Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Juan sudah berubah


__ADS_3

"Baiklah, aku akan ikut," ucap Hara setelah membaca pesan dari kekasihnya. "Tapi, kau yang harus meminta izin kepada Papi," sambung Hara yang langsung di sanggupi oleh Jodi.


Sebenarnya Hara tidak mengerti mengapa dalam pesan yang di kirimkan oleh Juan pemuda itu meminta dirinya untuk menyetujui ajakan Jodi. Hara sendiri tahu jika Juan tidak menyukai Jodi, namun kali ini mengapa kekasihnya tersebut malah meminta dirinya pergi ke acara reuni dengan Jodi, hal itulah yang menjadi pertanyaan di dalam hati Hara.


"Mengapa kau terus mengikutiku?" tanya Hara kesal kepada Jodi yang selalu saja membuntutinya.


Jodi hanya tersenyum tanpa bersalah, ia memang sengaja mengikuti Hara agar Juan tidak dapat mendekati gadis pujaan hatinya.


Sial, sepertinya Jodi sengaja melakukan ini, maki Juan dalam hatinya.


Sementara itu ada juga beberapa gadis yang mendekati Juan. Pemuda tampan itu memang selalu memiliki pesona yang tidak dapat di remehkan.


"Hai Juan," sapa Belinda seorang gadis cantik putri pemilik departemen store terbesar di Indonesia.


Juan tidak menjawab sapaan gadis cantik itu, ia melanjutkan makannya dengan tenang sembari terkadang melirik ke arah Hara yang saat ini duduk agak jauh darinya karena kehadiran Jodi.


"Juan kenalkan aku Belinda," ucap Belinda mengulurkan tangan berharap Juan mau berjabat dengannya.


Juan membuang nafas kasar hatinya sedang tidak baik karena Jodi yang selalu menghalanginya untuk berdekatan dengan Hara. Bukan Juan tidak berani untuk berurusan dengan Jodi hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat dan juga Juan memikirkan Hara yang pasti akan kesusahan apabila hubungan mereka saat ini di ketahui oleh Donny, ayah dari gadis itu.

__ADS_1


"Kurasa aku tidak perlu lagi mengenalkan namaku," ucap Juan ketus. Pemuda itu benar-benar tidak berniat untuk dekat dengan gadis lain.


Kalau dulu Juan akan dengan senang hati menjadikan gadis-gadis cantik pacar satu bulannya, Juan yang sekarang tidak lagi sama. Sejak mengenal Hara dan mencintai gadis itu, Juan telah memutuskan untuk tidak lagi dekat dengan wanita dan juga mengubah sifat playboy yang ia miliki.


"Tentu aku mengenalmu," ucap Belinda dengan nada manja. Gadis itu dengan sengaja memainkan jarinya di atas punggung Juan.


"Tolong jaga sikapmu Nona," tukas Juan, "Jangan merendahkan dirimu seperti seorang wanita murahan," tegas Juan dengan suara. yang cukup tinggi hingga beberapa orang di kantin kampus melihat ke arah mereka.


Juan pergi meninggalkan kantin dan juga mengabaikan Belinda yang wajahnya kini telah merah padam. Ia adalah nona besar dari keluarga kaya, selama ini tidak ada yang menolak kecantikannya. Belinda mengepalkan tangannya erat, menggertakkan giginya dan menahan kemarahan akibat perkataan Juan.


Lihat saja Juan, tidak lama lagi kau akan jadi milikku. Tidak ada yang bisa menolak Belinda," geram Belinda di dalam hatinya.


Akhirnya Hara hanya dapat mengirim pesan kepada kekasihnya meminta pemuda itu untuk menunggu di taman belakang kampus usai pelajaran selesai.


Selesai kelas Hara bergegas ke taman belakang kampus untuk menepati janjinya bertemu dengan Juan. Gadis itu melihat Juan telah menunggunya di sana. Hara bergegas menghampiri Juan kemudian melingkarkan tangannya di pinggang kekasihnya tersebut.


"Sudah lama?" tanya Hara dari balik punggung Juan.


Juan menarik sang kekasih ke hadapannya kemudian memeluknya erat melepaskan kerinduan yang sedari tadi ia tahan.

__ADS_1


"Belum terlalu lama," jawab pemuda itu lembut, Juan juga mengecup mesra puncak kepala Hara.


Hara mendongakkan kepalanya, "Mengapa tadi kau marah-marah?" tanya Hara menatap mata Hazel milik Juan yang selalu membuat gadis itu kagum kepada putra bungsu keluarga Pratama itu.


"Aku tidak suka gadis itu mendekatiku," jawab Juan jujur, pemuda itu menggandeng tangan Hara kemudian mengajak sang kekasih duduk di bangku taman.


Hara tersenyum mendengar jawaban pemuda jangkung itu, "Bukankah dulu kau paling suka jika di dekati wanita," ejek Hara yang memang tahu sepak terjang Juan dengan para kekasih satu bulannya tersebut.


Juan memutar bola matanya malas, jika ia belum bertemu dengan Hara mungkin ia akan dengan senang hati meladeni Belinda yang cantik dan seksi itu. Namun, kini sifat pemuda itu telah berubah dan Hara lah yang dapat membuat Juan melakukan perubahan.


"Itu dulu sebelum aku mengenalmu," ujar Juan mencubit gemas hidung mancung kekasihnya.


"Aww," pekik Hara menutupi hidungnya yang memerah akibat cubitan dari pemuda itu.


Gadis itu juga mengerucutkan bibirnya, "Dasar pembohong!" tukas Hara kesal. "Setelah mengenalku kau masih tetap berhubungan dengan Emily," ucap gadis itu mengingat bahwa dulu saat ini mengenal pemuda itu, Juan masih memiliki hubungan dengan Emily. Gadis yang mengaku tengah mengandung anak Juan.


Juan terkekeh mendengar ucapan gadis itu, "Kau masih mengingatnya?" tanya Juan tidak menyangka jika gadis itu masih ingat saat mereka pertama kali keluar bersama untuk mengikuti balapan yang juga mengakibatkan gadis itu akhirnya di culik oleh orang-orang suruhan Emily.


Mereka berdua pun mengenang kembali saat-saat pertama perjumpaan mereka. Keduanya tidak menyangka bahwa akhirnya mereka berdua dapat menjadi pasangan kekasih yang saling mencintai walau pada awalnya kedua anak manusia itu tidak mengakui perasaan masing-masing.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap geram kearah keduanya. Apalagi melihat Juan dan Hara yang tampak begitu mesra. Orang tersebut mengepalkan tangannya dan berniat untuk memisahkan dua sejoli yang tengah di mabuk asmara tersebut.


__ADS_2