
Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya jika kalah, tetapi sesumbar tentang apa yang akan dilakukannya jika menang.
~Ay Alvi~
Di satu putaran terakhir, Hara berhasil menjadi yang pertama setelah melewati pembalap bernomor sepuluh tersebut. Juan pun tidak mau kalah mengingat ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menjadi kekasih sungguhan gadis itu.
Saat ini Juan terus menambah kecepatan motornya sehingga akhirnya pemuda itu berhasil berada di urutan kedua. Tersisa beberapa tikungan lagi untuk mencapai garis finish dan pemuda itu masih harus mengejar ketertinggalannya dari Hara.
Juan mempersempit jarak di antara mereka, ia terus menempel ketat di belakang gadis cantik itu. Hara pun tidak mau kalah, ia semakin menambah laju motornya demi mencapai posisi juara. Tiga tikungan tersisa, Juan berhasil menyalip Hara dan menjadi yang pertama. Namun, jarak mereka masih terlalu dekat untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Di sisi lintasan Jody yang melihat dari layar besar pun berharap-harap cemas karena saat ini Hara berhasil di lewati oleh Juan. Sementara itu di pihak Farrel dan para pendukung Juan bersorak-sorai karena saat ini pemuda itu sudah menempati posisi pertama.
"Ayo Hara, jangan sampai kalah!" gumam Jodi yang berharap gadis itu dapat memenangkan race kali ini.
Pemuda itu tidak ingin Hara dan Juan menjadi pasangan kekasih akibat perjanjian yang di buat oleh gadis itu sendiri. Jodi terus berdoa dalam hatinya agar Hara dapat menjadi juara dan mengalahkan Juan. Ternyata dia pemuda itu tidak sia-sia. Di dua tikungan yang tersisa gadis itu berhasil merebut kembali posisi pertama.
Sementara itu di tempat lainnya, penjaga yang di tugaskan oleh Juan untuk menjaga Emily mencoba menghubungi nomor ponsel pemuda itu. Ia ingin melaporkan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Emily.
Walau sebenarnya ia tidak percaya, namun berita ini harus ia katakan segera kepada si tuan kecil agar tidak terjadi kesalahan. Beberapa kali ia menghubungi Juan, namun tidak ada jawaban dari pemuda itu. Akhirnya si penjaga pun memutuskan untuk menghubungi Marco karena ia tidak mau di salahkan seandainya saja Emily benar-benar mengandung anak Juan dan ia masih saja memperlakukan gadis itu dengan kasar.
"Halo Tuan Marco!" sapa Dom si penjaga tersebut begitu Marco mengangkat panggilan darinya.
"Ada apa Dom?" tanya Marco kepada orang yang ia tugaskan untuk menjadi bawahan Juan si tuan kecil. Ziga memang memerintahkan Marco untuk memberikan beberapa anak buahnya untuk menjadi pengikut Juan agar putra bungsunya itu belajar untuk menjadi seorang pemimpin.
"Nona Emily ...." jawab Dom ragu-ragu sehingga ia tidak meneruskan apa yang ingin di ucapkannya.
__ADS_1
"Ada apa dengan Emily?!" tanya Marco mulai tak sabar. Pria itu memang memiliki kadar kesabaran berlevel rendah, jadi jangan salahkan jika banyak yang terkena amukan Marco walau hanya sedikit saja mereka melakukan kesalahan.
Akhirnya Dom pun segera melaporkan apa yang di katakan oleh Emily. Ia takut jika Marco telah menaikkan nada bicaranya karena artinya pria itu mulai habis kesabarannya. Dom melaporkan semua yang di ketahuinya termasuk percobaan bunuh diri yang sempat di lakukan oleh Emily.
"Lalu, apa tanggapan tuan kecil?" tanya Marco yang belum tahu bahwa Juan tidak dapat di hubungi.
"Maaf, saya tidak dapat menghubungi tuan kecil, Tuan," jawab Dom jujur karena memang hingga saat ini ia belum juga berhasil untuk menghubungi putra bungsu keluarga Pratama itu.
Marco menghela nafas, Juan memang selalu sulit untuk di hubungi. Pemuda itu sangat sulit di tebak apa yang ada di dalam pikirannya.
