
Terkadang hidup yang kau keluhkan adalah hidup yang di dambakan orang lain.
Oleh karena itu berhenti mengeluh selalu bersyukur atas hidup yang kau punya.
~Ay Alvi~
Juan mencoba menghubungi Hara melalui ponselnya, namun sama sekali tak ada jawaban dari gadis itu.
"Apa kau melihatnya dengan jelas? Dia pulang dengan siapa? Seperti apa taksi yang di tumpangi Hara?" rentetan pertanyaan meluncur dari mulut Juan untuk Emily, pemuda itu tidak yakin kalau Hara kembali ke rumah seorang diri. Di tambah lagi kaki gadis itu sedang sakit.
"I-Iya, aku jelas-jelas melihatnya," jawab Emily terbata-bata, gadis itu tidak menyangka bahwa Juan akan bertanya dengan begitu detail.
"Kalau kau tak percaya tanyakan saja pada Danny," tambah Emily menunjuk salah satu sahabatnya untuk meminta dukungan.
Danny kebingungannya, pemuda itu tidak tahu apa yang di maksud oleh Emily, tapi melihat gadis itu mengedipkan sebelah matanya membuat Danny pun mengerti apa yang harus di lakukannya.
"Iya, aku melihat ia masuk ke dalam taksi. Dan sepertinya gadis itu sedang terburu-buru," ucap Danny mencoba meyakinkan Juan.
"Sudahlah Ju, Hara juga bukan anak kecil ko," ucap Emily masih berusaha agar pemuda itu berhenti mencari Hara.
"Bagaimana kalau Aku traktir kalian semua, sebagai perayaan atas kemenanganmu sayang," ucap Emily yang di sambut sorak sorai semua yang hadir di sana. Gadis itu terus berusaha untuk mengalihkan perhatian Juan.
"Kalian saja, Aku tidak ikut," putus Juan, pemuda masih mengkhawatirkan keadaan Hara.
"Tidak bisa seperti itu Ju, kami di sini untuk merayakan kemenanganmu. Lihat yang lain juga bergembira untukmu," ucap Emily mencoba memprovokasi yang lain agar mendukungnya untuk membawa Juan.
"Iya benar!" timpal yang lain serempak.
Akhirnya dengan terpaksa Juan pun mengikuti kemauan Emily dan teman-temannya. Pemuda itu mencoba berpikir positif tentang Hara yang menghilang.
Emily tersenyum penuh kemenangan, dengan penuh percaya diri gadis itu pun duduk membonceng di motor Juan.
"Bagaimana dengan mobilmu?" tanya Juan, pemuda itu sebenarnya merasa gerah karena Emily terus menempel seperti perangko pada surat.
__ADS_1
"Biar Danny yang mengurusnya," jawab gadis itu enteng, kemudian ia pun segera melingkarkan lengannya di pinggang Juan memeluk erat tubuh pemuda itu dari belakang.
Sementara itu di tempat lain, Hara tengah berusaha keluar dari ruangan gelap tempat ia berada kini. Gadis itu tidak tahu siapa dan apa alasan mereka mengurungnya di dalam ruangan tersebut. Ia sama sekali tidak bisa menerka siapa yang menjadi dalang semuanya, selama ini gadis itu tak merasa memiliki musuh. Apalagi Hara belum terlalu lama tinggal di kota yang berjulukan Big Apple tersebut.
Karena keadaan yang gelap Hara hanya bisa meraba-raba, gadis itu mencari sesuatu yang dapat ia gunakan untuk mencongkel pintu agar bisa keluar dari sana. Semilir angin menembus dari celah dinding kayu membuat gadis itu menggigil kedinginan. Karena memasuki musim semi, angin biasanya berhembus lebih kencang.
Hara merapatkan jaket yang melekat di tubuhnya, gadis itu masih terus berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar dari tempat ini saat sayup-sayup terdengar suara orang berbicara di luar ruangan tempat ia berada kini.
"Sebaiknya kita apakan gadis itu?"
Suara seorang pria dari luar sana, Hara menempelkan telinganya ke dinding kayu agar dapat mencuri dengar apa isi percakapan mereka yang berada di luar.
