Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Nasib Emily 2


__ADS_3

Saat Anda membalas rasa sakit dengan senyuman, saat itulah Anda memastikan bahwa diri Anda lebih baik dari orang yang telah menyakiti itu.


~Ay Alvi~


Mungkin Quotes di atas tidak berlaku untuk Juan, karena pemuda itu akan membalas kejahatan dengan perlakuan setimpal, tidak perduli akan di anggap kejam atau apa, baginya yang terpenting dendamnya harus terbalas.


"Aku merindukanmu sayang," tutur Emily manja saat baru tiba di ruangan tersebut. Gadis langsung mengecup pipi kanan Juan dengan mesra.


Juan tak bereaksi atas cumbuan Emily, pemuda itu pun segera memberikan segelas minuman untuk menyambut kedatangan Emily. Tanpa berpikir panjang gadis itu langsung menenggak habis minuman yang di sodorkan oleh Juan


Setelah memastikan Emily tidak sadarkan diri, Juan segera memerintahkan anak buah Marco untuk membawa gadis itu ke tempat yang telah ia tentukan. Tak lupa Juan pun membersihkan pipinya yang sempat di cium gadis itu. Kemudian membuang sapu tangan bekasnya ke dalam tempat sampah.


Juan tersenyum miring, namun ia masih belum merasa puas karena pembalasan dendamnya baru akan di mulai. Dengan tanpa perasaan pemuda itu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Emily ke sebuah gudang yang tidak terpakai.


Sementara itu di rumah sakit, Hara tengah menceritakan semua kejadian yang menimpanya hingga gadis itu harus di rawat di rumah sakit. Hanya perjanjiannya dengan Juan yang tidak ia katakan pada pemuda itu.


Jodi mendengarkan dengan seksama semua penjelasan Hara, pemuda itu tidak menyangka bahwa gadis yang kini ada di hadapannya tersebut telah mengalami hal yang mengerikan. Beruntung Juan datang tepat pada waktunya jika tidak ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada Hara, mungkin lebih parah dari ini.


Sejujurnya ia merasa cemburu pada Juan, entah mengapa ia menyesali pemuda itu yang telah berhasil menolong Hara. Mengapa bukan dirinya saja, karena dengan begitu ia akan mendapat nilai lebih di mata Hara dan juga di mata Donny calon ayah mertuanya tersebut.


Namun, sekali lagi ia tetap bersyukur Hara telah selamat dari peristiwa itu. Yang ingin Jodi lakukan sekarang adalah terus membantu Hara, agar dirinya memiliki nilai lebih di mata gadis itu.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan untukmu?" tanya Jodi sedikit bingung karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membantu Hara.


"Tolong selidiki kemana Juan pergi, aku khawatir padanya," pinta Hara kepada sahabat baiknya tersebut. Gadis itu sangat berharap Jodi dapat membantunya.

__ADS_1


Jodi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sebenarnya ia sedikit enggan berurusan dengan Juan karena pemuda itu masih saja penasaran tentang siapa sebenarnya Nikki. Hanya saja, ia juga merasa tidak enak hati jika harus menolak permintaan Hara. Bagaimanapun juga ia ingin terlihat sebagai seorang di hadapan gadis itu


"Baiklah akan aku coba," ucap Jodi, ia tidak ingin Hara kecewa.


Akhirnya Jodi pun menyanggupi permintaan Hara, namun ia juga harus pamit kepada gadis itu karena ia harus mencari melacak keberadaan Juan lewat komputer yang ada di apartemennya.


Sepeninggalan Jodi, Hara kembali termenung. Gadis itu masih memikirkan tentang Juan, entah mengapa perasaan seperti ini. Ia merasa takut terjadi sesuatu yang buruk pada pria yang kini telah menjadi kekasih pura-puranya tersebut.


Di tempat lain, Emily yang masih tidak sadarkan diri di tempatkan di sebuah kamar kosong yang ada di gudang tak terpakai. Beberapa orang pria menjaga gadis itu dengan ketat dari luar ruangan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Juan kepada salah satu anak buahnya yang sedang menjaga pintu kamar tempat Emily di kurung.


