Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Keadaan Hara


__ADS_3

Hai jumpa lagi, maaf ya kelamaan. Semoga kalian masih setia nunggu kelanjutan kisah Juan dan Hara.


Happy reading, salam sayang dari Ay si author recehan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.


ย ----------------------------------------


Donny sangat panik ketika mendengar kabar dari asisten rumah tangganya. Dia tidak dapat menahan emosi apalagi ketika melihat Juan yang saat berada di depannya. Beliau mengira kejadian yang menimpa putrinya tersebut adalah kesalahan Juan, karena baginya yang tidak menyukai hubungan Hara dengan Juan tentu apa saja yabg di lakukan pemuda tersebut adalah salah.


"Uncle, saat ini yang terpenting adalah keadaan Hara," ucap Juan.


"Benar apa yang di katakan oleh pemuda ini Tuan," dokter Harry ikut menimpali perkataan Juan sembari menganggukkan kepalanya.


Donny membuang nafas kasar, ia mencoba meredam emosinya. Benar apa yang di katakan oleh kedua orang di hadapannya itu. Untuk saat ini keadaan sang putri lah yang harus menjadi prioritas utama.


"Aku ingin menemui putriku sekarang dan aku harap rumah sakit ini memiliki kebijakan yang bagus dengan tidak memperbolehkan sembarang orang untuk masuk dan mengganggu ketenangan pasien," ujar Donny penuh penekanan sembari melirik Juan dengan ekor matanya.


"Tuan tenang saja rumah sakit kami sangat memperhatikan keadaan pasien," jawab dokter Harry, ia tak perduli dengan permasalahan kedua orang yang bersitegang tersebut. Baginya yang seorang dokter terpenting adalah kenyamanan pasien yang berada di rumah sakit tersebut.


"Tapi Uncle, aku juga ingin melihat keadaan Hara," ujar Juan bersikeras. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan sang kekasih apalagi setelah mendengar penjelasan dari dokter Harry tadi.


Harry menahan dada Juan dengan telapak tangannya, "Saya tahu Anda mengkhawatirkan keadaannya, tapi saat ini pasien sedang beristirahat apalagi pasien juga masih dalam pengaruh obat bius. Jadi, tidak ada gunanya juga jika Anda masuk sekarang," terang dokter Harry. Bukan dia lebih mementingkan Donny yang memang salah satu pemegang saham di rumah sakit tersebut, Harry hanya tidak mau ada keributan lagi di dalam kamar pasien karena itu akan berpengaruh buruk bagi kesehatan psikologis Hara yang memang sedang terguncang.

__ADS_1


"Benar apa yang di katakan dokter Harry lebih baik kau pergi dan urus dulu lukamu jangan mengganggu pemulihan Hara," ucap Donny menepuk pelan bahu Juan. Walaupun ia masih belum setuju dengan hubungan putrinya dan pemuda tersebut, tetapi tak dapat di pungkiri kenyataan bahwa Juan adalah putra dari sahabat dan juga rekan bisnisnya.


Juan sebenarnya tak terima dengan perkataan dokter Harry dan juga ayah Hara, tetapi ia urungkan niatnya untuk membantah karena ia memang harus mengurus luka akibat dari pukulan calon mertuanya itu. Juan tidak ingin membuat kekasihnya sedih setelah melihat keadaannya sekarang. Luka lebam di wajah dan juga sedikit darah di sudut bibirnya membuat penampilan pemuda itu tampak mengenaskan.


Tak memperdulikan Juan lagi Donny pun segera bergegas masuk ke dalam ruang rawat untuk melihat keadaan putri kesayangannya. Dokter Harry mengangguk pelan kepada Juan kemudian ikut menyusul Donny ke dalam ruangan.


Juan hanya dapat mendesah pasrah kemudian beranjak meninggalkan rumah sakit menuju kantor polisi untuk memberikan pernyataan sekaligus melihat bajingan yang telah berusaha melecehkan kekasihnya.


Sementara itu di dalam ruang rawat Hara, Donny tampak sedang memandang ke arah putrinya dengan perasaan menyesal. Ia meraih jemari sang putri yang kini terlelap.


"Maafkan Papi sayang, maaf papi gagal melindungi mu." Donny berkata sembari membelai kepala Hara lembut takut mengusik putrinya yang tengah terlelap.


