
Juan ingin sekali memukul wajah pria yang btadi hampir saja memperkosa kekasihnya. Namun, petugas polisi menghalangi pemuda itu. Akhirnya Juan hanya dapat menggeram menahan amarah yang saat ini menguasai dirinya.
"Sebaiknya Anda cepat membawa Nona ini ke rumah sakit," tegur petugas polisi menyadarkan Juan bahwa saat ini ada yang lebih penting dari kemarahannya terhadap pria itu. Dengan sigap Juan pun membawa tubuh lemah Hara, menggendong gadis itu menuju ambulans yang baru saja tiba.
Tidak lupa Juan memakaikan jaketnya untuk membungkus tubuh sang kekasih. Hatinya begitu perih melihat keadaan ini. Tanpa sadar Juan pun menangis saat mendampingi Hara di dalam ambulans.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu," gumam Juan di sela-sela tangisnya. Ia sangat menyesal tidak dapat melindungi Hara dengan benar. Andai saja ia tidak datang terlambat tentu pria tersebut tidak akan memiliki kesempatan untuk menyentuh tubuh kekasihnya.
"Maafkan aku Hara," sesal Juan, tidak perduli apapun yanhg terjadi dan bagaimanapun penolakan ayah dari gadis itu, mulai saat ini Juan akan menjaga Hara. Ia tidak akan pernah membiarkan gadis itu sendirian, walaupun nantinya Juan akan mendapat penolakan dari dokter Donny.
Juan menunggu dengan cemas ketika dokter memeriksa keadaan kekasihnya. Semoga saja tidak ada sesuatu yang buruk pada gadis itu. Seandainya hal yang terburuk pun menimpa gadis itu, Juan akan tetaap menerimanya dan tidak akan pernah meninggalkan gadisnya dengan alasan apapun.
__ADS_1
"Dokter bagaimana keadaannya?" tanya Juan begitu melihat dokter yang memeriksa keadaan Hara keluar dari ruangan tempat gadis itu di rawat.
"Luka-luka di tubuh Nona tidak terlalu serius dan dalam beberapa hari sudah dapat sembuh seperti semula," jawab dokter tersebut.
"Tapi ..." dokter itu menggantung kalimatnya, ia menghela nafas sebelum akhirnya lanjut berkata, "Nona mengalami syok berat, saya takut ini akan mempengaruhi psikologisnya," jelas sang dokter membuat Juan hampir saja terjatuh mendengar kenyataan itu.
"Trauma berat?" tanya Juan sekali lagi, ia ingin memastikan apa yang baru saja di dengarnya.
"Lalu, apakah aku sudah boleh menemuinya?" tanya Juan dokter paruh baya itu.
"Dokter Harry bagaimana keadaan putri saya?" tanya Donny yang baru saja tiba, beliau tahu kabar tersebut dari asisten rumah tangganya dan langsung berangkat menuju rumah sakit untuk melihat keadaan putri kesayangannya.
__ADS_1
Namun, belum sempat dokter Harry menjawab tiba-tiba Donny melesakkan tinjunya ke arah Juan. Donny salah sangka, ia mengira Juan lah yang menyebabkan Hara menjadi seperti ini.
"Tuan, hentikan Tuan!" dokter Harry menahan Donny yang akan memberikan tinjunya kembali pada Juan.
Juan sendiri tidak membalas atau juga menghindar, yang ada dalam pikiran pemuda itu hanya tentang keadaan Hara saat ini.
"Lepaskan! Mengapa kau selalu membuat Hara menderita?!" suara Donny bergetar, pria paruh baya itu menutup muka dengan kedua tangannya.
Juan mendekati Donny, walau pria itu telah memukulnya Juan tidak marah. Ia yakin Donny melakukan hal tersebut karena terteka atas apa yang terjadi pada Hara sama halnya seperti dirinya.
"Uncle, maafkan aku tidak dapat menjaga Hara," ucap Juan menyesal, pemuda itu merasa bersalah karena tidak datang tepat waktu dan membiarkan gadisnya itu harus mengalami hal seperti ini.
__ADS_1
"Sekarang yang penting adalah kesehatan Hara," imbuh pemuda itu yang juga di angguki oleh dokter Harry.