"Masih belum sadarkan diri Tuan kecil," jawab pria tersebut. Mereka adalah anak buah terbaik Marco, Juan sengaja membawa mereka untuk memberikan bonus atas hasil pekerjaannya selama ini. Dan bonus yang di maksud adalah Emily.


Ia tidak mau di anggap rendah, apalagi oleh seorang wanita seperti Emily. Juan memasuki kamar tersebut dengan sebilah pisau di tangannya. Pemuda playboy itu sekarang menjelma sebagai tuan kecil yang kejam.


Selama ini Ziga mendidik Juan bersama dengan Marco. Semua itu ia lakukan agar putranya tersebut dapat mewarisi semua usaha dan juga kekuasaannya mengingat kedua anak kembarnya kini telah memilih jalan hidupnya masing-masing.


Ziga tidak pernah memaksa putra-putrinya untuk mengikuti kehendaknya. Sebagai orang tua, ia dan Via hanya mendukung anak-anak mereka jika itu memang hal yang baik untuk di jalankan. Namun, justru karena hal itulah ini semua tanggung jawab nama keluarga Pratama terletak di bahu Juan. Sebagai putra bungsu dari pasangan tersebut, sudah tentu Juan harus siap mewarisi semua perusahaan dan juga kegiatan yang nantinya akan di tinggalkan oleh Ziga ayahnya.


Juan membawa sebilah pisau di tangannya saat melangkah masuk ke dalam kamar tempat Emily terkurung. Pemuda itu melihat Emily telah sadar dari pengaruh obat bius yang ia taruh ke dalam minuman yang sengaja ia berikan pada gadis itu.


Emily tersadar dengan memegang kepalanya yang terasa sakit. Gadis itu mengerjapkan matanya, menatap sekeliling ruangan yang tampak asing baginya. Seketika Emily merasa gelisah karena tak tahu ia kini berada di mana.


Namun, kegelisahannya memudar tatkala gadis itu melihat Juan berada di hadapannya. Emily menghampiri Juan kemudian memeluk erat tubuh pemuda itu tanpa melihat Juan tengah menggenggam pisau mengkilat di tangannya.

__ADS_1


"Ju, aku merindukanmu," ucap Emily jujur, gadis itu memang merindukan Juan. Bahkan ia mendambakan pemuda itu menjadi kekasih hatinya.


Juan tidak membalas pelukan Emily pemuda itu masih bermain-main dengan pisau yang kini tepat berada di belakang punggung gadis itu.


Terlalu mudah jika Juan menusukkan pisau itu begitu saja ke tubuh gadis itu. Dan Juan tidak menginginkannya, ia ingin Emily merasa tersiksa hingga harus memohon untuk kematiannya.


Juan mendorong tubuh Emily ke atas ranjang tua yang terdapat di sana. Pemuda itu pun segera merangkak ke atas tubuh Emily membuat gadis itu melonjak kegirangan di dalam hatinya. Emily pun dengan agresif segera mencium bibir Juan, gadis itu tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Bahkan Emily mengalungkan tangannya ke leher Juan. Ia gembira karena pada akhirnya dapat memiliki pemuda itu.


Juan tidak merespon, bahkan pemuda itu mendorong kasar tubuh Emily dengan gagang pisau yang di genggamnya membuat gadis itu menjerit kesakitan.


"Aww ...!" pekik Emily karena Juan mendorong tubuhnya.


"A-apa yang akan kau lakukan Ju?" tanya Emily ketakutan saat melihat pisau yang tengah di genggam Juan.


Pemuda itu tak menjawab, kemudian ia menggunakan pisau untuk merobek bagian atas gaun yang di pakai Emily sehingga gadis itu memekik dengan keras.


******


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya, tip juga boleh kalau bersedia dan ikhlas.


hahaha


Salam sayang dari Ay si Author recehan

__ADS_1


__ADS_2