Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Karena kau memang kekasihku


__ADS_3

"Bukan ... bukan seperti itu maksudku," bantah Hara gugup. Gadis itu tidak menyangka Juan akan mendengar apa yang ia gumamkan.


"Ehmm ... lalu seperti apa maksudmu?" tanya Juan menelisik wajah Hara dan menatap dalam mata gadis itu.


"Kau-kau ... mengapa tetap menungguku?" tanya Hara yang penasaran mengapa Juan tetap menunggunya dalam hujan yang deras.


Juan diam tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh gadis itu.. Ia hanya memandangi wajah Hara yang selama ini begitu di rindukannya.


"Mengapa kau menungguku Juan?" Hara bertanya sekali lagi karena pemuda itu belum juga menjawab apa yang di tanyakannya. "Kau tahu saat itu hujan sangat deras mengapa kau malah tetap berada di sana," ujar Hara kesal.


"Seperti yang ku bilang tadi bahwa aku memang terlalu bodoh," jawab Juan sarkas.


"Maaf Juan, aku tidak bermaksud mengatakan bahwa kau bodoh. Hanya saja ... hanya saja ...." So Ah tidak melanjutkan ucapannya. Gadis itu hanya menunduk menatap jarinya yang saling bertautan yang ia letakkan di atas paha.


"Hanya saja apa Hara?!" desak Juan ingin gadis itu melanjutkan ucapannya.


"Hanya saja aku tidak pantas untuk kau tunggu," jawab Hara dengan suara pelan.

__ADS_1


Juan menghela nafas, mendapatkan Hara sungguh butuh perjuangan yang membuat dirinya harus ekstra sabar untuk menghadapi ego gadis itu. Jelas-jelas Hara mencintainya tetapi dengan angkuh gadis itu bersembunyi dalam topeng yang membuat Juan.


Namun, Juan sepertinya bukan tipe orang yang dapat bersabar lebih lama lagi. Ia telah menanti gadis itu sejak lama bahkan dan tidak akan melepaskan gadis yang sudah ada di hadapannya kini.


Juan menarik tubuh Hara mendekatinya, pemuda itu meraih tengkuk Hara kemudian mencium bibir gadis itu dengan tergesa-gesa. Ia mencurahkan segala kerinduan yang selama ini ia rasakan.


Hara terkesiap dengan apa yang di lakukan Juan, gadis itu masih belum merespon apa yang di lakukan oleh Juan. Namun, Juan tidak memberi kesempatan gadis itu untuk berpikir. Kembali ia meraih tengkuk Hara dan mengigit kecil bibir bawah gadis itu sehingga mulut Hara terbuka dan lidah Juan pun dapat menjelajah ke dalam mulut Hara.


Akhirnya Hara menyerah dalam penolakannya, ia mulai merespon apa yang di lakukan oleh Juan. Tangan gadis merayap ke dada Juan hingga mencengkeram erat kerah baju pemuda itu. Ia juga tidak lagi memikirkan egonya, yang Hara tahu saat ini dia mencintai Juan dan akan selalu begitu walau terkadang pikirannya berusaha untuk menolak.


Kreek ...


"Hem ... sepertinya obatmu sudah datang," ucap Jordan yang sempat memergoki mereka.


"Uncle," sapa Jordan.


"Tuan Mahendra." Hara menyapa Jordan canggung karena bagaimanapun juga pria itu adalah pemilik universitas tempat ia menuntut ilmu..

__ADS_1


"Halo Nona ..."


"Nikki Hara Syahputra Uncle." Juan yang menjawab nama gadis itu untuk pamannya


"Dia kekasihku Uncle," imbuh pemuda itu membuat Hara memutar bola matanya malas.


"Oh, perkenalkan Nona Syahputra saya paman anak nakal ini," ucap Jordan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Hara.


"Panggil saja saya Hara Tuan," sahut Hara akan menyambut uluran tangan Jordan, namun tiba-tiba Juan dengan posesif menarik tangan gadis itu menghindari uluran tangan sang paman.


Jordan terkekeh melihat tingkah keponakannya tersebut, benar-benar seperti ayahnya. Sementara Hara membelalakkan matanya tidak percaya jika Juan dapat berbuat seperti itu kepada pamannya sendiri.


"Wah Hara, sepertinya kekasihmu begitu pencemburu," ujar Jordan sembari tertawa terbahak-bahak.


Wajah Hara merona mendengar apa yang di katakan oleh Juan, ia tidak menyangka pemuda tersebut begitu tidak tahu malu.


"Baiklah Juan dan Hara, Aku tidak akan menganggu kalian. Tolong temani si manja ini sebentar karena dia sangat takut di rumah sakit," ucap Jordan sembari terkekeh dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Hara menatap tajam ke arah Juan setelah Jordan keluar dari ruangan tersebut. "Mengapa kau mengatakan kepada Tuan Jordan kalau aku adalah kekasihmu?!" tanya Hara marah karena Juan sembarangan mengaku. Apalagi ia mengatakan hal tersebut kepada Jordan yang merupakan kepala yayasan.


"Karena kau memang kekasihku," jawab Juan santai.


__ADS_2