Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Nikki yang lain


__ADS_3

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai.


~Ay Alvi~


"Jangan ragu-ragu untuk memberitahuku jika ada apa-apa, Aku siap membantumu," ucap dokter William menawarkan diri kepada Hara.


"Dia tidak membutuhkannya dokter, apa kau lupa jika nona yang ada di hadapanmu ini telah memiliki kekasih," sahut Juan sebelum Hara menjawab pemuda itu tiba-tiba saja datang dan segera merangkul bahu kekasihnya di hadapan William.


"Baiklah kalau begitu, ingat untuk selalu menjaga kesehatanmu!" pesan dokter William kepada gadis yang kini tengah di rangkul mesra oleh Juan itu.


"Aku pasti akan selalu mengingatnya Dok, terimakasih," jawab Hara, ia bersyukur dokter William sangat perhatian terhadapnya.


Dokter William pun berlalu pergi meninggalkan pasangan yang sekilas tampak mesra itu. Walau sebenarnya yang terjadi tidaklah demikian, Juan pun langsung melepaskan tangannya dari bahu Hara. Pemuda itu ingat peraturan yang di buat oleh sang gadis bahwa tidak ada kontak fisik di antara mereka.


Hara melenggang masuk kembali ke dalam kamarnya, gadis itu ingin beristirahat agar keadaannya pulih benar. Perlombaan semakin dekat, Hara harus menjaga kesehatannya jika ia ingin ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.


Juan pun menyusul di belakang, tetapi sebelumnya pemuda itu ikut masuk ke dalam kamar Hara, ponselnya berdering dengan keras. Farrel sang sahabat yang menghubunginya.


"Ju, dimana?" tanya Farrel yang saat ini tengah sibuk menyiapkan motor yang akan di gunakan oleh Juan saat balapan nanti.


"Masih di rumah sakit," jawab pemuda itu sembari berjalan masuk ke dalam kamar di mana Hara tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Ada apa?" tanya Juan duduk di sofa menatap gadis yang saat ini sedang sibuk memainkan ponselnya.


"Ada gadis yang membeli sparepart motor dan dia bilang namanya Nikki," jawab Farrel memberitahu Juan karena pemuda itu tahu sahabatnya sedang mencari informasi tentang gadis yang bernama Nikki.


"Benarkah? Apa masih ada di sana?" tanya Juan bersiap untuk pergi ke tempat Farrel jika memang gadis yang selama ini membuatnya penasaran masih ada di sana.


"Sudah pergi, tapi nanti sore dia akan kembali untuk mengambil barang yang ia pesan," jawab Farrel.


Juan menghela nafas, rasanya sudah sekali untuk mendapatkan informasi tentang gadis cantik yang telah berhasil mengalahkannya saat lomba kemarin.


"Baiklah, Aku kesana sekarang," tukas Juan tak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Nikki, pemuda itu memilih untuk datang lebih awal agar tidak lagi kelewatan untuk menemui gadis itu.

__ADS_1


Juan meraih jaketnya kemudian mengenakannya dan bersiap untuk pergi ke bengkel milik Farrel.


"Aku akan menemui Nikki," ucap Juan kepada Hara yang sedari tadi masih berfokus pada ponselnya.


"Farrel bilang gadis itu datang ke bengkel hari ini," tambah Juan mengatakan yang sebenarnya kepada gadis yang nampak terkejut itu.


"Nikki?" tanya Hara membelalakan matanya tak percaya bahwa ada gadis yang bernama sama dengannya.


"Hem ...," jawab Juan, "Nanti malam aku akan datang lagi," ucap Juan pamit kepada gadis yang masih tidak percaya dengan pendengarannya.


"Nikki yang mana?" tanya Hara penasaran karena sebenarnya gadis itulah yang selama ini di cari oleh Juan, tapi mengapa kini ada Nikki yang lainnya.


"Yang pernah mengalahkanku ketika balap kemarin," jawab Juan bergegas melangkah keluar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gadis yang bernama Nikki.


Hara tercengang mendengar jawaban Juan, bagaimana mungkin ada Nikki lain yang mengalahkan pemuda itu karena dirinya lah yang berhasil mengalahkan Juan.


