Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Identitas Nikki


__ADS_3

Cinta yang berlebihan pasti akan membuatmu kecewa. Janganlah kamu membencinya, karena dari sana kamu belajar untuk tidak mengecewakan orang lain.


~Ay Alvi~


"Apa kau tidak akan menghubungi seseorang untuk menjemputmu?" Dokter William kembali bertanya pada gadis yang saat ini telah bersiap untuk pergi.


Hara menggelengkan kepalanya, ia memang tidak tahu harus meminta jemput pada siapa. Lagipula gadis itu tidak ingin merepotkan orang lain. Ia terbiasa untuk mandiri.


"Kalau begitu biar aku antar, kebetulan pekerjaanku telah selesai," ucap William menawarkan diri untuk mengantar Hara kembali ke rumah.


Awalnya Hara ingin menolak, akan tetapi dokter William memaksa karena ia tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada Hara. Akhirnya dengan berat hati gadis itu pun meng-iyakan tawaran dokter William untuk mengantarkannya pulang.


"Kau tinggal dimana?" tanya dokter William saat mereka sudah berada di dalam Maybach milik dokter tampan tersebut.


William berasal dari keluarga kaya menjadi dokter sebenarnya sangat di tentang oleh kedua orangtuanya. Ayahnya menginginkan William untuk meneruskan perusahaan milik keluarga mereka, hanya saja pria itu tidak tertarik. Ia tetap mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang dokter seperti profesinya saat ini.


Hara pun menyebutkan alamat apartemennya, ia memang tidak berencana untuk pulang ke kediaman keluarga Pratama. Hara ingin menyiapkan semua untuk kepergiannya ke luar kota guna mengikuti lomba yang telah di daftarkan oleh Jodi.


Lalu lintas kota New York yang padat membuat perjalanan mereka lebih lambat. Sekitar satu jam barulah kendaraan yang di tumpangi keduanya tiba di kawasan gedung apartemen tempat tinggal Hara.


"Terimakasih Dok!" ucap Hara ketika mereka telah tiba di depan gedung apartemen milik gadis itu.


"Sama-sama," jawab William membukakan pintu untuk gadis berkacamata tersebut.


"Apa Dokter mau mampir?" tanya Hara mencoba bersikap ramah karena William telah berbaik hati mengantarkannya.


William menggelengkan kepalanya, ia hanya ingin mengantar Hara. Lagipula ia masih memiliki janji makan malam dengan keluarganya.


"Jangan lupa untuk terus meminum obatnya dan istirahat dengan benar!" pesan dokter William kepada gadis yang baru saja keluar dari rumah sakit itu.


"Baik Dok, sekali lagi terimakasih," jawab Hara melambaikan tangannya mengiringi kepergian William.

__ADS_1


Hara melangkahkan kakinya memasuki apartemen untuk segera menyiapkan apa saja yang akan di bawa oleh gadis itu untuk pergi keluar kota guna mengikuti balapan. Ia sengaja tidak kembali ke kediaman Pratama karena semua barang-barang yang di butuhkannya masih ada di apartemen milik gadis itu.


Sementara itu di bengkel milik Farrel,


"Cepat katakan atau kau ingin aku mematahkan lehermu!" ancam Juan mengencangkan lengannya pada leher Jodi sehingga pemuda itu hampir saja tidak bisa bernafas.


"Huk ... huk ... huk." Jodi terbatuk karena Juan menekan lehernya begitu keras. Pemuda itu masih memaksa Jodi untuk mengatakan tentang Nikki.


"Lepaskan tanganmu dulu!" pinta Jodi karena sudah tidak tahan lagi, ia sedikit kesulitan untuk bernafas karena kelakuan Juan.


Juan pun akhirnya melonggarkan tangannya di leher pemuda itu, akan tetapi ia tetap tidak melepaskan Jodi karena belum mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


"Cepat katakan!" desak Juan sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui tentang Nikki


"Sebenarnya ...." Jodi menggantung kata-katanya, ia sedikit ragu untuk memberitahu kebenaran tentang Hara. Apalagi gadis itu telah berpesan kepadanya untuk merahasiakan identitasnya selama ini.


"Apa cepat?!" tanya Juan yang semakin penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Jody.


"Ayo antar aku kesana!" ujar Juan menggeret Jodi untuk segera mengantarkannya menemui Nikki.


