Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Ada dua Nikki


__ADS_3

Celahmu akan dianggap sempurna oleh hati yang memang ditakdirkan untukmu.


~Ay Alvi~


"Juan," ucap pemuda bermata amber itu menyebutkan namanya sembari mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan gadis yang sedang tersenyum manis menatapnya.


"Nikki," sahut sang gadis mengulurkan tangannya menyambut jabat tangan Juan.


Juan tersenyum bahagia saat mendengar nama gadis itu. Akhirnya ia dapat mewujudkan keinginannya untuk melihat dan berkenalan langsung dengan gadis yang bernama Nikki.


Sedangkan si gadis tersenyum manja, mencoba menggoda Juan yang sedari tadi memang sudah memandanginya dengan penuh kekaguman. Pemuda itu tidak menyadari bahwa Nikki yang saat ini ada di hadapannya bukanlah Nikki yang selama ini ingin ia temui.


Namun, sayangnya Juan tidak sadar akan hal itu. Ia memang belum pernah menemuai Nikki dari dekat. Pemuda itu hanya pernah melihatnya dari jarak kejauhan. Mereka pun terlibat pembicaraan akrab, Juan banyak bertanya tentang pribadi Nikki. Ia begitu tertarik pada seorang gadis yang bisa memiliki hobi seperti dirinya.


Apalagi ia juga telah membuktikan selain cantik Nikki sangat mahir dalam mengendarai motornya sehingga ia sendiri pernah di kalahkan oleh gadis itu. Namun, entah mengapa Juan merasa ada yang janggal dengan gadis yang ada di hadapannya tersebut. Walau ia baru melihat Nikki dari kejauhan tetapi ia sedikit mengenali gaya gadis itu.


Nikki yang membuatnya penasaran adalah seorang gadis yang acuh dan tidak terlalu menonjolkan pesona wanitanya berbeda dengan Nikki yang saat ini ada di hadapannya. Gadis yang ada di hadapannya lebih terkesan manja dan juga sedikit centil menurut pemuda berusia dua puluh tahun itu.


Namun, memang pada dasarnya Juan adalah seorang penakluk wanita, tidak puas rasanya jika ia tidak bisa mendapatkan Nikki yang ada di hadapannya kini dan seketika juga pemuda itu lupa kalau ia memiliki perjanjian dengan Hara.


"Hai Ju!" sapa Jodi yang baru saja tiba di bengkel milik Farrel. Pemuda itu menuruti keinginan Hara untuk mencari tahu siapa sebenarnya gadis yang bernama Nikki itu.


"Hai Jo, kebetulan sekali kau ada di sini. Nikki juga baru datang," balas Juan menyambut kedatangan Jodi sahabat Hara.


Jodi menjabat tangan Juan kemudian pemuda itu menoleh ke arah gadis yang menurut Juan bernama Nikki itu.


"Wah, aku tidak tahu jika wanita yang bernama sama dengan sahabatku," ucap Jodi sengaja mengatakan itu agar Juan mengerti bahwa Nikki yang ada di hadapannya kini, bukanlah Nikki yang ia cari selama ini.


"Ya, aku Nikki," ujar Nikki memperkenalkan diri tak merasa bersalah karena ia memiliki nama yang sama dengan sahabat Jodi.

__ADS_1


Sedangkan Juan sendiri tampak kebingungan, walau ia tadi sempat curiga pada Nikki yang ini, tetapi pemuda itu tidak menyangka kalau ternyata kecurigaannya itu benar. Gadis yang berada di hadapannya kini bukanlah Nikki yang selama ini ia cari.


"Jadi ... ini bukan Nikki sahabatmu?" tanya Juan menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sedikit malu karena ternyata salah mengenali orang.


Jodi menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Juan sedangkan gadis yang juga bernama Nikki sama bingungnya dengan Juan. Ia juga tidak menyangka akan memiliki nama yang serupa dengan orang lain.


"Nikki saat ini berada di rumah sakit," tambah Jodi yang langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tidak sengaja mengatakan bahwa Hara tengah berada di rumah sakit.


"Apa maksudmu?!" tanya Juan terkejut dengan ucapan Jodi.


