah anak gadisnya yang tengah berlari menuju ke arahnya.


Donny bangkit kemudian merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan sang putri tercinta. Pria itu meminta untuk di percepat masa tugasnya karena ia tidak tahan harus hidup terpisah dari putri satu-satunya tersebut.


"Sayang!" ucap Donny memeluk dan membelai rambut putrinya dengan penuh kasih sayang. Sejak istrinya yang berarti ibu Hara meninggal, mereka hanya hidup berdua. Maka dari itu saat harus terpisah seperti sekarang, Donny tidak tenang. Ia secara khusus menitipkan putrinya tersebut kepada Via yang merupakan adik kelasnya semasa SMA dulu.


"Papi, mengapa tidak bilang kalau mau pulang?" tanya Hara masih memeluk sang ayah dengan erat karena gadis itu benar-benar merindukan Donny.


Donny membelai lembut rambut sang putri, "Papi sengaja ingin membuat kejutan," jawab Donny melonggarkan pelukannya dan menatap ke arah tubuh putrinya yang terlihat lebih kurus.

__ADS_1


"Sepertinya kau kurang banyak makan," ledek Donny yang melihat gadis itu lebih kecil daripada saat ia tinggalkan.


Hara terkekeh mendengar ledekan sang ayah, memang bagi Donny yang notabene adalah seorang dokter tubuh Hara terbilang kecil. Namun, bagi gadis itu bentuk tubuh yang ia miliki sekarang sudah cukup proporsional mengingat hobinya yang cukup ekstrem.


"Banyak tugas kuliah Papi," ucap Hara sedikit berbohong karena ia tidak mungkin untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada sang ayah.


"Ayo, Papi mau ke apartemen atau hotel?" tanya Hara karena ia pikir kedatangan sang ayah tidaklah lama. Biasanya pria itu hanya tinggal sebentar di New York sebelum pergi ke tempat lain karena tugas yang di embannya.


"Untuk sementara kita ke apartemenmu," jawab Donny membuat mata Hara berbinar karena akhirnya ia akan tinggal bersama lagi dengan ayah kandungnya. Ia merasa tidak enak jika harus terus berada di kediaman keluarga Pratama.


Walaupun semua orang dalam keluarga itu sangat baik dan ramah kepada dirinya, tetapi ia tidak ingin merepotkan keluarga Juan tersebut. Apalagi saat ini status mereka adalah kekasih pura-pura, akan sangat tidak nyaman jika harus berada dalam satu rumah yang sama.


"Uncle!" sapa Juan yang tiba-tiba telah ada di antara mereka. Entah kapan pemuda itu datang, Juan menyapa Donny kemudian memeluk pria itu dengan ramah.


"Kau datang juga?" tanya Donny menjabat tangan pemuda itu akrab.


"Aku datang menjemput Uncle, Mommy mengundang Uncle untuk makan malam di rumah," jawab Juan mengatakan yang sebenarnya karena memang Via meminta pemuda itu untuk menyusul Hara dan mengundang ayah dari gadis itu untuk makan malam di kediaman Pratama.


Hara sendiri tidak kalah terkejut dengan kedatangan Juan, ia sama sekali tidak menyangka pemuda itu akan berada di sana mengingat tadi siang Juan sangat sibuk untuk bertemu dengan gadis yang bernama Nikki yang akan ia jumpai di bengkel milik Farrel sahabat pemuda itu.


"Ayo Uncle!" ajak Juan kepada Donny, pemuda itu mengacuhkan Hara. Bahkan sejak kedatangannya di bandara Juan tidak menyapa gadis itu.

__ADS_1


Juan membawakan koper milik Donny kemudian memimpin jalan mereka di depan. Sementara kedua ayah dan anak yang berada di belakangnya nampak berjalan sembari sesekali bersenda gurau melepaskan kerinduan mereka.


Juan membukakan pintu untuk Donny dan mempersilakan ayah kandung Hara itu untuk masuk. Sedangkan untuk Hara, ia membiarkan gadis itu membuka pintunya sendiri. Sebenarnya itu ia lakukan karena ia kesal kepada Hara yang pergi meninggalkan rumah sakit tanpa memberi kabar apapun kepadanya.


Hara sendiri tak ambil pusing dengan sikap Juan, ia sepenuhnya sadar bahwa hubungan mereka hanya sebatas kekasih pura-pura di depan Via, ibu dari pemuda tersebut. Ayah gadis itu sendiri belum mengetahui jika putrinya dan juga Juan putra dari sahabatnya itu menjalin hubungan sebagai kekasih.


Juan melajukan mobil yang di kemudikan olehnya menuju kediaman Pratama dimana Via sang Mommy telah menunggu kedatangan mereka. Selama dalam perjalanan Donny dan Hara yang duduk di kursi penumpang belakang terus saja mengobrol melepaskan kerinduan mereka. Donny banyak bercerita tentang kegiatan kedokterannya di Negeri Benua hitam tersebut.


Selama mengemudi Juan sesekali melirik ke belakang dari kaca spion tengah. Pemuda itu terus memperhatikan Hara dan mencari letak kesamaan gadis itu dengan Nikki yang sempat ia lihat dari kejauhan. Walau Jodi telah mengatakan yang sejujurnya kepada pemuda itu, ia tetap ingin membuktikan dengan penilaiannya sendiri.


Bukannya ia tidak percaya dengan kata-kata Jodi, tetapi pemuda itu ingin menemukan apa yang membuat gadis itu bisa berubah sedemikian rupa sehingga menjadi dua orang yang berbeda sama sekali.


Sementara itu Jodi yang di tinggalkan sendiri di rumah sakit oleh Juan, terpaksa harus menggunakan taksi untuk kembali ke bengkel Farrel karena motor pemuda itu ada di sana. Juan menggeretnya dengan paksa sehingga Jodi ikut pergi ke rumah sakit dengan membonceng kepada Juan.


Selama dalam perjalanan menuju bengkel, pemuda itu terus menghubungi Hara. Ia ingin meminta maaf sekaligus memberitahu bahwa Juan telah mengetahui identitas gadis itu yang sebenarnya. Akan tetapi, berkali-kali pemuda itu menghubungi Hara, tidak ada jawaban dari gadis yang sudah sejak SMA menjadi sahabatnya.


"Huftt ... kemana saja kau Hara?" gumam Jodi kesal karena puluhan kali ia menghubungi gadis itu tapi tidak ada jawaban dari seberangnya sana.


Setelah hampir satu jam perjalanan karena lalu lintas yang padat, akhirnya mobil yang Juan kendarai memasuki wilayah kediaman Pratama.


Jane kepala pelayan di rumah tersebut membukakan pintu mobil untuk tamu yang tengah di tunggu kedatangannya oleh sang pemilik rumah.

__ADS_1


Saat Hara ingin beranjak untuk meninggalkan mobil tiba-tiba tangannya di cekal oleh Juan, pemuda itu menatap tajam ke arah gadis yang meringis kesakitan karena cengkraman Juan cukup keras.


"Sebaiknya kau jelaskan padaku!" ucap Juan dengan nada tegas, matanya menatap lekat-lekat Hara.


__ADS_2