Jodi pun tidak dapat mengelak, pemuda itu dengan terpaksa mengikuti langkah Juan dan membawanya menuju Lennox Hill Hospital tempat Hara di rawat.


Maafkan aku Hara, tapi kupikir sudah waktunya semua orang tahu siapa sebenarnya dirimu, batin Jodi.


Juan pun melajukan motornya untuk dapat dengan segera mencapai rumah sakit. Jodi belum menjelaskan tentang Nikki sepenuhnya. Pemuda itu hanya mengatakan di rumah sakit mana Nikki berada.


Segera setelah tiba di rumah sakit, Jodi membawa Juan menuju kamar tempat Hara di rawat yang pastinya pemuda itu juga tahu bahwa itu adalah kamar milik kekasih pura-puranya.


"Ini bukannya ...." Juan menatap bingung ketika mereka tiba di depan pintu kamar tempat gadis itu di rawat. Ia tahu dengan pasti di sana adalah kamar milik Hara.


"Iya, Nikki yang selama ini kau cari adalah Hara," jawab Jodi jujur. Pemuda itu tidak ingin lagi menyembunyikan identitas sahabatnya. Walau nanti Hara akan marah pada dirinya, Jodi tidak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


Pemuda itu tidak ingin ada orang lain yang mencuri identitas gadis itu karena bisa saja nantinya berakibat mencemarkan nama baik gadis yang sudah sejak lama menjadi sahabat baiknya. Jodi menyukai Hara, oleh karena itu ia tidak ingin ada satupun yang buruk yang menimpa gadisnya itu.


"Kau jangan main-main!" bentak Juan masih tidak percaya jika Hara yang selama ini ia kenal adalah Nikki yang selalu ia cari-cari dengan penasaran.


"Aku tidak main-main, jika tidak percaya tanya saja sendiri pada yang bersangkutan," ucap Jodi kesal karena Juan tetap tidak mempercayai perkataannya.


Benar apa yang di katakan Jodi, aku harus bertanya langsung pada Hara. Awas saja kalau bocah itu berani membohongiku, gumam Juan dalam hatinya.


Juan pun segera mengetuk pintu kamar Hara lalu membukanya. Dengan tergesa-gesa Juan masuk ke dalam untuk dapat secepatnya bertanya kepada Hara. Namun, betapa terkejutnya pemuda itu saat mengetahui di dalam kamar tersebut tidak ada siapa-siapa.


Pemuda itu segera menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan Hara yang mungkin saja ada di sana. Akan tetapi, lagi-lagi pencarian Juan sia-sia. Tidak ada seorangpun di sana, ia pun memeriksa barang-barang milik Hara yang ternyata sudah tidak ada lagi di tempatnya. Kamar itu telah rapi kembali seperti tidak ada penghuninya.


Juan mulai berpikir bahwa ia telah salah masuk kamar.


"Di mana Hara?" tanya Juan pada Jodi yang tentu saja salah alamat karena pemuda itu juga datang berbarengan dengannya.


Jodi mengangkat kedua bahunya, ia memang tidak mengetahui kemana gadis itu pergi. Jodi hanya tahu kamar Hara di rawat dan tidak tahu jika dokter William telah mengizinkan gadis itu untuk meninggalkan rumah sakit.


"Suster, kemana pasien yang berada di kamar ini?" tanya Juan kepada seorang perawat yang kebetulan lewat.


Sang perawat pun segera melihat nomor kamar Hara kemudian mencari keterangan di berkas yang tengah di bawanya.


"Nona Nikki Hara Syahputra?" tanya sang perawat memastikan apakah benar nama itu yang mereka cari.


"Iya benar." Jodi yang menjawab kali ini sementara Juan masih memikirkan nama yang di sebutkan oleh sang perawat.


Nikki Hara Syahputra, ternyata benar selama ini gadis yang selalu aku cari telah berada sangat dekat denganku, pikir Juan.


"Maaf Tuan, Nona Nikki telah meninggalkan rumah sakit siang tadi," jawab sang perawat setelah ia melihat keterangan yang ada di dalam berkas datanya.


Juan dan Jodi pun saling berpandangan, mereka tidak ada yang mengetahui jika Hara telah di izinkan keluar hari ini. Bahkan Juan tampak lebih kecewa karena tidak dapat memastikan bahwa gadis itu adalah benar-benar Nikki yang ia cari.

__ADS_1


__ADS_2