"Ju!" panggil Hara, akan tetapi pemuda itu telah keluar dari kamar dengan keadaan terburu-buru.


Hara membuang nafas kasar, gadis itu harus mencari tahu siapa yang mengaku sebagai dirinya dan menggunakan nama Nikki. Namun, ia juga bingung karena hari ini gadis itu belum dapat keluar dari rumah sakit.


"Halo Jodi, bisakah kau membantuku?" tanya Hara langsung meminta bantuan Jodi bahkan sebelum pemuda itu mengucapkan salam kepadanya.


"Bantuan apa?" Jodi balik bertanya sebelum menjawab pertanyaan Hara.


"Apa kau tahu bengkel milik Farrel?" gadis itu kembali bertanya kepada Jodi.


Jodi tidak menjawab, pemuda itu tampak mengingat-ingat di mana letak bengkel milik Farrel yang jadi pertanyaanku Hara.


"Ya, aku tahu," jawab Jodi setelah berhasil mengingat di mana letak bengkel milik sahabat Juan tersebut.


"Memangnya ada apa?" tanya Jodi tak mengerti mengapa gadis itu menanyakan bengkel milik Farrel karena selama ini mereka tidak pernah mereparasi motor di sana.


"Bisakah kau kesana?" Hara kembali bertanya kepada sahabat yang selalu bisa di andalkan itu.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku mereparasi motormu di sana?" Jodi melempar pertanyaan kepada Hara.


"Bukan, tadi Juan bilang ada gadis yang mengaku bernama Nikki yang datang ke bengkel itu," jawab Hara menjelaskan maksudnya meminta Jodi untuk pergi ke bengkel milik Farrel.


"Nikki?!" tanya Jodi tak percaya, apakah ada gadis yang lain yang bernama sama dengan sahabatnya tersebut.


Hara mengangguk walau sebenarnya Jodi tidak melihat anggukan kepala gadis itu karena mereka hanya berhubungan lewat telepon.


"Iya," jawab Hara, " Bisakah kau cari tahu untukku siapa sebenarnya gadis itu?" tanya Hara meminta Jodi untuk mencari tahu seperti apa rupa gadis yang bernama sama dengannya itu.


"Ehmm ... Baiklah, aku akan cari tahu segera," jawab Jodi menyatakan kesediaannya untuk mencari tahu siapa gadis itu karena sejujurnya ia juga penasaran seperti apa rupa gadis yang bernama Nikki.


"Terimakasih," ucap Hara, ia bersyukur memiliki Jodie, sahabat yang selalu bisa di andalkan.


"Sama-sama," jawab Jodi, pemuda itu memang selalu menyanggupi apapun permintaan Hara sebagai bentuk dari perhatikan kepada gadis itu.


"Oh ya, bukankah kau besok sudah bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Jodi teringat bahwa sahabatku itu sudah dapat meninggalkan rumah sakit besok.


Hara mengangguk, gadis itu lupa kalau Jodi tidak akan melihat anggukan kepalanya. Ia pun menjawab membenarkan pertanyaan Jodi.


"Baiklah, aku tunggu besok di tempat latihan karena lusa kita sudah harus berangkat keluar kota," ucap Jodi menjelaskan bahwa waktu gadis itu hanya tersisa sedikit, jadi mereka harus bisa mengatur waktu seefisien mungkin.


Hara pun mematikan panggilan dari Jodi, tapi gadis itu masih memikirkan tentang gadis bernama Nikki. Ia harap Juan tidak akan tertipu oleh gadis itu karena sebenarnya dirinya lah yang bernama Nikki yang selama ini Juan cari.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya. Buat yang punya koin lebih bisa kasih tip juga ya, biar Ay semangat up nya.


Ay juga mau kasih pengumuman buat yang mau masuk Gc ay (Alvi Barta Jadul) harap memberikan alasan dengan mengetikkan judul novel karya Ay. Atau juga bisa tinggalkan jejak komentar di novel Ay. Biar admin ga usah cek profil lagi.


Buat yang kemarin kena kick admin, ay minta maaf ya karena memang Gc di tutup sementara. Sekarang kalian bisa masuk lagi kok!


Ayo kita seru-seruan bersama.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2