"Sebenarnya bagaimana keadaannya dokter Harry?" tanya Donny tanpa mengalihkan pandangannya dari anak gadisnya itu.


"Tetapi kenapa?" tanya Donny penasaran dan juga gelisah karena dokter Harry terlihat begitu susah melanjutkan perkataannya. Ia khawatir ada sesuatu yang buruk tentang keadaan putrinya.


"Sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja," ajak dokter Harry merasa tak enak hati meneruskan pembicaraan tersebut di dekat pasien mengingat kondisi kejiwaan gadis itu yang saat ini sedang terguncang.


Donny menatap serius ke arah dokter Harry lali kemudian menganggukkan kepalanya. Ia mengecup lembut kening sang putri dengan penuh kasih sayang, "Papi tinggal dulu ya sayang," pamit Donny sebelum akhirnya meninggalkan ruangan tersebut menyusul dokter Harry ke kantornya.


Sepeninggalan Donny dan dokter Harry, Hara membuka matanya perlahan. Sebenarnya Hara mendengar percakapan mereka, namun entah mengapa sedari tadi kelopak matanya sungguh berat untuk ia buka.

__ADS_1


Hara melihat keadaan sekitar, gadis itu mencari keberadaan Juan sang kekasih. Ia mengingat tadi Juan lah yang telah menolongnya ketika ia hampir putus asa karena perlakuan sang perampok yang hampir saja merenggut kesuciannya.


"Tidak!!" jerit Hara dalam hatinya. Gadis itu segera mencabut jarum infus yang tertancap di tangannya kemudian berlari menuju kamar mandu yang terdapat di ruangan tersebut sebab Hara memang di tempatkan di ruang rawat VIP mengingat statusnya adalah putri dari salah satu pemegang saham rumah sakit tersebut.


Hara membuka kran di kamar mandi kemudian menggosok kasar bagian tubuhnya yang telah tersentuh oleh bajingan itu dan membasuhnya dengan air berkali-kali seolah ingin menghapus jejak yang di tinggalkan oleh pria itu.


"Aku telah kotor ... kotor ... sangat-sangat kotor," ucap Hara sembari berulang-ulang membasuh dan menggosok tubuhnya.


Air mata gadis itu mengalir deras begitu mengingat peristiwa yang baru saja menimpanya. Ia merasa jijik dan juga mual pada tubuhnya sendiri karena telah di sentuh oleh bajingan kurang ajar tersebut.


Di kantor dokter Harry sendiri, Donny tengah mendengarkan penjelasan tentang keadaan putrinya. Ia semakin merasa bersalah ketika mendengar ada kemungkinan jiwa putrinya terguncang akibat dari trauma atas kejadian yang baru saja menimpanya.


"Saya sarankan untuk membawa nona Hara ke psikiater untuk mengatasi jiwa putri Anda yang saat ini tengah terguncang," saran dokter Harry.


Donny hanya menganggukkan kepalanya, pria paruh baya itu begitu syok ketika mendengar penjelasan dokter Harry. Ia tidak menyangka putri kesayangannya akan mengalami tindakan pelecehan oleh salah satu dari kawanan perampok tersebut.


Selain terkejut Donny juga marah. Ia bersumpah akan membuat bajingan yang telah menyentuh putrinya membayar atas perbuatannya. Bila perlu ia akan turun tangan langsung untuk menghabisinya.


"Selain itu Tuan, saya harap Anda tidak berburuk sangka kepada pemuda tadi karena dialah yang telah membawa nona kesini. Apalagi saya lihat raut wajah pemuda itu terlihat sangat amat mengkhawatirkan putri Anda," ucap dokter Harry memberanikan diri memberi pembelaan kepada Juan karena menurutnya pemuda itu adalah orang yang baik.


Donny tidak mengiyakan atau pun membantah ucapan dokter Harry karena sejujurnya ia juga menyadari bahwa Juan tidak seburuk apa yang ada di pikirannya. Tadi ia memukul pria itu karena panik dan juga terbawa emosi setelah mendengar rumahnya di rampok dan juga putrinya masuk rumah sakit.

__ADS_1


Akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya kemudian segera pamit meninggalkan kantor dokter Harry untuk kembali ke ruang rawat Hara.


Donny terkejut ketika mendapati ruangan putrinya tersebut kosong. "Hara, Hara!!" Donny memanggil Hara dengan suara keras. Hatinya panik mendapati ranjang Hara yang kosong.


__ADS_2