
Bukan hanya kemampuan yang bisa menunjukkan siapa diri kita sebenarnya tetapi pilihan yang juga menunjukkannya.
~Ay Alvi~
"Aww ...!" pekik Emily karena Juan mendorong tubuhnya.
"A-apa yang akan kau lakukan Ju?" tanya Emily ketakutan saat melihat pisau yang tengah di genggam Juan.
Pemuda itu tak menjawab, kemudian ia menggunakan pisau untuk merobek bagian atas gaun yang di pakai Emily sehingga gadis itu memekik dengan keras.
"Ju-Juan apa yang terjadi padamu?" tanya Emily menutupi bagian atas tubuhnya dengan kedua tangannya. Gadis itu begitu ketakutan melihat mata Juan yang menyalang menyiratkan kemarahannya.
"Kau mau tahu apa yang akan aku lakukan ?" tanya Juan menyentuh wajah Emily dengan gagang pisau yang di genggamnya.
"Aku mohon jangan bercanda Ju," pinta Emily mulai mengeluarkan air matanya. Ia tidak percaya Juan yang selama ini selalu lemah lembut kepada wanita kini berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan. Ketakutan mulai membayangi benak gadis itu.
Hahahaha ....
Tawa Juan meledak memenuhi ruangan tersebut, pemuda itu sedikit puas melihat wajah Emily yang kini mulai memucat.
"Katakan apa kesalahanku Ju?" tanya Emily dengan tangis mengiba pada Juan.
"Kesalahanmu?" Juan balik bertanya kali ini pemuda itu memainkan rambut Emily masih dengan pisau yang di genggamnya.
Emily mengangguk-angguk seperti orang bodoh, gadis itu belum menyadari apa yang menjadi kesalahannya sehingga Juan begitu marah kepadanya.
"Kesalahanmu hanya satu," jawab Juan kembali mendorong tubuh Emily sehingga gadis itu jatuh terlentang di atas kasur.
"Kau menganggap remeh siapa diriku!" tukas Juan menancapkan pisau tepat di samping telinga Emily membuat gadis itu memejamkan matanya karena ketakutan.
__ADS_1
Juan mencabut pisau yang menancap di atas ranjang kemudian pemuda itu pergi meninggalkan Emily yang masih menangis dengan mata terpejam karena ketakutan.
"Kalian boleh nikmati gadis itu!" ucap Juan kejam, pemuda itu mengatakannya kepada dua orang anak buahnya yang berjaga di luar pintu ruangan tersebut.
"Tapi ingat, jangan sampai ia mati!" pesan Juan karena ia masih ingin memberikan pelajaran pada gadis itu.
Mendengar hal tersebut tentu mereka sangat senang, apalagi melihat tubuh Emily yang memang membuat gairah mereka bertambah.
Dengan segera kedua orang tersebut pun masuk ke dalam kamar dan tak lama kemudian terdengar jeritan Emily dari dalam kamar.
Sementara di luar Juan hanya mendengar dengan senyum yang tercetak miring di wajahnya. Untuk saat ini dia merasa puas, akan tetapi masih ada kejutan lainnya untuk Emily, semoga saja gadis itu masih bisa bertahan untuk menyambut kejutan yang berikutnya.
Sementara itu di apartemennya, Jodi akhir dapat menemukan lokasi Juan yang ia lacak dari signal ponsel pemuda tersebut. Ia pun mencatat alamat tempat pemuda itu berada selama dua jam terakhir. Jika bukan Hara yang memintanya Jodi tidak akan mau untuk melakukan hal tersebut.
Jodi tidak ingin berurusan dengan Juan karena setiap kali pertemuan mereka pemuda itu terus menanyakan pertanyaan yang tak bisa ia jawab. Juan selalu bertanya tentang Nikki yang sebenarnya selama ini selalu ada di depan matanya.
Di tempat Juan berada, pemuda tidak tengah bersiap untuk kembali ke rumah sakit. Ia telah berjanji pada Hara tidak akan lama meninggalkan gadis itu dan menemaninya malam ini. Juan menyalakan motor kesayangannya kemudian melaju dengan kecepatan tinggi untuk menuju rumah sakit.
