
"Juaaan!!" pekik Hara kesal sembari memukul dada bidang kekasihnya itu.
Pemuda tersebut terkekeh kemudian menangkap tangan Hara yang baru saja memukulnya, "Aku merindukanmu, apa kau tidak merindukanku?" tanya Juan mengecup punggung tangan sang kekasih membuat wajah gadis itu kembali merona.
"Kau kemana saja dua hari ini?" Hara balik bertanya kepada pemuda yang kini meletakan tangannya di wajah tampan itu.
"Aku membantu papi mertua," jawab Juan masih dengan menciumi tangan gadis yang di rindukannya tersebut.
Hara menarik cepat tangannya dari genggaman Juan saat pelayan restaurant mengantarkan makanan yang mereka pesan. "Ma-maksudmu kau membantu papi?" tanya Hara tak percaya jika Juan telah menemui sang ayah.
Juan mengangguk, "Ceritanya nanti saja, sekarang kita makan dulu! aku sangat lapar," ujar pemuda itu yang mulai memakan apa yang di pesannya.
Sebenarnya Hara sudah tidak sabar, gadis itu penasaran bagaimana bisa Juan menemui sang ayah karena yang ia tahu ayahnya tersebut saat ini tengah berada di luar kota untuk membantu korban bencana alam.
"Juan cepat ceritakan!" Hara kembali mendeak kekasihnya untuk menceritakan apa yang di lakukan oleh pemuda itu selama dua hari ini.
__ADS_1
"Sabarlah sayang, aku akan membawamu ke suatu tempat terlebih dahulu," ucap Juan menarik tangan gadis itu setelah menyelesaikan makan malam mereka.
"Kita mau kemana lagi?" tanya Hara yang tidak tahu akan di bawa kemana dirinya oleh sang kekasih.
Juan tidak menjawab, setelah mereka tiba di tepi sebuah danau kecil yang masih berada dalam kawasan resort pemuda itu pun mengajak Hara untuk duduk di atas hamparan rumput dan menikmati indahnya pemandangan di sana.
"Sekarang ceritakan kepadaku, kemana saja kau menghilang dua hari ini?" kembali Hara menanyakan pertanyaan yang sama kepada Juan karena sedari tadi pemuda itu belum juga memberi jawaban.
"Dan mengapa tadi kau mengatakan telah membantu Papi?" tanya gadis itu lagi.
"Aku mengatakan tentang perasaanku, tentang hubungan kita," imbuh Juan.
"Lalu apa tanggapan Papi?" tanya Hara penasaran bagaimana reaksi sang ayah. Pasalnya selama ini pria paruh baya itu mengatakan tidak akan pernah menyetujui jika Hara memiliki hubungan dengan Juan. Donny bilang bahwa Juan memiliki pengaruh buruk untuknya.
"Seperti yang kau tahu, Uncle Donny sangat keras kepala. Bahkan sebelum aku mengatakan apa-apa beliau telah mengusirku keluar dari ruangannya," jawab Juan tersenyum pahit mengingat bagaimana penolakan Donny saat itu.
__ADS_1
Hara menyentuh bahu Juan lembut, ia tidak ingin sang kekasih merasa sakit hati atas penolakan sang ayah.Bagaimanapun juga itu adalah ayah kandungnya dan Hara tidak ingin membuat pilihan di antara dua pria yang sangat di cintainya.
Juan meraih tangan Hara yang menyentuh bahunya kemudian memegang erat tangan gadis itu, "Tapi aku tidak menyerah, aku tetap berusaha menjelaskan kepada Uncle Donny kalau aku benar-benar mencintaimu dan aku tidak akan pernah membawa keburukan untukmu," tutur Juan membuat Hara tersentuh.
"Tolong maafkan Papi jika memang Papi menyinggungmu," ucap Hara. Gadis itu mengerti bagaimana peringai sang ayah yang tidak akan mudah menerima penjelasan jika hanya dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Juan.
Juan menarik Hara ke dalam pelukannya, "Papi mu tidak salah, sudah sepantasnya seorang ayah mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi pendamping anaknya. Ayahmu hanya takut jika putri kesayangannya jatuh cinta pada pria yang salah," ujar Juan.
Dalam hatinya Hara setuju dengan apa yang di katakan oleh Juan. Sang ayah hanya ingin yang terbaik untuk dirinya. Apalagi ia adalah satu-satunya putri dari pria paruh baya itu.
"Hara, maukah kau berjuang bersamaku?" tanya Juan menangkup tangan gadis itu dengan kedua tangannya.
Hara mengangguk menjawab pertanyaan itu. Saat ini memang itulah yang di inginkannya. Gadis tersebut ingin mereka memperjuangkan cinta bersama-sama. Menyingkirkan semua rintangan yang menghalangi cinta keduanya.
"Di sini kalian rupanya!" sebuah suara tegas mengejutkan Juan dan Hara yang langsung mengurai pelukan mereka.
__ADS_1
Wajah Hara menegang ketika mengetahui sosok yang kini tengah berdiri tegak di hadapannya. Juan pun tak kalah panik, ia berharap semoga saja nasibnya masih beruntung kali ini.