Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Kecupan Pertama


__ADS_3

Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, jangan berniat untuk menemukannya lagi. Peluk dan genggamlah dia selama kamu masih memilikinya.


~Ay Alvi~


"Uncle percaya padamu! Jaga Hara baik-baik!" pesan Donny yang di sambut dengan anggukan mantap Juan.


Setelah mengucapkan salam perpisahan pada putrinya pria itu pun mengakhiri sambungan video mereka. Donny menatap layar ponselnya dengan perasaan bahagia, senyum terukir di bibir pria paruh baya itu.


"Sekarang istirahatlah!" ucap Juan mengusak kembali rambut kekasih pura-puranya itu.


Hara mengangguk, dia memang sedikit mengantuk. Mungkin karena efek obat yang di berikan oleh dokter sehingga gadis itu mudah sekali mengantuk.


Juan beranjak dari duduknya kemudian membetulkan selimut yang menutupi tubuh Hara. Tak lupa pemuda itu juga memberikan kecupan di kening Hara yang membuat wajah gadis itu kembali merona.


"Aku ada urusan sebentar, kau tidak apa-apa di tinggal sendirian?" tanya Juan sembari berpamitan kepada gadis manis itu.


"Kemana?" tanya Hara menyelidik, ia bukan bermaksud untuk mengetahui segala kegiatan Juan, hanya saja ia sedikit khawatir karena pria itu selalu saja menantang maut.


Juan berpikir sebentar, pemuda itu bingung harus jujur atau tidak kepada Hara. Ia memang ingin menemui Emily untuk membuat perhitungan gadis itu, tapi pemuda itu juga tidak ingin Hara khawatir.


Ia melangkah mendekati Hara, matanya menatap gadis itu lekat-lekat. Entah mengapa ada rasa yang bergetar di dalam hatinya. Pemuda itu tidak ingin gadis yang berada di hadapannya bersedih. Maka dari itu ia memutuskan untuk menyembunyikan tentang pertemuannya dengan Emily.


"Aku harus menemui Uncle Marco, Daddy memintaku untuk membantunya," jawab Juan berbohong. Biarlah masalah Emily menjadi urusannya, gadis itu tidak perlu tahu hal yang membahayakannya.


"Benarkah?" Hara kembali bertanya karena gadis itu tidak yakin jika Juan berkata jujur padanya.


"Iya sayang," jawab Juan kembali mengusak lembut rambut gadisnya itu membuat wajah Hara kembali merona.


Juan mendekatkan wajahnya ke hadapan Hara, pemuda itu menatap lekat-lekat sang gadis. Hara sendiri semakin gugup, debat jantungnya kian meletup-letup seolah ingin meledak saat itu juga.

__ADS_1


Semakin dekat dan terus mendekat wajah pemuda itu. Hara memejamkan matanya, gadis itu mencengkram sisi kasur dengan erat.


Tuk!!


"Aww ...," pekik Hara, mata gadis itu membelalak lebar saat keningnya di ketuk oleh Hara.


"Ha ... Ha ... Ha." Juan tertawa terbahak-bahak saat mendengar gadis itu kesakitan karena tingkah jahilnya.


"Kamu ...." Hara mendelik kesal karena ternyata pemuda itu mengerjainya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Juan setelah mereda tawanya. Ia merasa sangat lucu melihat gadis itu memejamkan matanya saat wajahnya mendekati wajah Hara.


Hara tidak menjawab, gadis itu mengerucutkan bibirnya. Selain kesal ia juga merasa malu karena mengharapkan terjadi sesuatu di antara mereka. Sejujurnya gadis itu bukan berharap, hanya saja ia merasa gugup dan membayangkan kalau Juan akan menciumnya seperti yang biasa ia lihat di film-film.


Cup!!


Belum selesai Hara bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba Juan menempelkan bibirnya ke bibir gadis itu dengan cepat. Bukan sebuah ciuman, tetapi kecupan ringan yang mampu membuat tubuh Hara menegang dengan membelalakkan matanya dan wajah yang merona.


