Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Perampokan


__ADS_3

Juan menatap kembali layar ponselnya, memastikan apa yang baru saja di lihatnya itu adalah benar. Pemuda tersebut kembali menghubungi sang kekasih, namun tidak ada jawaban dari gadisnya itu.


Apa yang terjadi pada Hara, bukankah baru saja dia menjawab panggilan dariku? tanya Juan dalam hatinya.


Entah mengapa pemuda itu merasa gelisah, ia terus saja memikirkan Hara. Juan menyambar kunci motor di atas nakas. Pemuda itu dengan cepat meluncurkan motor sport itu kembali ke kediaman sang kekasih.


Sementara itu di dalam rumah Hara, gadis itu kini tengah di kurung di dalam gudang dengan di ikat kedua kaki dan juga tangannya. Hara tidak sendiri, satu orang asisten rumah tangga dan juga dua orang keamanan rumahnya juga ikut di sekap oleh para perampok yang menyatroni rumah milik Donny.


"Cepat ambil semua barang berharga yang ada di dalam rumah ini!" titah sang kepala perampok.


Semua perampok yang berjumlah tujuh orang itu pun mulai beraksi untuk menggasak barang-barang berharga di rumah mewah itu.


"Boz, bagaimana dengan gadis ini?" tanya salah seorang anak buah perampok.


"Jangan sentuh dia, itu bagianku!" tukas seorang pria yang di panggil Boz oleh para anak buahnya.


Pria jangkung bertubuh athletis itu pun membawa tubuh Hara yang masih belum sadarkan diri kembali ke dalam kamar gadis itu.


"Sayang, kau akan menjadi milikku malam ini dan selamanya kau akan menjadi milikku," ucap pria itu yang kemudian merobek bagian atas baju yang di kenakan oleh Hara.


Hara mengerjap kemudian berteriak dengan keras ketika pria tersebut berusaha untuk menciumnya.

__ADS_1


"Apa mau kalian? Lepaskan, tolong lepaskan aku," ratap Hara, keadaan gadis itu begitu mengenaskan, kedua tangan dan kakinya terikat dan baju bagian atas gadis itu telah di robek secara paksa oleh perampok tersebut.


"Aku mohon lepaskan aku, tolong jangan seperti ini." Hara terus memohon agar pria itu tidak menyentuhnya.


Gadis itu beringsut menjauh pria yang kini menatapnya dengan penuh gairah. Pria itu tidak menghiraukan isak tangis Hara, ia kembali mendekati Hara yang semakin ketakutan.


Pria bertopeng tersebut menarik kaki Hara membuat gadis itu menjerit dengan keras. Merebahkan tubuh gadis yang nyaris telanjang itu ke atas kasur milik Hara dan mulai mencium beberapa bagian tubuh gadis itu.


Tangis Hara semakin menjadi-jadi ketika pria itu mulai merobek celana yang di gunakan oleh Hara. Namun, sebelum pria itu berhasil menyentuh bagian tubuh Hara yang lainnya tiba-tiba ada yang menarik tubuh pria itu secara kasar.


Juan langsung menyarankan tinjunya tepat mengenai perut pria tersebut hingga pria bertopeng itu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tidak hanya sampai di situ, Juan menendang wajahnya hingga pria tersebut terlontar ke lantai.


"Juan, tolong aku Juan," panggil Hara, gadis itu mencoba meraih Juan dengan tangan bergetar.


Suara Hara menyadarkan Juan, pemuda itu segera membuka jaketnya untuk menutupi tubuh sang kekasih. "Jangan takut sayang, aku di sini." Juan memeluk tubuh sang kekasih yang bergetar karena ketakutan. Ia menenangkan gadis itu dengan memeluknya erat.


Para petugas polisi sudah membebaskan para sandera yang di sekap oleh para perampok. Kawanan perampok yang tadi sudah berhasil di lumpuhkan oleh Juan juga telah di giring masuk ke dalam mobil polisi.


Ketika para polisi ingin membawa pria yang tadi hampir saja memperkosa Hara, Juan menahannya.


"Pak, bisakah saya melihat wajah bedebah ini?" tanya Juan ia ingin melihat dengan jelas wajah orang yang telah melecehkan kekasihnya.

__ADS_1


Petugas polisi itu pun memberi jawaban dengan menganggukkan kepalanya. Ia mempersilakan Juan untuk menarik topeng yang menutupi wajah pria kurang ajar itu.


"Kau?!" Juan sama sekali tidak menyangka jika orang yang berada di balik topeng tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapa ya yang ada di balik topeng itu?

__ADS_1


__ADS_2