"Nona bilang terserah kita mau berbuat apapun, asal jangan pernah membiarkannya keluar dari sini," timpal satu orang lagi.
Hara mencoba mencerna kata-kata yang di dengarnya. Walau ia tidak dapat melihat siapa yang berbicara, namun gadis itu bisa menerka-nerka bahwa pria yang berada di luar itu seusia dengannya.
"Nona." Hara bergumam pelan saat mendengar bahwa mereka yang di luar memanggil dengan sebutan nona pada orang yang memerintahkan mereka untuk mengurung hara
"Tapi siapa Nona itu?"
Tapi, kini mendengar orang-orang itu menyebut nona membuat Hara berpikir lebih keras, siapakah wanita yang mempunyai dendam dengannya sehingga begitu tega mengurung dirinya di ruangan gelap ini.
Emily mengajak Juan dan juga teman-temannya ke sebuah klub malam terkenal di kota itu. Malam ini gadis itu ingin merayakan kemenangan Juan dan juga kemenangan dirinya yang telah berhasil menyingkirkan Hara dari hidupnya.
Dua jam sebelumnya,
"Maafkan atas sikapku tadi," ucap Emily meminta maaf pada Hara yang kini tengah duduk sendiri di tinggalkan oleh Juan dan juga yang lainnya.
"Tidak masalah, bukan hal besar," jawab Hara ringan.
Namun, jawaban Hara tidak membuat hati Emily senang. Gadis itu semakin meradang karena Hara terlihat acuh dan tidak perduli.
Emily pun beralih kembali ke dalam mobilnya dan mengambil sebuah botol minuman yang telah ia campur dengan sedikit obat.
__ADS_1
Awalnya Emily ingin memberikan minuman itu pada Juan dan memanfaatkan keadaan ketika nanti pada akhirnya pemuda itu tidak sadarkan diri. Emily ingin memiliki Juan seutuhnya, oleh karenanya gadis itu menggunakan trik kotor untuk menjebak pemuda yang kini berstatus sebagai kekasihnya tersebut.
"Ambillah! Anggap sebagai permintaan maaf ku," ucap Emily sembari menyodorkan botol minuman tersebut kepada Hara.
Hara tampak ragu, gadis itu sedikit curiga pada sikap Emily yang tiba-tiba saja berubah menjadi lebih ramah.
"Ayolah!" Emily sedikit memaksa, gadis itu membuka satu untuknya dan juga satu lagi ia berikan kepada Hara.
Melihat Emily membuka dua botol minuman yang sama kecurigaan Hara pun berkurang, gadis itu pun menerima minuman dari Emily kemudian menenggaknya perlahan.
Emily menatap Hara dengan senyum sinisnya. Melihat Hara menghabiskan minumannya membuat gadis itu bersorak di dalam hatinya. Kemudian Emily segera memanggil Danny dan beberapa orang temannya untuk membawa Hara yang telah tak sadarkan diri. Gadis itu memerintahkan mereka untuk segera membawa Hara pergi jauh dari sana sebelum orang-orang kembali dari race.
Saat ini,
Emily mengajak Juan dan yang lainnya ke dalam ruangan pribadi yang terdapat di klub malam tersebut. Gadis itu membebaskan siapa saja untuk memesan apapun yang mereka inginkan.
"Pesan apapun yang kalian mau, malam ini aku yang traktir," ujar Emily mengangkat gelasnya sebagai tanda pesta telah di mulai.
Semua yang berada di sana bersorak gembira, mereka pun segera memesan minuman berharga mahal untuk memanfaatkan acara gratisan yang di sponsori oleh Emily.
Juan sendiri tidak begitu menikmati pesta tersebut, pikirannya masih tertuju pada Hara yang hingga saat ini belum ia ketahui kabarnya.
******
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU, Ay juga mau ucapkan terimakasih untuk yang sudah memberikan like, coment dan juga votenya.
Jangan lupa untuk mampir di karya Ay yang lainnya.
•AKU MENCINTAIMU (End)
•AKU MENCINTAIMU 2
•TAKDIR CINTA (End)
__ADS_1
•TAKDIR CINTA 2
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘😘