Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Apa kau merindukanku?


__ADS_3

"Selamat pagi, saya mahasiswa baru pindahan dari New York University dan nama saya adalah Juan Dinhara Pratama," ucap Juan memperkenalkan dirinya di depan kelas sembari memamerkan senyum di wajah tampannya.


Hara mendongakkan kepalanya begitu mendengar nama yang begitu ia rindukan selama lebih dari tiga bulan ini. Dalam sekejap tubuhnya menjadi tegang ketika melihat sosok pemuda yang kini ada di depan kelas.


Tepuk tangan menyambut perkenalan yang Juan berikan. Hampir kebanyakan dari para mahasiswi yang seolah mendapatkan idola baru mereka. Pemuda itu seolah menghipnotis siapa saja yang melihatnya.


Akan tetapi pandangan Juan tertuju di satu tempat. Matanya menatap ke arah Hara sehingga pandangan mereka berdua bertemu. Juan begitu merindukan tatapan gadis itu. Gadis yang telah membuka hatinya dan menguncinya di satu nama yaitu Nikki Hara Syahputra.


Hara kembali menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap pemuda itu lebih lama. Tiga bulan ia berusaha untuk melupakan Juan, namun usahanya berakhir sia-sia karena saat ini pemuda itu berada di hadapannya.


"Lama tidak berjumpa Hara, apa kau merindukanku?" bisik Juan di telinga gadis itu membuat Hara tersentak. Ia sama sekali tidak menyangka pemuda itu akan memilih tempat duduk di sebelahnya.


Hara mendengus, alih-alih menjawab pertanyaan Juan yang tampak sangat percaya diri itu, Hara memintanya untuk diam dan memperhatikan apa yang akan di sampaikan oleh Profesor Hardi di depan kelas.


"Jangan bicara omong kosong, lebih baik kau perhatikan pelajaran di depan!" ucap Hara pelan tapi cukup tegas.


"Sesuai keinginanmu sayang," sahut Juan kembali menyunggingkan senyum di wajah tampannya.


Hara merutuk dalam hatinya, sungguh berdekatan dengan Juan membuat Hara tidak dapat berkonsentrasi dengan apa yang di sampaikan oleh Profesor Hardi. Pemuda itu seolah mencuri sebagian fokusnya dengan pesonanya yang memang luar biasa.


Sejujurnya hal yang sama juga di rasakan oleh Juan. Posisi mereka yang begitu dekat membuat Juan dapat dengan mudah mencium aroma tubuh gadis itu. Ingin rasanya Juan menarik Hara ke dalam pelukannya, melepaskan rindu yang telah ia tahan selama ini.


Setelah dua jam berlalu akhinya Profesor Hardi pun mengakhiri sesi belajar mereka. Hara pun dapat bernafas lega, ia ingin segera menjauhkan diri dari Juan yang membuatnya sesak dan hampir tidak dapat bernafas.

__ADS_1


"Kau mau kemana Hara?" tanya Juan menahan lengan Hara yang akan pergi meninggalkan kursinya.


"Lepaskan aku Juan!" titah Hara dengan suara tertahan, ia tidak mau menjadi sorot perhatian karena tingkah Juan di hari pertama pemuda itu masuk kuliah.


"Tidak Hara!" tegas Juan, pemuda itu menggengam jemari Hara dan menggandengnya dengan santai keluar dari ruang kelas.


Banyak mata yang menatap tidak suka dengan kedekatan Juan dan Hara. Bagaimana bisa seorang mahasiswa baru yang tampan dekat dengan seorang gadis kutu buku berkacamata tebal.


Seperti biasa penampilan itulah yang Hara gunakan jika berada di lingkungan kampusnya. Walau sebenarnya sang ayah telah meminta gadis itu untuk merubah penampilannya tapi Hara tidak menggubrisnya. Ia menyukai gayanya yang seperti ini yang tidak menimbulkan decak kagum para pria.


"Lepaskan aku Juan!" pekik Hara lebih keras dari sebelumnya karena pemuda itu sama sekali tidak mendengarkan permintaannya.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi Hara, tidak akan pernah," ucap pemuda itu membawa Hara keluar dari kampus menuju sebuah kafe yang terletak di seberang jalan.


"Kau mau minum apa Hara?" tanya Juan tidak perduli dengan tatapan Hara yang seolah ingin membunuhnya.