"Kau jaga saja gadis itu jangan sampai ia terluka kembali dan juga tetap berikan makanan yang layak!" titah Marco memutuskan untuk saat ini menjaga kesehatan Emily karena ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
Marco tidak ingin melakukan kesalahan seandainya apa yang di katakan oleh Emily adalah benar bahwa ia tengah mengandung anak Juan yang berarti itu adalah cucu pertama keluarga Pratama dan pastinya Marco harus menjaga baik-baik penerus dari tuan besarnya tersebut.
Namun, ia sendiri tidak yakin dengan hal itu karena selama ini Juan walau sering bergonta-ganti pasangan tapi, pemuda itu tidak pernah melanggar batas-batasnya. Ia mengetahui hal itu karena sang tuan besar Ziga selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya.
"Sebaiknya kau makan Nona, sebentar lagi tuan kecil akan datang," ucap Dom berbohong, pria itu hanya ingin Emily menghabiskan makanan yang sejak tadi belum di sentuhnya karena ia tidak ingin gadis itu sakit selama dalam penjagaannya.
"Benarkah Juan akan datang?" tanya Emily dengan wajah berbinar, hatinya merasa senang karena akhirnya apa yang di rencanakannya sepertinya akan berhasil.
Dom pun mengangguk menjawab pertanyaan Emily, akhirnya dengan di awasi oleh pria itu Emily pun menghabiskan makanan yang telah di bawakan untuknya. Gadis itu berharap setelah kedatangan Juan, ia akan terbebas dari tempat ini. Anak yang ada di dalam kandungannya akan ia jadikan alat untuk menjerat pemuda itu.
Kembali ke sirkuit race, persaingan semakin ketat dua tikungan tersisa dan Hara kembali dapat melewati Juan sehingga gadis itu kembali menjadi urutan pertama. Juan semakin kalap ketika ia mengetahui Hara dapat menyalipnya di menit-menit akhir race.
Hanya tersisa satu tikungan di depan mereka berdua. Jarak keduanya pun tidak terlalu jauh hanya terpaut beberapa detik saja. Untuk saat ini Hara masih memimpin di depan, tikungan terakhir akan segera di laluinya. Namun, tidak di sangka Juan dan si pembalap nomor sepuluh berhasil memperkecil jarak mereka.
__ADS_1
Juan hampir saja berhasil melewati Hara ketika si pembalap nomor sepuluh secara tidak sengaja menyenggol motor pemuda itu.
Brakk ....
Motor keduanya terjatuh akibat bersenggolan di kecepatan yang sangat tinggi. Tubuh Juan ikut terseret di aspal hingga keluar dari lintasan bahkan terpelanting jauh hampir menyentuh pagar pembatas.Hal yang sama juga terjadi pada pembalap nomor sepuluh, ia terjatuh dari motornya dan ikut terluka juga walau mungkin tidak separah Juan.
Hara sendiri berhasil mencapai garis finish sebagai juara di posisi pertama. Kedatangannya di garis finish di sambut ruang oleh Jodi yang langsung menghampiri gadis itu.
"Selamat Hara," ucap Jodi setelah gadis itu membuka helm yang di kenakannya. Namun, Hara tidak menanggapi ucapan selamat dari Jodi. Gadis itu segera berlari ke belakang menuju tempat Juan kecelakaan.
"Juan!" teriak Hara saat melihat pemuda itu tengah di angkat di atas tandu. Air mata mengalir di pipi gadis itu begitu melihat keadaan Juan yang mengenakan.
****
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Jangan lupa like, coment, vote dan tip biar Ay tambah semangat buat up.
Untuk yang tadi ada di Gc Ay (Gc Alvi Barta Jadul) dan udah nikung poin Ay terus langsung keluar Ay ucapkan selamat ya!
Ternyata poin segitu aja udah ngajarin Anda jadi maling.
Kita di Gc buat silaturahmi jadi harap hargai satu sama lain. Poin segitu ga ada artinya buat Ay atau penghuni Gc yang lain. Hanya saja kejujuran yang amat di perlukan.
Tadinya Ay mau tag nama akunnya, tapi Ay masih punya hati nurani. Pura-pura tanyain kapan Ay up novel ini tapi ternyata jadi pencuri.
__ADS_1
JUJUR ITU MEMANG SUSAH TAPI KEJUJURAN AKAN MENGANGKAT DERAJATMU DI HADAPAN ALLAH DAN MANUSIA.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