"Mengapa belum tidur?" tanya Juan mengejutkan Hara yang tengah termenung memandang keluar jendela.
"Sudah selesai urusannya?" Hara bertanya tanpa menjawab pertanyaan Juan.
Juan mengangguk kemudian pemuda itu mengambil kursi dan duduk di sebelah ranjang Hara.
"Sudah larut, mengapa belum tidur?" Juan kembali melontarkan pertanyaan yang sama kepada gadis yang kini tengah menatapnya lekat-lekat.
"Ada apa?" tanya Juan lagi, pemuda itu merasa ada yang aneh dengan tatapan Hara.
"Tidak ada," jawab Hara memalingkan wajahnya, entah mengapa gadis itu merasa ada yang janggal dengan Juan. Pemuda itu seperti menyimpan suatu rahasia yang tidak dapat di ungkapkan.
__ADS_1
Ponsel Hara bergetar, sebuah pesan yang ternyata datang dari Jodi. Pemuda itu memberitahu Hara alamat yang di temukannya. Jodi juga bertanya apakah ia perlu datang menemui Juan di tempat itu.
Dengan cepat Hara segera membalas pesan dari sahabatnya itu. Ia mengatakan bahwa Juan telah ada bersamanya di rumah sakit. Namun, Hara tetap meminta Jodi untuk menyelidiki tempat seperti apa yang di kunjungi Juan karena menurut alamat yang di berikan oleh Jodi, letak tempat tersebut cukup jauh dari pusat kota New York.
"Pesan dari siapa?" tanya Juan penasaran melihat gadis itu begitu serius dengan kegiatannya.
"Jodi," jawab Hara jujur, tetapi ia tidak mengatakan apa isi dari pesan tersebut. Hara tidak ingin Juan tahu bahwa gadis itu tengah menyelidikinya. Ia tidak mau pemuda itu berpikiran macam-macam.
"Sebaiknya kau istirahat!" titah Juan kemudian pria itu menyelimuti tubuh gadis yang kini tengah berperan sebagai kekasihnya tersebut.
Hara menurut, gadis itu memejamkan matanya dan tak lama ia pun terlelap bersama dengan mimpinya. Juan menatap gadis yang terlelap itu dengan perasaan yang tak asing. Entah mengapa setiap ia melihat gadis itu selalu mengingatkan dirinya akan seseorang.
Sementara itu di gudang tempat Emily di sekap, kedua pria itu telah mengikuti perintah Juan. Mereka hanya menakut-nakuti Emily namun tak benar-benar menyentuhnya. Si tuan kecil memang membebaskan mereka untuk melakukan apa saja. Akan tetapi ultimatum dari tuan besar bahwa mereka tidak boleh melecehkan perempuan selalu di ingat oleh kedua orang tersebut.
Keduanya tidak mau bernasib sama seperti dengan Theo, mereka hanya merobek baju Emily kemudian merekam seluruh bagian tubuh wanita itu. Juan sendiri tidak ingin terlalu kejam, pemuda itu hanya ingin memberikan Emily sedikit pelajaran.
Emily menangis tersedu-sedu memeluk lututnya di bagian sudut gudang tersebut. Gadis itu tidak menyangka kalau nasibnya akan seburuk ini. Ia masih belum menyadari apa yang membuat Juan begitu marah sehingga memperlakukan dirinya seperti itu.
Namun, satu nama yang terlintas di benak gadis itu. Mungkinkah ini semua berkaitan dengan Hara? Tapi, mengapa demi Hara, Juan sanggup melakukan hal seperti ini padanya, bahkan bila di bandingkan dengan Emily gadis cupu itu bukanlah tandingannya lagi pula ia telah memerintah para gangster tersebut untuk melenyapkan Hara.
Bahkan ia telah membayar banyak agar gadis itu tak muncul lagi di hadapannya. Tapi mengapa kini Juan melakukan hal ini kepadanya? Banyak pertanyaan yang timbul di dalam hati dan pikiran Emiliy. Namun, tak ada satupun yang mampu terjawab.
Dalam keadaan tak berdaya dengan hanya selembar kain yang menutupi tubuhnya Emily berusaha untuk mencari jalan keluar dari tempat itu.
*****
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.
__ADS_1
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