Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Gombalan Juan


__ADS_3

"Ju, apa kau yakin ingin aku ikut reuni?" tanya Hara sekali lagi. Sejujurnya gadis itu enggan untuk menghadiri acara reuni sekolahnya, apalagi yang mengajak gadis itu adalah Jodi. Sahabat yang kini telah berubah menjadi musuh bagi Hara karena pemuda itu menyalah artikan persahabatan mereka.


"Aku yakin sayang," ucap Juan membelai lembut rambut kekasihnya. Saat ini mereka masih berada di taman belakang karena pelajaran keduanya telah usai.


"Tapi ...." Hara tampak ragu dengan rencana yang di miliki oleh Juan.


"Kau tenang saja, aku akan memastikan segalanya. Dan juga akan aku pastikan Jodi akan mengerti dimana tempat yang seharusnya," ujar Juan yang memang berencana untuk membuat Jodi sadar bahwa ia dan juga Hara tidak dapat ia pisahkan walau pemuda itu mendapat dukungan dari Donny ayah kekasihnya.


"Apa kau tidak percaya kepadaku?" tanya Juan menangkup wajah sang kekasih dengan kedua tangannya.


"Bukan ... bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin Papi tahu dan akhirnya akan memisahkan kita kembali," jawab gadis itu resah karena mereka baru saja bersatu beberapa hari ini. Andai sang ayah tahu ia tetap menjalin hubungan dengan Juan, bisa saja dokter kandungan tersebut memaksa Hara untuk bertunangan dengan William.


Rencana tersebut ia dengar secara tidak sengaja saat ia melewati ruang kerja sang ayah. Pria paruh baya tersebut berbicara mengenai rencana pertunangannya entah dengan siapa melalui ponselnya.

__ADS_1


Juan menarik Hara ke dalam pelukannya, ia juga tidak akan merelakan gadis itu untuk berpisah darinya. Apapun rintangan akan Juan singkirkan dan Juan juga akan berusaha keras untuk mendapatkan restu dari ayah gadis itu.


"Percayalah padaku. Aku pasti akan membuat Uncle Donny merestui hubungan kita," ucap Juan mengecup puncak kepala kekasihnya.


Hara mengangguk dalam dekapan Juan, hanya pemuda itulah yang dapat membuatnya nyaman. Walau pada akhirnya ia mengingkari janji yang telah ia buat dengan sang ayah, Hara tidak menyesal sama sekali.


Ia ingin menjalani hidup sesuai dengan keinginannya dan tidak ingin lagi terus di setir oleh keinginan sang ayah.


"Haruskah sekarang?" tanya Juan tidak rela, ia masih ingin berdekatan dengan sang kekasih karena cukup lama pemuda itu menahan rindunya.


Sekali lagi Hara mengangguk menjawab pertanyaan Juan, ia sendiri tidak rela harus berpisah dengan pemuda yang baru saja menjadi kekasihnya itu.


"Aku akan menghubungimu lagi nanti," ujar Hara kemudian mengecup sekilas pipi Juan.

__ADS_1


Namun Juan tidak melepaskan gadis itu begitu saja. Juan menarik tubuh gadis itu kemudian menyatukan bibir mereka dengan lembut. Ciuman yang menggambarkan perasaan Juan saat ini.


"Hati-hati! Hubungi aku jika kau telah tiba di rumah," pesan pemuda itu begitu melepaskan penyatuan bibir mereka.


"Kau juga hati-hati. Ingat jaga


matamu dari gadis-gadis itu!" tukas Hara.


Juan terkekeh mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis itu. "Seluruh hati dan tubuhku hanya milikmu sayang," ucap Juan sungguh-sungguh.


"Gombal." Hara mencibir, ia memang percaya pada pemuda itu hanya saja kata-kata manis yang keluar dari mulut Juan terkadang membuat Hara sedikit jengah karena itu mengingatkan Hara akan sifat playboy yang sudah di tinggalkan oleh pemuda itu.


Hara pun pergi meninggalkan Juan yang tengah tertawa melihat sikap kekasihnya. Juan merasa Hara sungguh menggemaskan, gadis yang selalu berpenampilan culun itu ternyata mampu merebut hatinya. Membuat Juan merubah kebiasaan dan juga membuang sifat buruknya.

__ADS_1


__ADS_2