Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Apa kau merindukanku?


__ADS_3

Juan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size milik pemuda itu. Malam ini ia kembali ke kediaman Mahendra setelah dua hari ini ia berada di tempat pengungsian korban bencana alam.


Pemuda itu meraih ponselnya kemudian menghubungi Hara, Juan berharap sang kekasih belum tidur.


"Halo," sapa Hara dengan suara serak.


"Apa aku mengganggumu?' tanya Juan, entah mengapa baru juga bertemu sudah membuatnya merindukan gadis itu. Sebelumnya Juan tidak pernah merasakan hal seperti ini. Tidak pernah bagi Juan merindukan seorang gadis hingga rasanya ia ingin selalu berada di dekat gadis itu.


Ingin selalu memandang wajahnya, mencium aroma tubuhnya dan juga mendengar suaranya. Baru sekarang Juan merasakan cinta yang begitu menyiksanya.


"Tidak, mengapa baru menelpon?" tanya Hara manja, Juan berjanji akan segera menghubunginya ketika pemuda itu tiba di rumah. Akan tetapi ini sudah lewat dari satu jam karena ia tahu jarak dari rumahnya ke kediaman Mahendra dapat di tempuh dengan waktu setengah jam.


"Tadi Daddy memintaku untuk menemuinya di hotel," jawab Juan jujur.


"Uncle Ziga menginap di Jakarta?" tanya Hara lagi.


"Iya, Daddy menginap di hotel miliknya," jawab pemuda itu lagi.


"Apa Aunty juga ikut?" tanya Hara lagi, sebenarnya ia juga ingin menemui ibu kandung Juan karena ia merindukan wanita cantik itu.

__ADS_1


"Tidak, Daddy datang sendiri," jawab Juan.


"Hem ... sayang sekali, padahal aku merindukan Aunty," ucap Hara mengutarakan apa yang di rasakannya kepada sang kekasih.


"Merindukan Mommy?" tanya Juan mengulang apa yang di katakan oleh gadis manis itu.


"Iya," jawab Hara sendu, ia memang merindukan wanita paruh baya yang sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri. Dan Hara pun menganggap ibu tiga orang anak itu seperti ibunya sendiri.


"Kalau aku bagaimana?" tanya Juan menggoda kekasihnya.


"Kamu? Memangnya ada apa denganmu?" tanya Hara tidak mengerti apa yang di katakan oleh Juan.


Hara tergelak mendengar apa yang di katakan oleh pemuda itu. "Mengapa aku harus merindukanmu, kita baru saja bertemu," jawab gadis itu, ia menyangkal jika ia juga merindukan pemuda yang sejak pertama kali pertemuan mereka telah menjadi magnet bagi dirinya itu.


"Kau kejam baby, sungguh-sungguh kejam," ucap Juan sedih karena ternyata perasaannya tidak sama dengan yang di rasakan oleh gadisnya.


"Kau sendiri bagaimana?" Hara membalik pertanyaan sang kekasih.


"Aku kenapa?" Juan berpura-pura tidak mengerti apa yang di tanyakan Hara.

__ADS_1


"Apa kau merindukanku?" tanya Hara, walau ia tahu Juan berpura-pura tetapi ia tetap saja memperjelas maksud dari perkataannya.


"Hem ... sepertinya tidak," jawab Juan menggoda kekasihnya itu.


"Menyebalkan!" tukas Hara kesal. Juan pun tergelak, kali ini ia yang mentertawakan gadis itu.


"Sudahlah aku mau tidur." Hara merajuk tidak ingin lagi berbicara kepada pemuda yang hingga kini masih mentertawakannya itu.


Juan menghela nafas, ia tahu gadisnya itu tengah merajuk. Seandainya Hara ada di dekatnya tentu ia dapat menjawil pipi yang pasti tengah di gembungkan oleh kekasihnya tersebut.


"Jika aku tidak merindukanmu, aku tidak akan menghubungimu baby," ucap Juan dan setelahnya pemuda itu segera mengalihkan panggilan suaranya menjadi panggilan telepon.


Hara gugup, ia tidak tahu harus mengangkat panggilan video tersebut atau mengabaikannya. Pasalnya ia tidak percaya diri untuk mengangkat panggilan video dari Juan karena penampilannya yang saat ini tengah berantakan.


Mengapa kau tidak mengangkat panggilannya Hara, gumam Juan.


Ia sengaja melakukan panggilan video karena Juan begitu merindukan gadis itu. Pemuda tersebut ingin melihat wajah kekasihnya sebelum tidur agar dapat ia bawa ke dalam mimpi.


Hara menarik nafas dalam-dalam kemudian setelahnya menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari kekasihnya.

__ADS_1


Namun, belum sempat gadis itu berbicara dengan Juan tiba-tiba seseorang memukul tengkuk gadis itu dan membuatnya tidak sadarkan diri. Juan tidak sempat melihat apa yang terjadi. Pemuda itu hanya mendapati layar ponselnya kembali menghitam sesaat setelah Hara mengangkat panggilan video darinya.


__ADS_2