''Apa yang kau inginkan Juan, aku masih ada kelas," lugas Hara.


Walau Hara tidak menyebutkan keinginannya pemuda itu tetap memesan dua ice cappucino untuk mereka berdua.


"Cepat katakan mau mu Juan?!" tanya Hara tidak sabar karena pemuda itu hanya menatapnya tanpa berkata apapun. Bisa saja ia pergi tanpa memperdulikan Juan, akan tetapi ia tahu pemuda itu tak akan melepaskannya dan mungkin akan melakukan hal yang dapat membuat mereka menjadi tontonan orang banyak seperti saat pemuda itu menggandeng tangannya sepanjang perjalanan menuju kafe.


Juan tetap tidak menjawab, pemuda itu meraih tangan Hara, "Aku merindukanmu Hara," ucap Juan menatap gadis itu dengan mata hazelnya yang terlihat sendu.

__ADS_1


Hara terperangah mendengar ucapan pemuda itu. Ia sama sekali tidak menyangka Juan merindukannya. Hubungan mereka tanpa kejelasan setelah tiga bulan lalu Hara meninggalkan New York untuk kembali ke Indonesia mengikuti keinginan sang ayah.


Ia ingat tiga bulan lalu saat terakhir ia bertemu dengan pemuda itu. Juan menyatakan cintanya, namun ia menolaknya karena ia sudah berjanji kepada sang ayah untuk menjauh dari Juan dan Hara menepati janji itu dengan kembali ke Indonesia.


"Aku sangat merindukanmu Hara." Juan kembali mengutarakan apa yang di rasakannya.


"Jika hanya itu yang ingin kau katakan, aku akan kembali ke kampus. Ada dua mata kuliah lagi yang harus aku ikuti," ucap Hara dingin seolah apa yang di katakan oleh Juan tidak berarti apa-apa untuknya.


"Apa kau tidak merindukanku Hara?" tanya Juan menahan tangan gadis yang akan pergi meninggalkannya.


Hara tidak menjawab, gadis itu memejamkan matanya menahan gejolak yang ia rasakan di dalam hatinya. Bohong jika ia tidak merindukan pemuda itu. Akan tetapi Hara juga tidak dapat mengatakan isi hatinya. Sang ayah telah membuatnya berjanji untuk menjauhi pemuda itu. Dan hara bukanlah orang yang dapat mengingkari janjinya. Apalagi itu adalah janji kepada sang ayah yang selama ini telah merawatnya seorang diri sejak ibunya.


"Maaf, tapi kita tidak terlalu dekat sehingga harus membuatku merindukanmu tuan Pratama," ketus Hara, gadis itu tidak mungkin mengecewakan ayahnya karena hanya Donny lah yang ia miliki di dunia ini.


Hara menarik tangannya dari genggaman Juan, "Ku mohon padamu, mulai saat ini menjauhlah dariku sejauh mungkin tuan Pratama," ucap Hara berlalu pergi meninggalkan kafe dan juga meninggalkan Juan yang merasakan sakit di hatinya.


Ia tidak pernah di tolak oleh wanita, bahkan para wanita itu sendiri yang mendekatinya walau mereka tahu Juan tidak pernah menjalani hubungan tidak lebih dari satu bulan.


Namun, kali ini sungguh berbeda. Juan harus berusaha keras mendapatkan cinta Hara di tambah lagi dengan Donny ayah gadis itu yang tidak menyukai kedekatan mereka. Itu akan menjadi penghalang besar bagi Juan untuk mendapatkan cintanya.


Akan tetapi pemuda itu tidak mau menyerah, Juan sudah bertekad untuk memenangkan hati Hara dan membuat gadis itu mengaku kalau ia juga sebenarnya mencintainya. Juan sangat yakin bahwa gadis itu juga mencintainya seperti ia mencintai gadis itu.


Maaf Juan, mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama, batin Hara.

__ADS_1


Gadis itu kembali ke kampus dengan perasaan goyah. Ia tidak dapat membohongi perasaannya bahwa ketika ia melihat Juan hatinya sedikit luluh. Hanya saja janjinya pada sang ayah tidak dapat ia ingkari. Hara tidak ingin di sebut sebagai anak yang durhaka. Untuk itulah Hara memilih untuk melupakan rasa cintanya pada Juan demi sang ayah.


__ADS_2