"Juan kau ...." Hara tak mampu meneruskan kalimatnya gadis itu terlalu malu untuk mengatakannya.


"Aku pergi ya, nanti malam aku datang lagi," pamit Juan mengecup kening Hara yang masih terpaku seolah tercekat nafasnya.


Juan bergegas pergi meninggalkan Hara yang masih termenung, pemuda itu tidak ingin terus berada di dekat Hara karena takut ia akan kehilangan kendali dirinya. Entah mengapa mencium bibir gadis itu membuat dirinya sedikit ketagihan. Namun, ia juga harus sadar bahwa hubungan mereka hanya pura-pura. Maka dari itu ia tidak ingin kebablasan dan nantinya akan menyakiti gadis itu.


Hara menyentuh dengan telunjuk bibirnya yang tadi di kecup Juan, gadis itu masih merasakan sentuhan hangat dari bibir pemuda tersebut. Itu adalah ciuman pertamanya, Juan merampas ciuman pertama gadis itu. Wajahnya memanas mengingat kembali saat Juan mengecup ringan bibirnya.


Juan melajukan motornya menuju tempat yang telah ia janjikan bersama Emily. Pemuda itu telah memikirkan bagaimana caranya untuk membalas gadis itu. Bagaimana pun juga ia tidak akan melepaskan Emily dengan mudah.


Gadis itu tidak hanya telah bertindak semaunya, tetapi Emily juga telah membahayakan nyawa orang lain. Apalagi orang yang hendak di sakiti oleh gadis itu adalah Hara, gadis yang kini telah menjadi kekasihnya.

__ADS_1


Tak lupa juga Juan menghubungi Marco, pemuda itu memang membutuhkan bantuan anak buah pria itu untuk melampiaskan dendamnya pada Emily malam ini.


Sementara itu di kediaman Emily, gadis itu tengah bersiap untuk menemui Juan. Ia berdandan dengan pakaian yang sedikit terbuka untuk menarik perhatian Juan. Malam ini ia harus mendapatkan pemuda itu, tekadnya sudah bulat bagaimana pun caranya ia harus bisa memiliki Juan.


Emily mematut diri di hadapan cermin, ia membolak-balik tubuhnya kemudian tersenyum saat melihat penampilannya di depan cermin. Gadis itu sangat yakin bahwa ia dapat mendapatkan Juan malam ini.


"Hai sayang!" sapa Emily mengangkat panggilan dari Juan, ia memang menantikan pemuda itu untuk menghubunginya.


"Di mana?" tanya Juan tak sabar, pemuda itu benar-benar sudah tidak dapat menahan emosinya. Karena sebelum pemuda itu menghubungi Emily, ia mendapatkan telepon dari Marco bahwa pria yang menjadi komplotan Theo mengatakan bahwa Emily menyuruh mereka untuk melecehkan Hara.


Hal itulah yang membuat darah Juan mendidih, ia tidak dapat membayangkan jika ia kemarin sedikit saja terlambat datang untuk menolong Hara. Entah apa yang akan terjadi pada gadis itu.


Rahang Juan mengeras, pemuda itu menggertakan giginya berusaha menahan keras amarahnya.


"Aku masih di rumah sayang," jawab Emily dengan sikap manjanya.


"Cepat datang ke klub sekarang juga!" titah Juan langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari gadis itu.


Emily menatap layar ponselnya yang telah menghitam, gadis itu menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sikap Juan.


Namun, ia tetap berpikir positif bahwa pemuda itu sangat merindukannya sehingga tidak sabar untuk menemui dirinya.


Ia kembali mematut dirinya di hadapan cermin dan memastikan penampilannya yang sangat sempurna menurut pemikiran gadis itu.


Emily menyalakan Maybach miliknya segera menuju tempat yang telah ia janjikan bersama dengan Juan. Sepanjang perjalanan menuju klub senyum manis terus menghiasi bibirnya tanpa tahu Juan telah menanti kedatangannya dengan emosi yang membuncah.


****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU dan terimakasih untuk yang sudah memberikan like, coment dan juga votenya. Yang belum Ay tunggu ya !!

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2