"Apa ada wanita lain yang bernama Nikki?" tanya Nikki yang satunya, ia baru mengerti jika ternyata Juan berharap bertemu dengan Nikki yang satu bukan dengan dirinya.


"Bu-bukan apa-apa," jawab Jodi yang langsung bergegas pergi karena ia tidak mau jika harus salah berbicara lagi.


Namun, Juan yang memang sudah lama penasaran dengan kabar gadis bernama Nikki yang merupakan sahabat Jodi tidak membiarkan pemuda itu untuk pergi. Juan segera menarik kerah kemeja Jodi dan membuat pemuda itu terpaksa menghentikan langkahnya.


"Aku bilang Nikki saat ini sedang berada di rumah sakit," jawab Jodi mengulang perkataannya yang tadi ia ucapkan.


"Katakan apa yang terjadi pada Nikki? Di rumah sakit mana ia sekarang?" pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari bibir Juan yang penasaran. Ia benar-benar ingin tahu dan tidak membiarkan Jodi pergi sebelum menjawab pertanyaannya.


Jodi terdiam, pemuda itu tampak berpikir sebentar. Ia ragu-ragu apakah harus memberitahu Juan tentang Hara yang sebenarnya. Pemuda itu sebenarnya tidak ingin menjawab, hanya saja Juan pasti tidak akan melepaskannya.


"Cepat katakan atau kau ingin aku mematahkan lehermu!" ancam Juan mengencangkan lengannya pada leher Jodi sehingga pemuda itu hampir saja tidak bisa bernafas.


Sementara itu di rumah sakit, William kembali menemui Hara. Ia ingin mengatakan pada gadis itu bahwa ia akan mengizinkan Hara untuk pulang. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya dokter muda itu memberikan Hara izin untuk keluar dari rumah sakit hari ini.


Sebenarnya kedatangan Sheryl lah yang membawa keberuntungan bagi Hara sehingga dokter William akhirnya memberi izin untuk Hara. Pria itu tidak mau jika nantinya Sheryl akan kembali mengacau karena ia tahu benar sifat wanita itu. Maka, demi kenyamanan Hara dan agar gadis itu tidak lagi di usik oleh Sheryl yang tengah mengejar cintanya, William pun memutuskan untuk membiarkan Hara pulang ke rumah hari ini.


"Selamat sore Hara!" sapa William pada gadis yang saat ini tengah sibuk memainkan telepon genggamnya. Merasa jenuh akhirnya Hara memutuskan untuk memainkan game di ponselnya sembari menunggu kabar dari Jodi.

__ADS_1


"Selamat sore Dokter!" jawab Hara terkejut dengan kedatangan William karena saat ini bukan waktunya ia menjalani pemeriksaan.


"Apa tidak ada yang ingin kau hubungi untuk menjemputmu?" tanya William membuat gadis itu kebingungan. Ia tidak tahu apa maksud dari perkataan dokter tampan itu.


"Maksud Dokter?" Hara balik bertanya, ia menghentikan sementara permainan di telepon genggamnya kemudian menatap William dengan serius.


"Aku akan mengizinkanmu pulang hari ini," jawab William sembari tersenyum manis kepada gadis yang saat ini membelalakkan matanya karena tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Benarkah Dok?" Hara bertanya dengan antusias.


William mengangguk menjawab pertanyaan gadis itu. Melihat anggukan kepala William membuat Hara senang bukan kepalang.


"Terimakasih Dokter," ucap Hara senang menjabat tangan William dan menggoyang-goyangkannya dengan perasaan bahagia.


Hara terlalu gembira, ia pun segera melonjak dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap. Gadis itu tidak menyangka bahwa pada akhirnya ia akan mendapat izin untuk pulang hari ini. Ia pun segera bergegas merapikan barang-barangnya yang memang tidak banyak.


"Apa kau tidak akan menghubungi seseorang untuk menjemputmu?" Dokter William kembali bertanya pada gadis yang saat ini telah bersiap untuk pergi.


Hara menggelengkan kepalanya, ia memang tidak tahu harus meminta jemput pada siapa. Lagipula gadis itu tidak ingin merepotkan orang lain. Ia terbiasa untuk mandiri.


"Kalau begitu biar aku antar, kebetulan pekerjaanku telah selesai," ucap William menawarkan diri untuk mengantar Hara kembali ke rumah.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2